Likupang, Surga Tersembunyi Di Bumi Nyiur Melambai
Pegiat media sosial atau influencer Dwidyawati Esther Mopeng bercerita kisahnya saat mengunjungi kawasan ekonomi khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara. Baginya, Bumi Nyiur Melambai memiliki keunikan tersendiri karena menyimpan pemandangan pantai yang indah.
"KEK Likupang memiliki potensi geo-ekonomi cukup besar ditambah adanya gerakan Bangga Buatan Indonesia (BBI)," ucap Esther saat webinar Diginas Bangga Wisata Indonesia (BWI), Senin (24/8).
Esther menilai Likupang pantas dijadikan destinasi dan murah. KEK Likupang perlu disosialisasikan untuk diketahui banyak wisatawan lokal maupun Wisatawan mancanegara. Menurutnya, rencana KEK Likupang menjadi tuan rumah G20 juga menjadi momentum penting agar Bumi Nyiur Melambai semakin dikenal luas.
Diharapkan adanya sosialisasi yang masif membuat Sulawesi secara keseluruhan semakin diminati masyarakat Asia ataupun Uni Eropa," urainya.
Esther mengatakan akses jalan menuju tempat pariwisata di Sulawesi Utara saat ini sudah tersedia. Ketersedian infrastruktur ini memudahkan para pelancong untuk dapat mencapai tujuan tanpa memakan durasi waktu lama.
"Hadirnya infrastruktur tol Manado-Bitung memudahkan mobilitas dari para turis. Dan melalui QRIS diharapkan transaksi wisatawan juga semakin mudah," pungkasnya.
Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Odo R.M. Manuhutu menuturkan pengembangan infrastruktur KEK Likupang terus dimatangkan. Harapannya, ketika pandemi selesai atau paling tidak menjadi endemic fasilitas sudah terbentuk.
"Kalau kita lihat TTCI (Travel and Tourism Competitiveness Index) salah satu kekurangan Indonesia dari segi infrastruktur dan kebersihan. Saya kira ini perlu kita waspadai," ucap Odo.
Odo meyakinkan pelaku usaha pariwisata bahwa pemerintah selalu berada di belakang dalam kondisi sulit seperti sekarang. "Indonesia beruntung karena tidak terlalu bergantung terhadap wisatawan asing hanya sekitar 30 persen. Kuncinya adalah wisatawan lokal yang bisa memulihkan industri pariwisata ke depan," tambahnya.
Pemerintah mendorong wisatawan domestik untuk tetap berwisata di dalam negeri.
Hal ini, menurutnya, dapat menarik potensi uang yang biasanya dibelanjakan masyarakat Indonesia ke luar negeri. "Data sebelum pandemi lebih dari 11 miliar dolar AS atau sekitar Rp 130 triliun uang yang dibelanjakan di luar negeri. Jumlah yang besar ini kita dorong untuk di dalam negeri. Saya kira ini PR besar," tutur Odo.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023