Pariwisata
( 747 )Jatuh Bangun Akomodasi Online
Kepala Eksekutif Traveloka Ferry Unardi tak bisa memungkiri bila wabah corona menekan kegiatan operasional perusahaan cukup signifikan. Terbatasnya aktivitas masyarakat akibat pemberlakuan protokol kesehatan—baik yang diatur pemerintah maupun dilakukan secara mandiri—menyebabkan tingkat hunian hotel turun ke level terendah.
Untuk bisa meyakinkan masyarakat kembali berpelesiran, Ferry mengatakan, entitasnya bakal menjamin semua protokol kesehatan akan dijalankan. Traveloka baru saja mengumumkan kepercayaan dari para investornya dengan adanya suntikan dana baru senilai Rp 3,6 triliun. Pendanaan ini akan memperkuat upaya Traveloka untuk bangkit dengan tetap memberdayakan mitra dan semua pemangku kepentingan. Pekan lalu, Oyo Rooms pusat di India menjalin kerja sama bisnis dengan Unilever untuk menyediakan alat sanitasi untuk memenuhi protokol kesehatan wabah corona. Country Head Emerging Business Oyo Hotels and Homes Indonesia, Eko Bramantyo, mengatakan pada Maret okupansi hotel mitra Oyo rata-rata turun hingga 60 persen.
Pemerintah menyatakan bakal mengedepankan pembenahan sektor pariwisata sebagai sektor prioritas untuk menangani wabah corona. Kementerian Perhubungan tengah berupaya agar pelonggaran administrasi seperti surat izin moda transportasi udara dihapuskan. Maskapai Grup Lion Air, hingga kemarin, terus menambah titik bagi penumpang untuk melakukan pendeteksian dini corona (rapid test) menjadi 40 titik keberangkatan. Maskapai berbiaya murah lainnya, yakni Citilink, bahkan berani memberi promo gratis rapid test, meskipun dengan jumlah yang terbatas, agar bisa mendongkrak okupansi penumpang.
Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri, mengatakan industri penerbangan dan perhotelan memiliki batasan okupansi minimal 60 persen dan 50 persen untuk bisa bertahan dalam krisis. Tapi, untuk meningkatkan okupansi tersebut, kepastian aspek kesehatan bagi pelancong juga diperlukan.
Traveloka Raih Dana Segar USD 250 juta
Perusahaan penyedia layanan pemesanan tiket pesawat dan hotel secara daring, Traveloka, meraih putaran pendanaan terbaru senilai US$ 250 juta yang dipimpin oleh sebuah institusi keuangan global. Startup berstatus unicorn ini juga mendapat dukungan dari investor sebelumnya, yakni EV Growth, dalam pendanaan tersebut. Co-founder dan CEO Traveloka Ferry Unardi mengatakan, pihaknya tidak dapat memungkiri, Traveloka sangat terpengaruh dengan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan bisnis perseroan berada di titik terendah yang belum pernah terjadi sejak perusahaan pertama kali berdiri. Meskipun masih berada di tahap awal pemulihan, lanjut dia, pasar terus memperlihatkan momentum yang menjanjikan dengan kemajuan dari minggu ke minggu, terutama untuk lini bisnis akomodasi dengan kemunculan tren berlibur jarak dekat. Traveloka akan bangkit kembali dengan Industri perjalanan, lanjut dia, juga dengan adanya penyesuaian strategi bisnis mengalami masa sulit yang belum pernah secara cepat, bekerja sama dengan terjadi sebelumnya, termasuk Traveloka.
Sementara itu, Managing Partner EV Growth Willson Cuaca mengatakan, krisis akibat Covid-19 merupakan yang terbesar untuk generasi saat ini, baik dari sisi keuangan maupun kemanusiaan. Situasi ini merupakan bentuk dari penyesuaian ulang yang memaksa para pelaku bisnis untuk memikirkan kembali rencana, strategi dan model bisnis mereka. Dana segar yang dikucurkan diharapkan dapat memperkuat neraca keuangan Traveloka dan memperdalam penawaran Traveloka untuk sejumlah lini produk yang diprioritaskan. Produk yang diprioritas tersebut mencakup pengembangan portofolio layanan produk perjalanan dan gaya hidup di pasar-pasar utama. Tak luput, Traveloka turut melakukan perluasan bisnis di layanan keuangan untuk memberikan dukungan yang lebih baik bagi ekosistem aplikasi perjalanan dan gaya hidup.Turis Asing Seret, Turis Lokal Menjadi Bidikan
Pemerintah mulai menyusun strategi untuk menumbuhkan roda ekonomi di masa pandemi setelah unsur kesehatan dan ekonomi berjalan beriringan dengan pembentukan Komite Kebijakan. Salah satu targetnya adalah mendongkrak pariwisata. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bilang, saat ini, sektor pariwisata mendapatkan hantaman selama pandemi. Akibatnya sekitar 2.000 hotel terpaksa menghentikan operasional dan membuat lebih dari 180.000 tenaga kerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di PHK dan dirumahkan. Pemerintah kini berupaya agar bisnis wisata bisa tumbuh lagi. Karena susah mengundang wisatawan asing, pemerintah kini fokus menggarap turis domestik.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Wishnutama Kusubandio berharap para pengelola wisata serta perhotelan juga tetap menerapkan protokol kesehtan. Ia juga melihat beberapa daerah sudah siap dalam melaksanakan protokol kesehatan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menjelaskan sektor perhotelan dan restoran sudah siap menerapkan protokol kesehtan, meski diakui menambah anggaran operasional 10%.
Digitalisasi Objek Wisata Bali - Pandawa Memulai Transaksi Pembayaran Lewat Gawai
Pantai yang pada era 2000-an terkenal sebagai lokasi produksi rumput laut ini, sejak 9 Juli 2020 telah dibuka untuk masyarakat lokal setelah lebih dari 3 bulan ditutup karena pandemi Covid-19, seiring turunnya Surat Edaran Gubernur Bali No. 3355/2020 tentang Tatanan Era Baru Sektor Pariwisata. Dalam beleid tersebut, tempat pariwisata diizinkan dibuka dengan syarat tetap mengikuti protokol kesehatan dan menggunakan transaksi nontunai sebagai salah satu syarat. Dengan aturan ini pula, kini pedagang makanan hingga penyewaan papan kano dan payung serta pembayaran tiket masuk ke kawasan wisata ini bisa menggunakan QRIS.
Dengan metode ini, pengunjung cukup membawa gawai berisikan saldo di dompet digitalnya sebagai alat bayar transaksi. Pandawa menjadi lokasi pertama objek wisata yang dikelola desa adat menerapkan QRIS. Bendesa Adat Kutuh I Nyoman Mesir mengatakan digitalisasi layanan di objek wisata milik desanya difasilitasi oleh Bank Indonesia dan Bank Mandiri. Untuk tahap awal pihaknya sudah menjangkau 50 pedagang di Pantai Pandawa.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa menuturkan penggunaan metode cashless ini bagian dari solusi agar pariwisata dan kesehatan tetap dapat berjalan beriringan di era pagebluk.
Regional CEO Bank Mandiri XI wilayah Bali dan Nusa Tenggara Herinaldi mengatakan penerapan sistem pembayaran nontunai akan mengurangi kemungkinan terjadinya kontak fisik dan penggunaan uang tunai sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19. Di samping itu, sistem ini diharapkan dapat membiasakan masyarakat setempat untuk bertransaksi secara nontunai serta akan meningkatkan kemudahan dalam melakukan pembayaran.
Saat ini, Aldi menambahkan Bank Mandiri wilayah Bali dan Nusa Tenggara memiliki lebih dari 15.000 nasabah yang telah menggunakan QRIS dan tersebar di Bali, NTB dan NTT.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Trisno Nugroho menilai penggunaan QRIS di objek wisata di daerah ini merupakan kebutuhan wajib karena akan berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan daerah maupun pengelola. Hal itu bisa terjadi karena sistem ini memungkinkan transparansi, efektif dan efisien serta aman. Ditambah lagi, sistem ini sudah familiar di kalangan milenial yang kini menjadi potensi pengunjung terbesar.
Pembukaan Bioskop Perlu Persiapan Serius
Pembukaan bioskop di seluruh Indonesia pada 29 Juli 2020 memerlukan persiapan yang matang. Pembahasan panduan teknis protokol kesehatan baru akan dibahas pada tanggal 10 Juli 2020. Namun, masing-masing pengelola bioskop wajib memperhatikan arahan pemerintah daerah sebelum membuka bioskop. Dewan ketua pengurus pusat Gabungan Pengelola Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) yang mewakili pengusaha bioskop Cinema XXI, CGV, CInepolis, Dakota Cinema, Platinum dan New Star CIneplex Djonny Syaruddin berharap pada tanggal 29 Juli 2020, 60%-70% dari total bioskop yang ada di Indonesia sudah bisa buka kembali.
Kunjungan Naik, Tapi Masih Jauh dari Normal
Kota Bandung sudah memasuki fase adaptasi kebiasaan baru (AKB). Sejumlah objek wisata diperbolehkan beroperasi kembali, dengan penerapan protokol kesehatan. Salah satunya Bandung Zoological Garden (Bazoga). Pekan lalu, pengelola Bazoga mendapat lampu hijau dari Pemerintah Kota Bandung untuk bisa ber operasi. Sejak Sabtu (27/6), Bazoga mulai menerima kembali kunjungan wisatawan.
Marketing Communication Bazoga, Sulhan Syafi'i, yang akrab disapa Aan, mengatakan, pada hari pertama beroperasi kembali, jumlah pengunjung baru sekitar 278 orang. Pada Ahad, jumlahnya meningkat menjadi 1.060 orang. Namun, jumlah pengunjung yang datang ke Bazoga masih terbilang sedikit dibandingkan dengan kondisi normal sebelum pandemi. Biaya tiket masuk ke Bazoga disebut tidak berubah. Namun beberapa fasilitas masih ditutup. Jumlah pengunjung pun masih dibatasi setengah dari kapasitas dan harus mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak fisik. Seluruh petugas di Bazoga juga dilengkapi dengan masker dan penutup wajah.
Bazoga kini tengah mendapat titipan untuk merawat Si Abah. Si Abah merupakan macan tutul (Panthera pardus) yang tertangkap warga di kawasan kaki Gunung Sawal, wilayah Desa Cikupa, Kamis pekan lalu. Kondisinya disebut stres berat. Setidaknya terlihat dari fesesnya yang cair. Sekarang kondisi macan tutul itu disebut mulai membaik. Si Abah terlihat tenang dan lebih stabil. Sudah mulai pulih dan sehat. Si Abah ditangani oleh tim dokter dan perawat satwa di Bazoga.
Berdasarkan penjelasan Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah III Ciamis, Andi Witria, Si Abah dilaporkan tertangkap oleh warga. Diduga macan tutul itu sempat memakan ternak milik warga. Si Abah disebut dimasukkan ke dalam kerangkeng besi dan menjadi tontonan masyarakat. Hal itu dinilai membuat Si Abah stres.Bukan kali ini saja Si Abah tertangkap oleh warga. Sejumlah warga meminta macan tutul itu tidak dilepasliarkan kembali di kawasan Gunung Sawal karena dikhawatirkan turun ke kawasan per mukiman.
Sektor Pariwisata Diincar
Himpunan Bank-Bank Milik Negara atau Himbara optimistis kredit dari dana yang ditempatkan pemerintah dapat terserap, sektor yang dibidik adalah penggerak perekonomian negara. Himbara memprioritaskan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai target ekspansi kredit. Himbara akan jeli mengukur dan menyeimbangkan pasokan dan permintaan kredit agar resiko bisa terkendali.
Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Royke Tumilar menyatakan pembiayaan akan disalurkan secara selektif. Sementara itu Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk Herry Sidharta mengatakan mengutamakan kredit ke dektor padat karya. Pada kesempatan yang sama Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahal N Mansury menyatakan, akan menyalurkan dana pemerintah untuk sektor perumahan dan kontruksi.
Secara terpisah ekonom PT Bank Permata Tbk Josua Pardede, menilai penyaluran dana dari pemerintah yang ditambah tiga kali lipat oleh perbankan bisa terserap oleh sektor rill. Josua memaparkan, keputusan pemerintah menempatkan dana di Himbara sudah tepat sebab berdasarkan data OJK, lebih dari 50 persen kredit UMKM di Indonesia di kucurkan bank BUMN.
Salah satu sektor yang dibidik bank BUMN adalah pariwisata, namun pemulihan sektor ini diperkirakan memakan waktu lama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada 163.646 kunjungan wisatawan mancanegara (wisman)ke Indonesia pada Mei 2020 atau anjlok 86,9 persen secara tahunan. Pemerintah sudah mulai melakukan langkah pemulihan tapi tampaknya akan tetap membutuhkan waktu,” kata Kepala BPS Suhariyanto.
Silaturahmi dan Berwisata paling dinanti
Kuatnya budaya kekeluargaan di Indonesia membuat publik merindukan silaturahmi secara langsung yang tidak dapat dilakukan selama masa pembatasan sosial berskala besar. Silaturahmi dan berwisata menjadi keinginan terbesar yang hendak dilakukan jika pembatasan sosial berakhir.
Selama PSBB berlangsung, terlihat publik melakukan beberapa kebiasaan baru. Jajak pendapat Kompas pada 16-23 Mei 2020 menunjukkan, imbauan pemerintah untuk melakukan segala aktivitas di rumah diikuti sebagian besar responden. Aktivitas yang dilakukan di rumah antara lain beribadah, berolahraga, dan berbelanja. Khusus soal belanja, Responden yang sebelumnya tak pernah berbelanja secara daring sekarang memilih cara itu.
Seiring rencana penerapan normal baru yang ditandai dengan pelonggaran secara bertahap, Hingga 31 Mei, 102 pemerintah kota/kabupaten yang tersebar di 23 provinsi diberi kewenangan menerapkan tatanan normal baru oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Pemerintah pusat berpesan bahwa keberhasilan penerapan normal baru tergantung dari kedisiplinan masyarakat.
Silaturahmi Silaturahmi menjadi kegiatan yang paling banyak dinantikan untuk bisa dilakukan publik pada saat PSBB berakhir. Silaturahmi kepada keluarga, kerabat, dan teman menjadi aktivitas yang disebutkan oleh 42,7 persen responden. Dimana sebagian besar menyatakan belum puas dengan silaturahmi secara daring (online) yang dilakukan saat Idul Fitri lalu akibat kebijakan PSBB. Aktivitas silaturahmi secara fisik sangat dirindukan terutama oleh kalangan milenial Dewasa sampai Baby Boomer (berusia > 31 tahun). Rencana terbesar kedua adalah berwisata dengan 13,5 persen responden yang diungkapkan paling banyak oleh generasi milenial muda (<30 tahun) dan diikuti generasi milenial matang (31-40 tahun).
Kota Yogyakarta, Denpasar, Bandung, Malang, Jakarta, Medan, Lampung, dan Kendari menjadi beberapa kota yang paling banyak disebut akan dikunjungi setelah PSBB berakhir. Sementara itu, tempat wisata, seperti Pantai Kuta, kawasan Puncak Bogor, Dunia Fantasi Ancol, Candi Borobudur, Danau Toba, dan Gunung Bromo, menjadi tempat favorit yang disebut-sebut hendak segera dikunjungi.
Peluang emas ini harus dimanfaatkan oleh industri pariwisata. Penerapan protokol keamanan dan kebersihan, higienitas, serta saluran penjualan yang lebih menyesuaikan dengan karakter pelanggan menjadi kunci untuk bangkit menyambut gelombang wisatawan. Sepanjang protokol kesehatan dijalankan dan dipatuhi, sektor pariwisata diharapkan kembali bergairah.
Selain aktivitas bepergian, aktivitas ibadah di masjid, gereja, dan tempatibadah lain juga dirindukan sebagian responden, termasuk perjalanan ibadah, seperti ziarah, umrah, dan naik haji.
Pengusaha Hotel Kaji New Normal
Pebisnis
perhotelan siap beroperasi kembali di tengah kondisi new normal atau
kenormalan baru yang mulai digulirkan pemerintah. Namun pengusaha perhotelan
masih mencari prosedur operasional hotel yang sesuai dengan konsep new
normal. Andhy Irawan, CEO Dafam Hotel Management (DHM) menyatakan masih fokus
merancang standar operasional dimana harus meningkatkan kebersihan, aspek
higienis dan memperkuat pencegahan dari penyebaran virus korona. DHM juga tak
buru-buru membuka hotel yang tutup akibat pandemi korona. Sejauh ini, Dafam
hanya menutup sementara satu hotel di Gili, Lombok. PT Menteng Heritage Realty
Tbk (HRME) juga masih mengkaji konsep new normal untuk operasional
hotel ke depan sebagaimana dikonfirmasi Corporate Secretary HRME, Jessica.
HRME masih menutup sementara operasional The Hermitage hingga situasi kondusif
namun tetap membuka operasional hotel bintang 3, Pomelotel, dengan fokus
membuka dapur dan jasa pesan-antar makanan untuk perkantoran yang masih
beroperasi di masa PSBB.
Enam Sektor Jasa Wisata Uji Protokol Normal Baru
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memprioritaskan enam bidang usaha yang akan beroperasi pertama kali saat protokol tatanan baru atau new normal di sektor pariwisata berjalan. Enam bidang itu adalah jasa akomodasi; jasa makanan dan minuman; jasa daya tarik wisata; jasa perjalanan; penyediaan fasilitas seni; serta produksi film, televisi, video, dan iklan.
Deputi Kajian Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kurleni Ukar, mengatakan sudah menyiapkan draf protokol umum dan khusus, termasuk prosedur tambahan untuk pelaku usaha, pekerja, serta pengunjung.
Menurut Kurleni, protokol baru ini belum mengikat sehingga terbuka terhadap masukan dari asosiasi setiap bidang usaha dan lembaga lain. Pemberlakuannya juga masih harus menunggu aturan serta disinkronkan dengan regulasi di daerah. Kementerian Pariwisata juga menyusun panduan dalam bentuk buku, infografis, dan video tutorial.
Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Dampak Covid-19 Kementerian Pariwisata, Ari Juliano, mengatakan lembaganya tidak akan buru-buru membuka destinasi wisata, khususnya untuk turis mancanegara. Alasannya, volume kunjungan wisatawan yang sedang buruk.
Akhir bulan lalu, Ari mengumumkan program Cleanliness, Health, and Safety (CHS) yang berisi standardisasi kebutuhan wisatawan. Program itu bakal digelar bertahap di Bali, Yogyakarta, dan Kepulauan Riau, sebelum kemudian berlangsung di sejumlah destinasi super-prioritas dan ke seluruh Indonesia.
Pilihan Editor
-
Penjualan Sepeda Melonjak
09 Jul 2020 -
Ponsel Pintar Menggerus Penjualan Kamera Digital
06 Jul 2020 -
Sepeda Listrik SLIS Ngebut di New Normal
07 Jul 2020









