Inflasi dan Suku Bunga Membayangi Manufaktur
Kinerja sektor manufaktur terancam kembali redup gara-gara kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Lonjakan inflasi hingga kenaikan suku bunga akan menjadi batu sandungan bagi sektor yang berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) tersebut. Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia berdasarkan data S&P Global pada bulan September 2022 mencapai level 53,7. Posisi ini naik dibanding hasil per Agustus 2022 yang berada di angka 51,7.Ekonom S&P Global Market Intelligence, Laura Denman mengatakan, penguatan sektor manufaktur Indonesia tersebut didorong kondisi permintaan yang lebih baik. Kondisi ini mendorong kenaikan signifikan pada permintaan hampir selama satu tahun. Beberapa perusahaan, mengkhawatirkan potensi tekanan inflasi ke depan dan dampaknya terhadap perekonomian. Badan Pusat Statistik mencatat untuk bulan September laju inflasi mencapai 1,17% dalam basis bulanan, dan 5,95% jika dihitung year-on-year.
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
PHK Massal Bisa Jadi Efek Domino Perang
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023