Kartu Prakerja dan Inklusi Keuangan Indonesia
Literatur soal pentingnya layanan keuangan formal bagi masyarakat kelompok ekonomi terbawah atau sering disebut ”inklusi keuangan” sudah lama ada. Program Kartu Prakerja menjadi bukti atas konsep (proof of concept) itu. Program Kartu Prakerja adalah program ”beasiswa” pelatihan bagi semua angkatan kerja Indonesia, penganggur ataupun bukan untuk tujuan skilling, reskilling, dan upskilling. Digagas Presiden Jokowi pada Februari 2019, program ini dimulai pada 11 April 2020 atau tepat satu hari pasca pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Hingga saat ini, jumlah penerima Program Kartu Prakerja mencapai 13 juta orang, tersebar di 514 kabupaten/kota se-Indonesia. Jumlah insentif pasca penyelesaian pelatihan nilainya Rp 600.000 per bulan selama empat bulan. Jumlah yang lumayan untuk meringankan kebutuhan sehari-hari, mulai dari makan, listrik, air, pulsa, transportasi, mencicil utang, hingga modal berjualan. Program Kartu Prakerja menjadi game changer dalam upaya mengakselerasi inklusi keuangan Indonesia, karena semua penerima Kartu Prakerja wajib memiliki rekening bank atau e-money yang ter-KYC (know your customer) untuk bisa mendapatkan insentif. Yang penting, identitas pemilik rekening sudah terverifikasi dengan Dukcapil dan harus sama persis dengan identitas peserta yang didaftarkan di Program Kartu Prakerja. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023