Menkominfo: Kebocoran Data e-HAC Sedang Diinvestigasi
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Palte memastikan bahwa dugaan kebocoran 1,3 juta pada pengguna aplikasi versi lama electronic Indonesia Healt Alert Card (e-HAC) milik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang di investigasi oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSS). Menurut dia, kasus kebocoran data pribadi pengguna pada aplikasi e-HAC terjadi ketika belum terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Sedangkan, aplikasi e-HAC yang sudah terintegrasi dengan PeduliLindungi dipastikan masih lebih aman. “Berdasarkan informasi yang kami terima e-HAC yang mengalami kebocoran adalah aplikasi awal yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga, sebelum dialihkan ke PeduliLindungi,” tegas Johnny.
Sementara itu, Kapusdatin Kemenkes Anas Ma’ruf, Kemenkes telah meminta masyarakat untuk menghapus aplikasi versi lama e-HAC serta mulai menggunakan yang terintegrasi pada aplikasi PeduliLindungi. Hal tersebut disampaikan setelah adanya dugaan kebocoran 1,3 juta data pengguna e-HAC versi lama. Selanjutnya, pemerintah meminta kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Pengguna e-HAC sekarang sudah diintegrasikan sebagai fitur baru di aplikasi PeduliLindungi untuk keperluan perjalanan. “Sejak Juli 2021, kita sudah menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan e-HAC sudah berada di aplikasi PeduliLindungi. Sistem e-HAC yang lama itu berbeda dengan e-HAC yang digabungkan dengan PeduliLindungi,” imbuhnya. (YTD)
Tags :
#Dalam NegeriPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023