;

Lonjakan Harga Kedelai dan Nasib Pengusaha Tempe

Lingkungan Hidup Yoga 19 Oct 2022 Tempo
Lonjakan Harga Kedelai dan Nasib Pengusaha Tempe

Pengusaha tempe, tahu, dan susu kedelai mengancam akan mogok dan berunjuk rasa besar-besaran jika subsidi atas kenaikan harga kedelai tidak dituntaskan. Kehidupan mereka semakin terjepit akibat kenaikan harga kedelai yang kini mencapai Rp 13 ribu per kg, dari sebelumnya Rp 6.000-7.000 per kg. Pengusaha telah menaikkan harga dagangannya 20-30 %. Namun, dengan kenaikan harga BBM saat ini, mereka tidak mungkin menahan lagi beban produksi karena ongkos truk pengangkut kedelai sudah naik 20 %. Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Kopti) mendesak pemerintah melancarkan subsidi harga kedelai. Kemendag juga sudah meminta pemerintah menyalurkan subsidi harga kedelai yang berhenti sejak akhir Juli lalu. Subsidi itu baru disalurkan pada April, Juni, dan pertengahan Juli sebesar 10 % atau 80 ribu dari 800 ribu ton kedelai atau Rp 800 miliar.

Tekanan kedelai impor ini mulai terjadi ketika pemerintah menghapus tata niaga kedelai, yang semula dilakukan Bulog dan kemudian dialihkan kepada importir umum. Apalagi AS sebagai pengekspor kedelai terbesar di dunia memberikan insentif atau kemudahan bagi importir kedelai Indonesia melalui skema kredit lunak yang besarnya mencapai ratusan juta USD. Dengan bebasnya impor dan tidak adanya proteksi mengakibatkan kedelai di pasar domestik sering mengalami tekanan harga dan kelangkaan pasokan. Krisis kedelai ini seharusnya bisa diatasi. Tahu dan tempe merupakan khazanah kuliner Indonesia yang mesti ditangani sungguh-sungguh, mengingat sektor industri pangan domestik ini telah memberikan kontribusi penting dalam perekonomian dan penciptaan lapangan kerja. UMKM tempe, tahu, dan susu kedelai perlu ditata lebih baik lagi di dalam suatu kawasan industri untuk memudahkan pemerintah memberikan insentif, seperti penyaluran gas, air sanitasi, dan infrastruktur lainnya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :