Tahun Ini Pertamina Prioritaskan PSO
Setelah meraih laba bersih US$ 2,05 miliar-setara Rp29,7 triliun pada kurs Rp14.500 per dolar AS-,kinerja PT Pertamina (Persero) akan terus membaik seiring dengan efisiensi dan transformasi yang tengah dilaksanakan. Namun, melihat situasi geopolitik dan ekonomi global saat ini yang tengah didera inflasi tinggi, Pertamina akan memprioritaskan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat (public service obligation/PSO). Sebagai BUMN, Pertamina harus mencapai dua hal, yakni meraih profit dan melaksanakan PSO. Akan tetapi, melihat turunnya daya beli masyarakat, Pertamina tahun ini lebih memprioritaskan PSO. "Kalau harga BBM dinaikkan, inflasi akan melonjak, dan itu akan sangat memberatkan masyarakat dan mempengaruhi stabilitas ekonomi makro," ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam diskusi dengan para pemimpin redaksi di Garaha Pertamina, Jakarta, Rabu (8/6). Pada tahun 2021,kontribusi Pertamina terhadap penerimaan negara Rp 200,7 triliun, terdiri atas pajak, dividen, BPBP, signature bonus, dan pembayaran minyak mentah dan kondensat bagian bagian negara. (Yetede)
Tags :
#PertaminaPostingan Terkait
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Dampak Blokade Selat Hormuz pada Logistik Laut
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023