Khawatirkan Panen Awal Musim
MUARADUA - Hujan yang rutin mengguyur di wilayah OKU Selatan membawa berkah tersendiri bagi para petani. Namun, jika curah hujan yang terus meninggi, juga membuat khawatir para petani khususnya kopi. "Kita khawatirkan hasil panen kopi awal musim. Hasil panen tidak maksimal," ungkap Evan, petani kopi asal Kecamatan Sungai Are OKU Selatan (29/9) kemarin.
Dikatakannya, untuk OKU Selatan baru selesai panen akhir musim di Agustus 2021. Saat ini untuk kondisi tanaman kopi di OKUS sedang memasuki fase putik buah. "Dari buah kopi sudah timbul, namun masih muda berwarna hijau," katanya.
Di fase buah seperti ini, kopi membutuhkan air hujan untuk pertumbuhan buah. Namun, jika melihat curah hujan disertai hujan angin membuat petani cemas. "Paling khawatir putik buah jadi rontok. Jika rontok hasil panen kedepan berkurang, " Terangnya.
Untuk petani kopi, lanjutnya, sudah banyak melakukan antisipasi agar tanaman putik buah kopi tidak rotok. "Apalagi jika diterpa curah hujan yang terus menerus mengguyur," katanya.
Salah satunya dengan memberikan obat penguat buah dan pemupukan. Agar membuat tanaman kopi lebih subur, dan diharapkan panen maksimal. "Meskipun begitu, kalau curah hujannya tinggi terus menerus. Ya sama juga, buah pasti rontok. Jadi ya pasrah saja, "Jelasnya.
Budi, petani kopi asal Sindang Danau OKU Selatan juga mengatakan hal sama. "Jika putik rontok panen tidak maksimal. Bahkan bisa sampai hasil panen itu kurang drastis sampai 50 %," ujarnya yang menyebutkan harga kopi di angka Rp 19 ribu per kg.
Postingan Terkait
Mendaur Ulang Sampah Plastik sisa Gerai Kopi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023