Krisis Biosolar, Dari Antre Belasan Jam hingga Batal Jalan
Perusahaan otobus dan angkutan logistik di Sumatera pontang-panting menghadapi krisis biosolar. Antre belasan jam hingga sehari semalam dijalani. Waktu tempuh perjalanan pun lebih panjang sehingga biaya operasional membengkak. Senin (28/3), Aswan Harahap (40), sopir bus ALS, Medan-Jember (Jatim) menunggu rekannya yang sejak pagi membawa bus berkeliling ke sejumlah SPBU di Medan berburu biosolar, karena tidak ada kepastian ketersediaan biosolar di sepanjang jalan lintas Sumatera. Ia beberapa kali antre hingga 12 jam, membeli biosolar eceran seharga 2 kali lipat, hingga menunda keberangkatan, biaya operasional pun membengkak. Medan-Jember yang sebelumnya 5 hari 5 malam kini 7 hari 7 malam. ”Sebagian besar waktu habis mengantre dan macet di sekitar SPBU,” kata Aswan.
Alwi Matondang dari Humas PT ALS mengatakan, biaya operasional bus mereka bertambah sekitar Rp 4 juta untuk perjalanan pergi-pulang Medan-Jember atau Medan-Jakarta. Alwi menyebut, pihaknya tidak bisa menaikkan tarif karena daya beli masyarakat menurun. Alwi berharap pemerintah memprioritaskan angkutan bus demi biosolar bersubsidi karena langsung dirasakan masyarakat bawah. (Yoga)
Tags :
#BiodieselPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023