;

Butuh Kebijakan Sinergis untuk Redam Inflasi dan Gejolak Pasar

11 May 2022 Kompas (H)
Butuh Kebijakan Sinergis untuk
Redam Inflasi dan Gejolak Pasar

Meningkatnya tekanan eksternal dan internal yang memicu lonjakan inflasi dan gejolak pasar keuangan domestik perlu direspons dengan kebijakan yang sinkron dan sinergis antara otoritas moneter dan otoritas fiskal. Dengan langkah ini, kebijakan untuk meredam inflasi dan gejolak pasar keuangan tidak akan menjadi bumerang bagi pemulihan ekonomi yang kini sedang berlangsung. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, tekanan internal yang tecermin dari lonjakan inflasi serta tekanan eksternal akibat kenaikan tingkat suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed, dan ketidakpastian konflik Rusia-Ukraina harus diantisipasi dengan tepat oleh pemangku kebijakan ekonomi di Indone- sia. Tekanan tersebut telah berdampak pada jatuhnya IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI), melemahnya kurs rupiah, dan naiknya imbal hasil (yield) SBN. Pada penutupan perdagangan Selasa (10/5) IHSG melorot 1,3 % atau 89,96 poin menjadi 6.819,79 dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya. Kurs rupiah juga melemah ke level Rp 14.546 per USD dan yield SBN 10 tahun meningkat menjadi 7,34 %.

Ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman, mengatakan, inflasi ke depan akan terus naik karena terdorong dua faktor, yakni permintaan yang naik (demand pull inflation) dan harga barang yang naik (cost push inflation). Kenaikan permintaan dipicu oleh makin bergairahnya aktivitas ekonomi masyarakat seiring dengan makin menurunnya jumlah kasus Covid-19. Sampai akhir tahun, pihaknya memperkirakan inflasi akan mencapai 4,6 %. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, inflasi April dipicu oleh semua kelompok, yakni harga pangan bergejolak (volatile food), harga barang yang diatur pemerintah (administered price), dan inflasi inti. Meski demikian, pihaknya yakin tetap bisa menjaga inflasi sesuaitarget, yakni di kisaran 2-4 % pada tahun ini. ”Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi berada dalam kisaran sasaran 2022,” ujarnya. (Yoga)


Tags :
Download Aplikasi Labirin :