Serapan Jagung Pada Industri Pangan Masih Rendah
Indonesia masih melakukan impor jagung meski komoditas tersebut bisa ditanam didalam negeri. Alasannya adalah kebutuhan bahan baku jagung oleh industri pangan belum mampu dipenuhi pasokan jagung dalam negeri. Juru Bicara Menteri Perindustrian (Kemenperin) Fabri Hendri Antoni Arif menerangkan, pasokan jagung dalam negeri baru bisa memenuhi kebutuhan industri pangan yang mencapai sekitar 1,2 juta ton,pada 2021 baru bisa dipenuhi dari pasokan dalam negeri sebesar 700 ribu ton. Sedangkan kebutuhan jagung untuk industri pada 2022 diperkirakan meningkat menjadi sekitar 1,5-1,6 juta ton seiring sudah beroperasinya satu investasi industri pati jagung baru didalam negeri. Dia mengungkapkan, masih rendahnya pasokan jagung dalam negeri untuk industri pangan disebabkan sulitnya mendapatkan jagung dengan tingkat kandungan aflatoksin maksimum 50 ppb," jawab Febri dalam keerangan tertulisnya, Jakatam Jumat (6/5)
Postingan Terkait
Kuota Impor Sapi Dibebaskan Pemerintah
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Kemungkinan Pemerintah Membuka Opsi Impor Gas
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023