;

UMKM Expo (RT) BRILIANPRENUER

Yuniati Turjandini 05 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus memperkuat komitmen membawa UMKM Indonesia go global melalui UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 yang berlangsung pada 1-31 Desember 2022. Acara ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT BRI ke-127 dan puncak UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 akan diselenggarakan secara offline pada 14-18 Desember 2022 di Jakarta Convention Center (JCC). Pada kegiatan ini BRI menghadirkan lebih dari 500 UMKM terpilih. Pemilihan peserta UMKM juga mempertimbangkan aspek-aspek Environmental, Social, Governance (ESG). BRI sebagai role model penerapan prinsip-prinsip ESG juga mendorong pelaku UMKM untuk mampu tumbuh berkelanjutan. Implementasi prinsip ESG dalam proses produksi meliputi kegiatan pemberdayaan perempuan, pengelolaan limbah, dan inklusivitas menjadi penilaian dalam memilih UMKM terpilih di ajang UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2022 tahun ini. (Yetede)

Investor Baru Proyek IKN Diharapkan Masuk Pada Semester 11-2023

Yuniati Turjandini 05 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berharap investor baru baik dari dalam negeri maupun internasional mulai masuk ke proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada kuartal II-2023. Sementara itu, Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menyatakan sebanyak 21 negara di Uni Eropa tertarik untuk berinvestasi di IKN. “Nanti pada kuartal kedua tahun depan, diharapkan mereka (investor) baru masuk,” ujar Menteri Basuki di Jakarta, Minggu (4/12/2022). Menteri Basuki mengakui banyak investor yang sudah mengirimkan letter of intent (LoI) untuk berinvestasi pada pembangunan IKN baik yang ditujukan kepadanya maupun Otorita IKN. Saat ini, lanjut dia, pihaknya sedang menyiapkan pengembangan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) wilayah 1B dan 1C serta berfokus pada pengembangan KIPP untuk perkantoran. (Yetede)

BNPB: 1.979 Juta Jiwa Mengungsi Akibat Awan Panas Semeru

Yoga 05 Dec 2022 Investor Daily (H)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik setelah adanya luncuran awan panas guguran (APG) dan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jatim, Minggu (4/122). Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari merinci 11 titik pengungsian itu meliputi 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip. “Kemudian, 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip, 131 jiwa di Balai Desa Penanggal, 52 jiwa di Pos Gunung Sawur, 216 jiwa di Balai Desa Pasirian, 150 jiwa di Lapangan Candipuro, 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro dan sisanya di SMPN 2 Pronojiwo,” kata Muhari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (4/12).

Gunung Semeru di wilayah Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, Jatim, memuntahkan awan panas guguran pada Minggu (4/12) sejak pukul 02.46 WIB sejauh tujuh kilometer. Awan panas guguran tersebut berlangsung menerus dan hingga pukul 06.00 WIB jarak luncur mencapai 7 km dari puncak ke arah Besuk Kobokan. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG Hendra Gunawan meminta agar tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari puncak dan sektoral arah tenggara (Besuk Kobokan dan Kali Lanang) sejauh 19 km dari puncak. “Status Gunung Semeru dinaikkan dari Siaga (Level 3) menjadi Awas (Level 4) terhitung hari Minggu 4 Desember 2022 pukul 12.00 WIB,” kata Hendra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (4/12). (Yoga)


Krakatau Steel Percepatan Pelunasan Utang Rp 26 T

Yuniati Turjandini 05 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berencana mempercepat pelunasan utang sebesar US$ 1,7 miliar atau setara Rp 26,2 triliun pada 2027 dari target semula sekitar 2050. Percepatan pembayaran akan dilakukan melalui restrukturisasi, keuntungan operasional, dan penjualan aset perseroan. “Kalau hanya mengandalkan keuntungan operasional tanpa perjanjian restrukturisasi, utang baru terlunasi selama 40 tahun. Dengan ditambah restrukturisasi bisa dilunasi dalam waktu 17 tahun pada 2027,” kata Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim kepada Investor Daily, Minggu (4/12/2022). Emiten baja tersebut memiliki kewajiban utang senilai US$ 2,2 miliar yang harus dibayarkan dalam tempo 40 tahun. Dan berdasarkan perjanjian restrukturisasi yang ditandatangani perseroan pada periode 2019-2020, KRAS telah berhasil memenuhi kewajiban utang sebesar US$ 487 juta atau setara Rp 7-8 triliun, termasuk pembayaran beban hutang tahunan dari total utang. (Yetede)

Investasi Tahun 2023 Tergantung Stabilitas Politik

Yuniati Turjandini 05 Dec 2022 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Pemerintah menargetkan investasi tahun 2023 mencapai Rp 1.400 triliun, dibandingkan target tahun ini sebesar Rp 1.200 triliun. Pencapaian target investasi tahun depan tergantung stabilitas politik dan ekonomi. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan, tahun ini, penanaman modal asing (PMA) tumbuh pesat. Alasannya, pemodal asing menilai Indonesia adalah negara tujuan investasi menjanjikan, karena mempunyai stabilitas yang baik. “Itu artinya, target investasi tahun 2023 bisa tercapai jika ada stabilitas politik dan ekonomi,” kata Bahlil dalam pertemuan dengan para pemred nasional, Sabtu (03/12/2022) malam di Jakarta. Berdasarkan catatan Investor Daily, kampanye pemilu 2024 dimulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Setelah itu, akan memasuki masa tenang selama tiga hari, dari 11-13 Februari 2024. Tahapan selanjutnya yaitu pemungutan suara pada 14 Februari 2024. Berdasarkan catatan Investor Daily, kampanye pemilu 2024 dimulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Setelah itu, akan memasuki masa tenang selama tiga hari, dari 11-13 Februari 2024.  Tahapan selanjutnya yaitu pemungutan suara pada 14 Februari 2024. (Yetede)

OPEC+ Mempertahankan Produksi Minyak Dua Juta BPH

Yuniati Turjandini 05 Dec 2022 Investor Daily (H)

LONDON, ID – OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, menyatakan setuju mempertahankan target produksi minyaknya sebesar 2 juta barel per hari (bph) dalam pertemuan yang berlangsung pada Minggu (4/12/2022). Keputusan diambil menyusul kondisi pasar minyak yang sedang berupaya menilai dampak dari perlambatan ekonomi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terkait permintaan, dan pembatasa harga oleh kelompok G7 terhadap pasokan minyak Rusia. OPEC+ berpendapat bahwa pihaknya telah memangkas produksi karena prospek ekonomi yang lebih lemah. Apalagi harga minyak telah menurun sejak Oktober akibat perlambatan pertumbuhan di Tiongkok dan global, serta suku bunga yang lebih tinggi turut mendorong spekulasi pasar bahwa kelompok tersebut dapat memangkas produksi lagi. (Yetede)

Kans NetApp Dari Pesatnya Ekonomi Digital

Yuniati Turjandini 05 Dec 2022 Tempo (H)

Pertumbuhan digitalisasi didalam negeri membawa angin segar untuk NetApp Indonesia, perusahaan global penyedia perangkat lunak berbasis komputasi awan. Melansir laporan e-Conomy 2022 yang dikeluarkan Google, Temasek, dan Bain, ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$ 77 miliar tahun ini, naik 22% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$ 63 miliar. Nilainya diperkirakan terus tumbuh hingga US$ 130miliar pada 2025 dan diestimasi meningkat menjadi US$ 220-360 miliar pada 2030. "Saat organisasi mempercepat upaya digitalisasi, saya yakin cloud akan menjadi bagian  yang sangat penting karena semakin banyak yang memindahkan beban kerjanya ke cloud dan mengadopsi strategi cloud hybrid," tutur Country Manager NetApp Indonesia Adir Ginting. Adir yang memimpin NetApp Indonesia sejak November 2021, tak ingin melewatkan momentum tersebut. Sasarannya mulai dari usaha UMKM hingga perusahaan multinasional. (Yetede)

Bulog: Beras Impor Tiba Bulan Ini

Yoga 05 Dec 2022 Kompas (H)

Perum Bulog menilai stok beras pemerintah terus berkurang. Impor diharapkan mendongkrak stok guna mengendalikan harga di tingkat konsumen. Kepastian soal impor itu diharapkan meredam spekulasi sekaligus mengirim sinyal kepada para pelaku perberasan untuk melepaskan stoknya ke pasar. Mantan Wakabulog sekaligus Sekretaris Menteri Negara Pangan 1993-1999, Sapuan Gafar, berpendapat, impor beras akan mengurangi spekulasi harga. ”Impor ini hanya mengerem spekulasi. Artinya, (harga beras) masih akan naik sedikit-sedikit atau istilahnya increasing at decreasing rate sampai Februari. Apabila kedatangan beras impor sudah pasti dari sisi jumlah dan waktu, operasi pasar sebaiknya diperbesar,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu (4/12). Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya tengah berupaya mengamankan stok cadangan beras pemerintah (CBP) ditingkat yang cukup meski tidak mencapai target yang ditentukan pemerintah, yakni 1,2 juta ton pada akhir tahun. ”Insya Allah Desember ini ada tambahan (beras) dari impor yang mengamankan stok kita.

Saya akan buka ketika (berasnya) sampai di sini,” katanya saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat (2/12). Budi merinci, asumsi tanpa pengadaan, stok beras Bulog sekitar 300.000 ton di akhir tahun ini. Namun, penyerapan dalam negeri telah mencapai sekitar 150.000 ton. Dengan demikian, stok beras tanpa impor sekitar 450.000 ton pada akhir tahun. Impor akan menambah stok hingga di atas 500.000 ton. Sebelumnya, BPS mencatat, komoditas beras mengalami inflasi dalam lima bulan terakhir. Pada November 2022, rata-rata harga beras Rp 11.877 per kg. Penyebab kenaikan harga sejak empat bulan lalu bersifat musiman karena produksi beras menurun menjelang akhir tahun. Anggota Dewan Penasihat Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Bayu Krisnamurthi, menilai, Desember merupakan momen yang tepat untuk mendatangkan beras impor ke Indonesia. ”Desember merupakan puncak paceklik karena panen terbatas. Di hilir, permintaan meningkat karena momen Natal dan Tahun Baru,” katanya. (Yoga)


Rusia Tolak Batas Harga Uni Eropa

Yoga 05 Dec 2022 Kompas

Kremlin menolak skema harga jual minyak Rusia yang ditetapkan sepihak oleh Uni Eropa (UE). Perang ekonomi yang dilancarkan AS bersama sekutu melawan Rusia terus menyasar obyek-obyek baru setelah rangkaian paket sanksi yang telah digelontorkan sejak awal 2022. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Sabtu (3/12) menyatakan, Moskwa tidak akan menerima batas harga jual minyak Rusia yang ditetapkan UE. Saat ini, Kremlin sedang mengkaji situasi. Sejumlah persiapan untuk merespons sedang dibuat. ”Kami tidak akan menerima batas harga tersebut dan kami akan menginformasikan kepada media bagaimana respons akan bekerja setelah kajian selesai,” kata Peskov sebagaimana dikutip kantor berita Rusia, TASS. Pada Jumat (2/12), UE sepakat menetapkan harga jual minyak Rusia yang dikirim melalui kapal tanker pada 60 USD per barel. Gagasan yang diinisiasi AS ini juga diikuti G7 dan Australia. G7 terdiri dari AS, Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Inggris. Batas harga yang diterapkan Barat  tersebut tetap memungkinkan negara-negara non-UE untuk terus mengimpor minyak mentah Rusia melalui laut. Namun, UE akan melarang perusahaan pengiriman dan asuransi untuk menangani kargo minyak mentah Rusia di seluruh dunia, kecuali minyak Rusia dijual seharga kurang dari 60 USD per barel.

Ini bisa mempersulit pengiriman minyak mentah Rusia dengan harga di atas batas. Artinya, negara-negara yang bukan bagian kesepakatan itu akan terdampak. Harga pasar minyak mentah Rusia saat ini 67 USD per barel, sedikit lebih tinggi daripada batas harga yang disepakati UE. Oleh karena itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai kesepakatan itu tidak akan serius memukul perekonomian Rusia. Jika pun memukul, hanya dalam jangka pendek. Batas harga 60 USD per barel itu mulai berlaku Senin (5/12) atau segera setelahnya. Ini bersamaan dengan embargo UE pada pengiriman minyak mentah Rusia melalui laut yang mencegah pengiriman minyak mentah Rusia melalui laut ke UE yang menyumbang dua pertiga impor minyak dari Rusia. Upaya ini berpotensi merugikan Rusia hingga miliaran euro. Rusia, negara pengekspor minyak mentah terbesar kedua di dunia, berulang kali mengancam akan menghentikan pengiriman minyak mentah ke negara-negara yang mengadopsi kesepakatan itu. Rusia sudah mengantongi 67 miliar euro atau 71 miliar USD dari penjualan minyak ke UE sejak dimulainya perang pada 24 Februari 2022. (Yoga)


Suku Bunga The Fed Mirip Pil Pahit

Yoga 05 Dec 2022 Kompas

Kenaikan suku bunga untuk menekan inflasi di AS memicu gejolak keuangan global. Banyak usaha dan negara yang tertekan akibat kenaikan beban utang dan apresiasi dollar AS. Akan tetapi, situasi ini seperti pil pahit. Sepanjang kondisinya belum sehat, ekonomi AS adalah sumber masalah. Status sebagai alat tukar global, bukan karena kekuatan ekonomi AS, menjadikan dollar AS sebagai penyebab derita. Penciutan peredaran dollar AS, di samping kenaikan suku bunga dollar AS, sebagai bagian dari langkah penyehatan, juga menjadi sumber masalah. Dua hal inilah sebagai penyebab derita global karena mendera seluruh dunia. Kisruh akibat penciutan peredaran dollar AS dan kenaikan suku bunga menyebabkan pertumbuhan global menurun pada 2023. Gejalanya sudah mulai terasa sepanjang 2022. Catatan ini menjadi salah satu pesan utama dalam peringatan Bank Dunia, Dana Moneter Internasional (IMF), serta ekonom Nouriel Roubini, Mohamed El-Erian, dan lainnya.

 Perdagangan, aliran investasi global, dipastikan menurun berdasarkan perkiraan Organisasi  Perdagangan Dunia (WTO). Gejolak di pasar uang, obligasi, dan indeks-indeks saham juga menambah guncangan pada perdagangan dan investasi global. Sejumlah negara akan semakin mengalami penumpukan utang sehingga menambah daftar panjang negara-negara yang terjerembap utang. Derita akibat dollar AS masih berlanjut, sebab penciutan peredaran dollar AS dan kenaikan suku bunga dollar AS belum akan berhenti. Inflasi di AS masih tinggi, 7,7 %, atau masih jauh di atas target 2 %. Situasi ini membuat bank sentral AS, The Fed, mencanangkan lanjutan kenaikan suku bunga dari level sekarang 3,75 % hingga 4 %. Menurut Presiden Federal Reserve St Louis, James Bullard, lanjutan kenaikan suku bunga dollar AS diperkirakan melampaui 5,25 %. Presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis Neel Kashkari bahkan lebih ekstrem. ”Tidak bisa diketahui sejauh mana suku bunga Fed akan berakhir. Yang jelas, jika inflasi masih tinggi, suku bunga akan terus dinaikkan,” katanya. Di samping itu, pengetatan peredaran dollar AS juga terus dilakukan. (Yoga)


Pilihan Editor