Mendulang Milyaran Rupiah Lewat Kreasi Alat Pengolah Sampah
Kreasi beragam alat pengolah sampah produk BUMDes Ngingas Makmur Abadi menguatkan ekonomi perajin logam di tengah himpitan usaha akibat pandemi Covid-19. Juga membantu atasi sengkarut pengelolaan sampah rumah tangga yang jadi masalah klasik Sidoarjo. Dosen Manajemen Bisnis ITS, Gogor Arif Handiwibowo berkata, ITS meningkatkan kompetensi perajin logam melalui pengembangan sistem manajemen dashboard, memfasilitasi pengusaha perbaiki manajemen keuangannya, juga memberi sentuhan teknologi alat pengolah sampah bukan prototype saja, tapi layak masuk jaringan pasar industri.
Sentra industri logam Ngingas menghasilkan alat pertanian, tiang penerangan jalan, hingga suku cadang kendaraan bermotor, mobil, serta mesin produksi industri manufaktur. Awalnya, produkmereka hanya alat pembakar sampah rumah tangga atau incinerator. Belakangan kian bervariasi dengan mesin pemilah dan pencacah sampah. Nilai transaksi Dua alat incinerator pada 2019 lalu hanya Rp 150 juta per unit, kapasitas pembakaran sampah hanya 300-500 kilogram per jam. Tahun ini, BUMDes menerima 8 pesanan incinerator dan 8 mesin pemilah serta pencacah sampah. Harga incinerator per unit Rp 300 juta dengan pembakaran lebih besar, yakni 500 hingga 1.000 kg per jam, dengan total penjualan Rp 2,4 miliar. (Yoga)
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Mendaur Ulang Sampah Plastik sisa Gerai Kopi
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023