LABA SOLID BANK JUMBO
Penaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) yang berimbas pada kenaikan suku bunga simpanan, rupanya tak serta merta membuat bank buru-buru mengerek bunga kredit. Bahkan, kelompok bank besar, yang menjadi magnet bagi nasabah perbankan, diperkirakan masih menahan suku bunga kredit, meskipun biaya dana mulai meninggi. Tak ayal, strategi tersebut diprediksi membuat profitabilitas bank-bank besar pada akhir tahun ini tetap moncer. Apalagi, permintaan kredit diramal tetap tinggi kendati risiko lonjakan inflasi membayangi. Gelagat itu sejatinya sudah terlihat dari kinerja industri perbankan sejauh ini. Hingga semester I/2022 saja, total laba industri bank tembus Rp97,2 triliun, atau melonjak 43,95% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan laba itu menjadi indikasi bahwa bank, terutama di kelompok bank papan atas, berhasil mengelola selisih atau spread antara bunga pinjaman dengan bunga simpanan. Faktanya, selama ini kontribusi laba bank-bank besar terhadap total laba industri selalu dominan. Jika dilihat pada Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 saja, laba per semester I/2022 tembus Rp68,94 triliun, atau hampir 70% dari total industri. Saat dimintai tanggapan, Direktur PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Supari mengatakan bahwa laba yang dibukukan perseroan pada tahun ini masih lebih baik jika dibandingkan dengan capaian pada tahun lalu.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
Bank Rebut Hati Nasabah Lewat Event Lifestyle
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023