Pariwisata
( 747 )Banting Setir Bus Pariwisata
Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jawa-Bali yang berlaku mulai hari ini hingga 20 Juli mendatang mengancam bisnis bus pariwisata. Tjahjo Wibowo, Direktur Operasional PT Metro Multi Transportasi, yang mengelola bus premium Manhattan, mengatakan gelombang pengembalian tiket (refund) dari calon penumpang terus meningkat dalam sepekan terakhir.
Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berlaku pada April hingga Juli 2020 omzetnya anjlok hingga 36 persen juga karena refund. Tjahjo menyatakan permohonan pengusaha bus untuk mendapat insentif dari pemerintah guna menjaga arus kas tak pernah berhasil.
Pemilik perusahaan otobus (PO) Sumber Alam, Anthony Steven Hambali, mengatakan sedang menggarap layanan baru, yaitu kursus menyetir. Di luar masa pandemi Covid-19, Sumber Alam mengoperasikan 40 unit bus rute Jakarta -Yogyakarta. Sisanya tersebar di rute antarkota dalam provinsi (AKDP) maupun untuk wisata.
Pemerintah Tunda Program Promo Wisata
Pemerintah menunda sejumlah program pemulihan ekonomi yang berkaitan dengan sektor wisata pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan beberapa program, seperti "Work from Bali", pembukaan Bali kembali, wisata vaksin di Bali, Travel Corridor Arrangement, dan beberapa event wisata di daerah lokasi PPKM, akan ditunda.
Sandiaga menyatakan akan menyesuaikan programnya dengan situasi dan regulasi yang ditetapkan saat ini. Namun, kata dia, untuk mitigasi dari dampak PPKM darurat, Kementerian Pariwisata akan mempercepat penyaluran dana hibah, insentif pemerintah, dan bantuan sosial lainnya.
PPKM darurat berlaku pada 3-20 Juli di 121 kabupaten/kota dengan tingkat penularan Covid-19 tinggi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pun menginstruksikan penutupan semua destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif untuk sementara waktu.
Kunjungan Wisman ke Indonesia Turun 77,62 Persen
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara atau wisman selama Januari-Mei 2021, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), hanya mencapai 664.536 kunjungan. Jumlah ini turun 77,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020, yaitu sekitar 2,96 juta kunjungan. Kepala BPS Margo Yuwono, Kamis (1/7/2021), di Jakarta, mengatakan di sepanjang 2016-2019, khususnya setiap periode Januari-Mei tiap tahunnya, selalu terjadi kenaikan kunjungan.
Jejaring Usaha Ekosistem Pariwisata
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang membentuk jaringan usaha yang akan menghubungkan bisnis anggota holding atau usaha gabungan bidang pariwisata.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga, mengatakan pembentukan holding perhotelan yang menggabungkan lebih dari 20 aset hotel dan akomodasi merujuk pada paparan program holding pariwisata yang disosialisasi oleh Kementerian BUMN pada Oktober 2020, skema peryatuan usaha itu akan melibatkan berbagai BUMN dan anak usahanya.
Entitas utama yang akan bergabung adalah PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Inna Hotels and Resorts yang dikelola PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Sarinah (Persero), PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) alias Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), serta Taman Wisata Candi (TWC). Adapun PT Survai Udara Penas (Persero) ditunjuk sebagai induk holding.
Keanggotaan holding terbagi dalam empat kluster. Bila sesuai dengan rencana, kluster bandara dipegang Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II. Sementara itu, kluster penerbangan digarap Garuda Indonesia dan Pelita Air Service. Ada juga kluster manajemen destinasi yang beranggotakan lima korporasi, termasuk ITDC. Kluster terakhir terkait dengan servis aviasi dan logistik yang ditangani 11 entitas, termasuk PT Sarinah dan beberapa anak usaha BUMN.
Tiket.com Cetak Lonjakan Pemesanan Kamar Hotel 122%
Jakarta - Salah satu online travel agent (OTA), Tiket.com, menerima lonjakan pemesanan kamar hotel sebesar 122% kuartal IV-2020, dibandingkan kuartal sebelumnya. Jika ditambah pemesanan kamar villa, terjadi kenaikan sebesar 118%. Saat ini Tiket.com fokus membantu pemulihan pariwisata nasional. Perusahaan ini berkolaborasi dengan kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemanparekraf) yang sudah membuka lebar peluang untuk bekerja sama dalam hal meningkatkan okupansi di daerah-daerah wisata, khususnya di lima destinasi super prioritas.
Pemulihan berjalan lambat, tetapi pasti. Jika dahulu banyak memprediksi pemulihan akan berlangsung selama enam bulan, satu atau 2 tahun, hal itu menandakan ada kepastian, pariwisata akan kembali pulih. Pergerakan pemesanan semakin positif, khususnya di Tiket.com yang selalu berkolaborasi dengan pemerintah agar kebijakan perusahaan tidak berlawanan dengan pemerintah. Tiket.com tidak mempromosikan mudik, melainkan selalu menerapkan protokol kesehatan jika masyarakat berpergian. Sebab, pada peraturannya, masyarakat masih bisa bepergian pada periode Lebaran, bila sesuai dengan syarat yang berlaku.
(Oleh - IDS)
50 Investor Minati KEK Likupang
Jakarta - Sebanyak 50 investor menjajaki peluang investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, Sulawesi Utara. KEK Pariwisata yang masuk dalam lima destinasi super prioritas itu, tengah dikebut pembangunannya dan ditargetkan mampu menyerap investasi hingga 5 triliun serta 65 ribu tenaga kerja baru. Investor yang masuk ke KEK Likupang bisa membuat model terobosan pengembangan kawasan melalui industri dan jasa pariwisata bertaraf internasional. Sehingga, dapat menjadikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sektor unggulan dalam penciptaan lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
KEK Likupang menjadi salah satu dari lima destinasi super prioritas yang mendapat perhatian penuh dari pemerintah dalam pembangunannya, khususnya terkait infrastruktur seperti jalan, air, dan listrik. Salah satu yang menjadi perhatian khusus Menparekraf adalah jaringan telekomunikasi yang masih perlu ditingkatkan. Pembangunan KEK Likupang tidak hanya terbatas kepada meningkatnya pendapatan daerah dan masyarakat sekitar, tetapi juga harus meningkatan kualitas hidup masyarakat, serta sosial budaya dan lingkungan terjaga dengan baik.
(Oleh - IDS)
Distribusi Tenaga Kerja di Bali, Pekerja Wisata Beralih Jadi Petani
Bisnis, Denpasar - Pandemi virus corona mengubah peta distribusi pekerja di Bali yang selama ini menjadi magnet utama sektor pariwisata di Indonesia. Bank Indonesia (BI) mencatat distribusi tenaga kerja di Bali mengalami perubahan dengan penurunan pekerja sektor akomodasi, makanan, minuman dan peningkatan jumlah pekerja di sektor pertanian. Pandemi Covid-19 memaksa pekerja di Bali beralih ke sektor pertanian setelah sektor akomodasi, makanan dan minuman belum menjanjikan lagi.
Perubahan jumlah tenaga kerja di Bali berpengaruh pada distribusi tenaga kerja per sektor. Sektor akomodasi, makanan dan minuman yang semula memiliki porsi 18,3% pada 2019 pada tahun berikutnya turun menjadi 9,8%. Pada 2019, tingkat penggangguran di Bali menjadi nomor satu terendah di Indonesia. Pada 2020 peringkat Bali anjlok menjadi ke-18 penggangguran terendah di Indonesia.
Kepala Bidang Bina Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Bali berencana menyiapkan pelatihan tenaga kerja di luar sektor pariwisata menyusul banyaknya masyarakat yang beralih kerja ke sektor pertanian. Penambahan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian tidak serta-merta menunjukkan peningkatan jumlah petani. Pekerja di Bali dinilai hanya menjadikan sektor pertanian sebagai usaha sampingan. Pandemi yang terjadi sejak tahun lalu mendorong pekerja beralih dan menjadikan sektor pertanian sebagai pekerjaan utama. Dengan pola distribusi sektor kerja di Bali yang mengalami perubahan, dia berencana membuat pelatihan atau peningkatan kompetensi kerja selain sektor pariwisata. Balai Latihan Kerja (BLK) di Bali memiliki tugas untuk memberikan peningkatan kompetisi khusus di sektor pariwisata.
(Oleh - IDS)
Membangun Wajah Baru Turisme
Ambruknya perjalanan internasional tahun lalu mewakili perkiraan kerugian 1,3 triliun dollar AS dalam pendapatan ekspor. Menurut Organisasi Pariwisata Dunia PBB (UNWTO), angka itu lebih dari 11 kali kerugian yang tercatat selama krisis ekonomi global tahun 2009.
Khusus di Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2020 hanya 4,022 juta kunjungan atau turun 75,03 persen dibandingkan tahun 2019 yang tercatat 16,1 juta kunjungan.
Sepanjang tahun lalu, selain transportasi yang terkontraksi 15,04 persen, sektor akomodasi dan makan minum tumbuh minus 10,22 persen. Di Indonesia, keduanya menjadi sektor yang paling terdampak oleh pandemi seiring dengan pembatasan pergerakan masyarakat guna menekan penyebaran virus.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, fokus pemerintah pada tahun 2021 ini adalah menjaga agar pelaku usaha dan pekerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) tidak mengalami kehancuran permanen.
Pada tahun 2021, pemerintah mengusulkan anggaran Rp 9,4 triliun untuk sektor pariwisata. Adapun anggaran dana hibah pariwisata Rp 2,7 triliun sampai Rp 3,7 triliun, sedikit naik dari alokasi pada 2020 sebesar Rp 3,3 triliun. Pasca-dugaan korupsi dana hibah di daerah, pemerintah akan mengevaluasi tata kelola penyalurannya lewat pembenahan pendataan.
Daerah lain yang ditargetkan menjadi destinasi pariwisata prioritas adalah Wakatobi, Raja Ampat, Bangka Belitung, Bromo-Tengger-Semeru, dan Morotai.
Terkait arah pariwisata ke depan, Sandiaga membenarkan, pandemi akan menjadi titik balik dalam mengubah industri pariwisata yang lebih baik. Saat ini, pemerintah sedang membahas pengembangan wisata sehat (wellness tourism), seperti kegiatan yoga dan meditasi serta wisata spiritualitas untuk mencari ketenangan diri. Pemerintah sedang mendorong program rumah kedua (second home) melalui pemberlakuan visa jangka panjang hingga lima tahun.
Insentif Pariwisata Berlanjut Tahun Ini
Pemerintah melanjutkan stimulus sektor pariwisata. Salah satu bentuk stimulus tersebut adalah hibah pariwisata, yang merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 yang pada tahun lalu telah terserap 70% untuk segmen hotel dan restoran.
Pada 2020, dana hibah pariwisata yang merupakan bagian dari PEN 2021 tercatat sebesar Rp 3,3 triliun. Selain itu, pemerintah akan melanjutkan berbagai program stimulus dalam rangka PEN yang sudah berjalan pada tahun lalu, misalnya subsidi bunga, restrukturisasi kredit, dan KUR Pariwisata.
Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran bilang sektor pariwisata adalah salah satu sektor yang paling sulit bertahan saat ini.
Apalagi, menurut Maulana, pada awal tahun ini justru sektor pariwisata memasuki low season dimana masyarakat justru tidak melakukan perjalanan wisata. Apalagi, pemerintah baru saja memperpanjang kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).
Wisman ke Sumut Capai 54 Kunjungan, Naik 22,73%
Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung di Sumatera Utara melalui 4 pintu masuk pada Desember 2020 mencapai 54 kunjungan, mengalami kenaikan 22,73% dibanding November 2020 mencapai 44 kunjungan.
Hal itu diungkapkan Kepala BPS (Badan Pusat Statistik ) Propinsi Sumut Syech Suhaimi dalam keterangannya pada wartawan secara virtual, Selasa (2/2).
Melalui pintu masuk Bandar Udara Kualanamu ada kenaikan kunjungan jumlah wisman tertinggi pada Desember 2020 sebesar 22,73 %. Namun jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk Bandar Udara Silangit, Pelabuhan Laut Belawan dan Pelabuhan Laut Tanjungbalai Asahan tidak ada perubahan.
Dari sepuluh negara pasar utama wisman pada Desember 2020, katanya, Malaysia masih mendominasi jumlah wisman yang datang di Sumatera Utara yaitu 38,89% atau 21 kunjungan diikuti Singapura dan India masing-masing 7,41 %, Australia dan Thailand masing-masing 3,70%, diikuti Mesir, Belgia, Jerman, Belanda dan Spanyol masing-masing 1,85%.
Pilihan Editor
-
Ekspor Perikanan Rp 72,8 T
10 Feb 2021 -
China Masih Dominasi Ekspor Impor RI
16 Feb 2021 -
53,6 Ton Tuna Diekspor ke As dan Jepang
08 Feb 2021









