Teknologi Informasi
( 850 )Butuh Dana Jumbo untuk Pemerataan Internet di Palapa Ring
Kehadiran negara melalui akses internet cepat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sangat dinantikan oleh masyarakat. Meskipun pemerintah telah berupaya memeratakan akses internet, terutama melalui pembangunan jaringan tulang punggung (backbone) Palapa Ring, tantangan besar masih dihadapi, terutama dalam hal investasi dan sebaran di wilayah nonkomersial.
Menurut Pelaksana tugas (Plt) Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha BAKTI, Yulis Widyo Marfiah, pembangunan Palapa Ring membutuhkan investasi besar, terutama di 57 kabupaten/kota yang tidak komersial. Meskipun demikian, upaya terus dilakukan untuk mendorong pemanfaatan Palapa Ring, termasuk dengan menawarkan tarif yang lebih fleksibel bagi industri telekomunikasi.
Yulis juga menjelaskan bahwa pemanfaatan Palapa Ring Barat telah mencapai 69%, lebih cepat dibandingkan wilayah Tengah dan Timur yang menghadapi tantangan lebih besar. Saat ini, pemanfaatan Palapa Ring Tengah mencapai 44%, dan Palapa Ring Timur sebesar 51%. Harapannya, penetrasi internet di seluruh Indonesia dapat terus meningkat, sehingga gap penetrasi internet yang masih 17,4% dapat dikurangi.
Hypernet Tecnologies Penyedia MSP di Indonesia
Hypernet Technologies, salah satu penyedia managed service provider (MSP) di Indonesia, bekerja sama dengan Versa untuk mengatasi ancaman serangan dan memperkuat keamanan bagi siber perusahaan. Teknologi SSE Versa memungkinkan perusahaan melakukan sentralisasi pengamanan data secara efisiensi dan efektif. Dengan fitur Zero Trust Network Access (ZTNA), Hypernet menawarkan pendekatan keamanan revolusioner guna memastikan setiap akses ke jaringan perusahaan dilakukan verifikasi ketata, sehingga menekan resiko ancaman siber.
VP IT Services Hypernet Technologies Djoko Setyanto mengatakan, SSE Versa dapat membantu pengamanan komunikasi data dengan memanfaatkan teknologi Zero Trust Network Acces (ZTNA, Secure Web Gateway (SWG), Softwaredefine Wide Area Network SDWAN), Cloud Access Security Broker (CASB), dan Data Loss Prevention (DLP). “Dengan teknologi-teknologi tersebut, kami optimistist dapat membantu kline hypermart dalam mengelola kebijakan keamanan secara terpusat, meningkatkan efisiensi operasional, dan memberikan perlindungan data yang kuat sesuai dengan standar tertinggi,” kata Djoko. (Yetede)
AI Menyimpan Potensi Bagi RI
Indonesia berpotensi menjadi salah satu Negara yang bisa menjadi pusat investasi untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di dunia. Selain ditopang jumlah penduduk yang mencapai 282,74 atau terbesar keempat pada pekerjaan korporasi berbagai sektor dan perusahaan rintisan (startup) yang jumlahnya diatas 2600-an guna meningkatkan produksitivitas.Pada April 2024, menurut Statista (lembaga riset pasar dan konsultan industry global Jerman), dari jumlah penduduk dunia 8 miliaran jiwa, sekitar 282,74 juta tinggal di Indonesia. Dengan populasi yang banyak, Indonesia punya potensi pasar besar secara ekonomi, termasuk ekonomi digital dan pengembangan teknologi AI. Inovasi dan adopsi teknologi seluler generasi kelima (5G) dan AI pun memiliki peran penting dalam lanskap bisnis global terkini, termasuk Indonesia. Namun masih menurut data Statista investasi (pending) Indonesia terhadap kebutuhan solusi AI tahun 2022 masih reltif kecil sekitar Rp 1,38 triliun. Pada 2027, nilainya naik lebih dua kali lipat menjadi Rp 5,26 triliun. (Yetede)
Penyebaran Info Bencana Melalui Teknologi 4G
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan memperluas penyebaran informasi peringatan bencana melalui jaringan seluler 3G dan 4G, yang sebelumnya hanya menggunakan SMS Blast di jaringan 2G. Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan bahwa persiapan untuk implementasi sistem ini sedang berlangsung dan diharapkan bisa dilaksanakan tahun depan. Saat ini, Kemenkominfo menunggu penandatanganan Peraturan Presiden tentang Sistem Komunikasi Nasional Pelindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Siskomnas PMPB) yang akan memungkinkan penggunaan Cell Broadcasting System (CBS) untuk penyebaran informasi bencana. Kemenkominfo juga bekerja sama dengan operator seluler dan menerima respons positif dari mereka terkait dukungan untuk sistem ini. Wayan juga menambahkan bahwa sistem peringatan dini (EWS) yang digunakan Indonesia merupakan bantuan aplikasi dari pemerintah Jepang, mengingat kesamaan kontur tanah antara kedua negara yang rawan bencana, khususnya gempa.
Perluasan Akses Internet: Meningkatkan Literasi Digital di Daerah
Tantangan akses internet di daerah tertinggal Indonesia, di mana sekitar 17,4% dari total 9,82 juta penduduk di daerah tersebut belum memiliki akses internet. Zulfadly Syam, Sekretaris Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), menyoroti bahwa minimnya infrastruktur telekomunikasi merupakan salah satu penyebab utama.
Survei yang dilakukan APJII bersama dengan Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menunjukkan bahwa 82,6% penduduk di daerah tertinggal sudah memiliki akses internet, dengan mayoritas menggunakan internet untuk mengakses media sosial, berita, dan hiburan. Temuan ini berasal dari survei yang melibatkan 1.950 responden dari 64 kabupaten di daerah tertinggal dan 322 ISP.
Zulfadly menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pemangku kepentingan di sektor telekomunikasi untuk memperluas akses internet di daerah-daerah yang masih tertinggal.
Permasalahkan Peternakan Ponsel dan Klik
Penjualan Mobil yang Tinggi Picu Pertumbuhan Emiten Komponen
Penjualan mobil nasional di sepanjang Agustus 2024 melonjak. Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan wholesales (pabrik ke dealer) mobil nasional mencapai 76.304 unit, tumbuh 2,8% secara bulanan dari 74.229 unit.
Begitu pula penjualan retail atau dari diler ke konsumen mobil nasional yang naik 1,6% secara bulanan menjadi 76.808 unit pada Agustus 2024. Pertumbuhan penjualan mobil bisa jadi sentimen positif bagi emiten komponen otomotif.
Wakil Direktur Utama PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), Ang Andri Pribadi melihat, naiknya penjualan mobil nasional akan mendongkrak populasi kendaraan di pasar domestik. Seiring itu, emiten komponen otomotif bisa memperbesar pasarnya.
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI), Reza Priyambada menilai, meningkatnya penjualan mobil nasional dapat meningkatkan permintaan komponen otomotif. Terutama untuk komponen kendaraan yang dirakit di Indonesia bukan kendaraan impor.
Sentimen prospek emiten komponen otomotif juga datang dari pertumbuhan industri kendaraan listrik di dalam negeri. Reza bilang, kendaraan listrik butuh komponen berbeda dari jenis konvensional. Ini buka peluang emiten komponen untuk mengembangkan produk baru. "Daya beli masyarakat juga memengaruhi sentimen tersebut. Belum lagi dari permintaan akan kendaraan listrik," terangnya.
Personalisasi Ritel ”Offline”
Strategi personalisasi iklan di luar jaringan (offline) terus dikembangkan. Dulu para pemasar menambang berbagai data dari masyarakat untuk beriklan, kini pekerjaan itu dilakukan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Umur, jender, ciri wajah, bentuk tubuh, pakaian yang dipakai, gaya berpakaian, kebiasaan berbelanja, dan lainnya bisa disimpan di bank data. Seluruh data itu kemudian diolah untuk menentukan iklan dan promosi, yang umumnya disebarkan untuk orang banyak, tetapi kini hanya unik untuk setiap individu. Teknologi ini jarang ditemukan di Indonesia, tetapi sudah mulai dikembangkan. Salah satunya oleh PT Digital Mediatama Maxima Tbk. Perusahaan yang tercatat di bursa efek dengan kode DMMX ini menciptakan berbagai platform ritel pintar berbasis AI, platform konten cloud (penyimpanan data di internet), serta solusi teknologi lain yang bertujuan meningkatkan interaksi dan pengalaman konsumen.
Menurut Dirut DMMX Budiasto Kusuma, perilaku konsumen saat ini sudah banyak dipengaruhi informasi dari berbagai sumber media. Karena itu, digitalisasi ritel menjadi kewajiban di era kemajuan teknologi dan informasi. ”Peritel dituntut bisa memberi informasi yang lebih atraktif dan tertarget ke konsumen yang lebih spesifik. Ini hanya bisa dilakukan apabila mereka menerapkan digitalisasi pada tempat mereka berbisnis,” ujarnya di Jakarta, Kamis (12/9). Pemanfaatan AI untuk solusi pemasaran pun menjadi peluang besar. Sejauh ini, Budiasto mengakui, adaptasi teknologi tersebut masih lebih banyak diinisiasi kanal pemasaran daring yang dapat diakses konsumen menggunakan ponsel pintar atau komputer. ”Saya rasa, ke depan, tren seperti ini juga akan merambah ke sektor offline di mana teknologi ritel pintar akan disajikan juga di level outlet,” ujarnya. (Yoga)
Teknologi Terbaru Membuka Peluang Kerja di Berbagai Sektor
Tren peningkatan permintaan tenaga kerja di beberapa sektor, meskipun banyak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor-sektor lain. Peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Nia Kurnia Sholihah, menyatakan bahwa permintaan tenaga kerja di sektor teknologi informasi meningkat sebesar 15% pada 2023, seiring dengan percepatan transformasi digital. Selain itu, sektor kesehatan, terutama layanan telemedicine, juga mengalami peningkatan permintaan sebesar 12%, sementara sektor logistik mencatat kenaikan 18%, didorong oleh lonjakan aktivitas e-commerce dan distribusi barang.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia, dari 6,49% pada 2021 menjadi 5,35% pada Agustus 2024, yang menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja. Namun, Nia menyoroti bahwa dampak PHK masih terasa, terutama di sektor-sektor yang bergantung pada ekspor dan daerah industri utama seperti Jawa Barat, Jakarta, dan Banten, yang mengalami angka PHK tinggi. Data Kementerian Ketenagakerjaan mencatat 237.080 tenaga kerja terkena PHK dari Januari hingga Oktober 2023, menunjukkan peningkatan konsisten selama periode tersebut.
Industri Mesin Butuh Inovasi Teknologi untuk Bertahan
Inovasi teknologi permesinan nasional terus didorong untuk mendukung penanggulangan bencana alam dan memperkuat ketahanan industri dalam negeri. Menurut Andi Rizaldi, Kepala Badan Standardisasi Industri dan Kebijakan Jasa (BSKJI) Kementerian Perindustrian, industri dalam negeri telah menjadi pelopor dalam mengembangkan teknologi inovatif yang berperan penting dalam menghadapi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, dan tsunami.
Peran teknologi dalam ketahanan bencana dibagi menjadi dua fase: kesiapsiagaan dan mitigasi prabencana serta pemulihan pascabencana. Kesiapsiagaan melibatkan penggunaan teknologi seperti pesawat nirawak (drone) untuk memetakan rute darurat dan membangun jaringan telekomunikasi di daerah yang sinyalnya terganggu. Dalam fase pemulihan, alat-alat mekanik canggih seperti rural multipurpose mechanical tools (AMMDes), domus, dan drone digunakan untuk memulihkan wilayah terdampak.
AMMDes, misalnya, adalah alat serbaguna yang mendukung penanggulangan bencana di daerah terpencil dengan menyediakan pemurnian air dan stasiun pengisian ulang air minum. Domus, di sisi lain, memungkinkan pembangunan perumahan cepat dalam waktu 5 hari setelah bencana. Teknologi drone juga memainkan peran penting dalam mempercepat upaya pemulihan dan mengurangi kerugian akibat bencana.
Kementerian Perindustrian mengapresiasi penyelenggaraan pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2024 di JIExpo, Kemayoran, sebagai ajang penting untuk menampilkan inovasi-inovasi teknologi tersebut.
Pilihan Editor
-
Instruksi Pusat Untuk Rencana Penambangan
21 Feb 2022 -
Separuh Investor Tak Wajib Bayar Bea Meterai
22 Feb 2022 -
Menakar Prospek Usaha Sang Sultan Andara
22 Feb 2022









