Bursa
( 805 )Astra International Hadapi Tantangan, tetapi Tetap Prospektif di 2025
Dividen Bank Berpotensi Hasilkan Yield Jumbo
Dividen Bank Berpotensi Hasilkan Yield Jumbo
Emiten Unggas Tetap Optimis di Tengah Ketidakpastian
Beban Bank BUMN Meningkat Akibat Penugasan Pemerintah
Laba Industri Pupuk Tumbuh di Tengah Volatilitas Pasar
Saham Konsumer Ritel Kian Atraktif Dengan Peluang Cuan Hingga 65 %
Ramadan menjadi momentum terbaik
bagi emiten konsumer (consumer goods) dan ritel modern untuk memacu
penjualan dan menanggok untung lebih, mengingat daya beli masyarakat biasanya
lebih meningkat dibanding bulan biasanya. Langkah perusahaan konsumer ritel
yang gencar meningkatkan promosi untuk mengoptimalkan perolehan keuntungan,
akan membawa saham-sahamnya kian atraktif dengan peluang cuan hingga 65%. “Di
tengah kekhawatiran melemahnya permintaan selama musim Idul Fitri, kami tetap
meyakini emiten konsumer ritel akan mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan
yang solid. Meski, persaingan akan ketat dan volatilitas dariharga komoditas
dapat menimbulkan tantangan terhadap margin emiten," kata Analis BRI Danareksa
Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina dalam risetnya yang
dipublikasi Rabu (5/3/2025).
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS)
menyematkan rekomendasi buy untuk empat saham ritel modern, yakni PT Mitra
Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan target harga Rp 2.000, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk
(MAPA) di target harga Rp 1.250, PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dengan
target harga Rp 1.100 dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) dengan target
harga Rp 540. Di sektor konsumer, sekuritas tersebut memberi rekomendasi buy
untuk lima saham, yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dengan target
harga Rp 14.000, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) di target harga Rp 8.800,
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dengan target harga Rp 1.800, PT Mayora Indah Tbk
(MYOR) dengan target harga Rp 3.050, dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul Tbk (SIDO) dengan target harga Rp 640, serta hold saham PT Unilever Indonesia
Tbk (UNVR) di target harga Rp 1.500. (Yetede)
Ekspansi Gerai di Luar Jawa Jadi Andalan Baru AMRT
Ekspansi Gerai di Luar Jawa Jadi Andalan Baru AMRT
Konglomerat Bersepakat, Bursa akan Bangkit Kembali, dan Badai pasti Berlalu
Sejumlah konglomerat pemilik perusahaan terbuka di pasar modal menyampaikan bahwa sejumlah emiten memiliki fundamental yang kuat di tengah tekanan global. Mereka menilai tren penurunan Indeks Harga Saham Gabungan justru menjadi momentum positif untuk meningkatkan investasi saham dalam jangka panjang. Para pemilik perusahaan besar di pasar modal menyampaikan pandangan tersebut kepada media seusai diundang dalam diskusi bersama OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (3/3). Diskusi itu menyoroti perkembangan pasar saham yang beberapa bulan terakhir ramai ditinggal investor asing.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir perdagangan bursa hari itu terkoreksi 7,9 % ke level 6.519 sejak awal 2025. Pengusaha seperti Garibaldi Thohir, mengaku masih percaya diri dengan pasar dalam negeri kendati mayoritas harga saham di bursa tengah anjlok seperti masa pandemi Covid-19. Penurunan harga saham, menurut dia, lebih dipicu sentimen terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump, yang terpilih kembali pada akhir 2024. Dalam kondisi tersebut, ia menyarankan investor untuk membeli saham berkinerja baik.
”Secara fundamental, banyak perusahaan di dalam negeri yang fundamentalnya bagus, value-nya murah, it’s time to buy,” ujar Presdir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) tersebut, kepada media. Konglomerat dari Grup Sinar Mas, Franky Oesman Widjaja, juga mengaku percaya diri dengan fundamental perusahaan terbuka di Indonesia. Kendati demikian, masih ada peluang besar bagi Indonesia untuk memperbaiki kinerja perusahaan hingga memperdalam pasar di bursa. Pebisnis perusahaan Grup Barito, Agus Salim Pangestu, mengakui fundamental perusahaan yang baik membantu kinerja keuangan perusahaan di bawah benderanya tetap tumbuh positif. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Kisruh Labuan Bajo Merusak Citra
04 Aug 2022 -
Masih Saja Marak, Satgas Tutup 100 Pinjol Ilegal
01 Aug 2022 -
ANCAMAN KRISIS : RI Pacu Diversifikasi Pangan
10 Aug 2022 -
HARGA PANGAN, Fenomena ”Lunchflation”
29 Jul 2022 -
Digitalisasi Keuangan Daerah
26 Jul 2022







