;

Ojek Daring ,Sebagian Pengguna Berpotensi Pindah

Ekonomi Yoga 12 Sep 2022 Kompas (H)
Ojek Daring ,Sebagian Pengguna Berpotensi Pindah

Dua penyedia aplikasi layanan transportasi daring, yakni Gojek dan Grab, menaikkan tarif layanannya, baik untuk pengantaran penumpang maupun barang, mulai Minggu (11/9). Kenaikan itu bisa berdampak pada peralihan sebagian pengguna ke moda transportasi lain, khususnya kendaraan pribadi. Ketentuan itu diatur dalam Kepmenhub No KP 667 Tahun 2022 tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi, yang diteken 7 September 2022. Kenaikan itu guna menyesuaikan sejumlah komponen biaya jasa, seperti BBM, UMR, dan komponen perhitungan jasa lain. Berdasarkan aturan ini, biaya jasa yang terdiri dari biaya batas bawah, batas atas, dan jasa minimal dinaikkan dan diatur sesuai zonasi wilayah. Di zona II yang meliputi Jabodetabek, misalnya, biaya jasa minimal dinaikkan menjadi Rp 10.200-Rp11.200, untuk jarak tempuh paling jauh 4 km. Adapun batas bawah biaya jasa di zona II dinaikkan dari Rp 2.000 per km (Kepmenhub KP 348/2019) menjadi Rp 2.550 per km, sementara batas atas dinaikkan dari Rp 2.500 per km menjadi Rp 2.800 per km.

Senior Vice President Corporate Affairs Gojek Rubi W Purnomo, Minggu, mengatakan, Gojek memberlakukan tarif baru GoRide (ojek sepeda motor) sesuai peraturan yang berlak efektif pada 11 September 2022. ”Selain itu, kami juga menyesuaikan tarif layanan GoCar, GoFood, GoSend, dan GoMart untuk mendorong potensi pendapatan maksimal para mitra pengemudi,” ujarnya. Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi menambahkan, Grab menyesuaikan tarif mulai Minggu pukul 00.01 WIB. Besaran tarif hasil penyesuaian telah dihitung saksama sesuai aturan pemerintah. Peneliti Polling Institute, Kennedy Muslim, mengatakan, kalangan pengguna ojek daring cukup resisten terhadap kenaikan tarif. Hasil survei Polling Institute pada 16-24 Agustus 2022 menunjukkan 61 % responden pengguna ojek daring kurang atau tidak setuju dengan kenaikan tarif. Sementara mitra pengemudi 82,6 % setuju dengan kebijakan tersebut. Namun, soal dampak kenaikan tarif, 50 % pengguna menyatakan akan beralih atau akan lebih sering menggunakan sepeda motor pribadi untuk mobilitas sehari-hari. (Yoga)


Tags :
#Transportasi
Download Aplikasi Labirin :