;

Astra International Hadapi Tantangan, tetapi Tetap Prospektif di 2025

Ekonomi Hairul Rizal 11 Mar 2025 Kontan
Astra International Hadapi Tantangan, tetapi Tetap Prospektif di 2025
Kinerja PT Astra International Tbk (ASII) diperkirakan tetap tumbuh pada 2025, meskipun mengalami perlambatan akibat beberapa tantangan ekonomi. Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Ahmad Iqbal Suyudi, menyoroti pelemahan daya beli masyarakat, tingginya suku bunga yang mempengaruhi penjualan kendaraan, serta harga batubara yang lemah sebagai faktor penghambat. Namun, peluang pertumbuhan tetap ada, terutama dari penjualan mobil bekas melalui OLXMobbi, karena masyarakat cenderung beralih ke kendaraan bekas di tengah daya beli yang menurun.

Analis Maybank Sekuritas, Paulina Margareta, menilai meskipun harga crude palm oil (CPO) masih tinggi, kontribusi sektor agribisnis terhadap laba ASII relatif kecil, sehingga tidak berdampak signifikan. Ia melihat sektor multifinance ASII akan menjadi pendorong utama kinerja perusahaan, khususnya dalam penjualan kendaraan baru dan bekas.

Di sisi lain, Analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi, memperkirakan adanya penurunan kinerja ASII pada 2025, dengan pendapatan diproyeksikan turun 1,03% menjadi Rp 327,5 triliun dan laba bersih turun 5,34% menjadi Rp 32,23 triliun. Analis BRI Danareksa, Richard Jerry, juga memangkas proyeksi penjualan mobil ASII pada 2025 menjadi 504.197 unit dan memperkirakan margin operasional turun akibat meningkatnya biaya pemasaran dan diskon.

Namun, bisnis otomotif ASII masih cukup tangguh, dengan pangsa pasar roda empat yang tetap di 56%, penjualan sepeda motor tumbuh 2% yoy menjadi 6,3 juta unit, dan dominasi kendaraan listrik hybrid mencapai 60% pangsa pasar.

ASII juga terus melakukan ekspansi, termasuk melalui anak usahanya, United Tractors (UNTR), yang memperkuat portofolio energi terbarukan dengan mengakuisisi 20,2% saham tambahan di PT Supreme Energy Rantau Dedap (SERD). Selain itu, ASII memperluas kehadirannya di sektor kesehatan dengan mengakuisisi 95,8% saham Heartology Cardiovascular Hospital dan meningkatkan kepemilikannya di Halodoc menjadi 31,3%.

Rekomendasi saham ASII tetap positif, dengan Akhmad menargetkan harga Rp 5.850, Ahmad Iqbal Rp 5.300, dan Paulina Rp 5.650.
Download Aplikasi Labirin :