Utang Jumbo dan Korupsi, Pemberat Saham BUMN Karya
Emiten BUMN Karya masih membukukan rapor merah. Terakhir, kinerja PT Waskita Karya Tbk (WSKT) di kuartal I-2023 . Di periode ini, pendapatan WKST turun tipis 0,36% secara tahunan jadi Rp 2,73 triliun. Alhasil, di kuartal I-2023, WSKT masih menelan kerugian.
Per 31 Maret 2023, WSKT mencatat rugi bersih Rp 374,93 miliar. Kerugian ini memang turun 54,86% secara tahunan dari Rp 830,63 miliar di kuartal I-2022. Namun, buruknya bottom line WSKT merembet ke kinerja saham.
Pada perdagangan Selasa (2/5), harga saham WSKT ambles 6,96% ke posisi Rp 214. Jika diakumulasi sejak awal tahun ini, saham WSKT sudah longsor 40,56%. Penurunan saham WSKT juga dialami emiten BUMN karya lain.
Tak terkecuali, saham emiten anak usaha BUMN Karya. Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga. Sejumlah sentimen negatif jadi bandul pemberat kinerja saham emiten BUMN karya. Salah satunya belitan utang jumbo.
Tak cuma utang segunung, emiten BUMN karya juga diselimuti sentimen kasus dugaan korupsi. Yakni kasus hukum Direktur Utama WSKT, Destiawan Soewardjono.
Akhir April lalu, Kejaksaan Agung menetapkan Destiawan sebagai tersangka dugaan penyimpangan penggunaan fasilitas pembiayaan dari beberapa bank yang dilakukan Waskita dan anak usahanya, yakni PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).
Pengamat Pasar Modal, Teguh Hidayat melihat, serangkaian kasus hukum WSKT jadi sentimen negatif bagi BUMN Karya. "Jika ada kasus lagi, akan menambah sentimen negatif emiten BUMN karya," ujar Teguh, kemarin.
Pendapatan Naik, Laba TOWR Terkikis
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membukukan kinerja positif di kuartal I-2023. Mengutip laporan keuangan untuk tiga bulan pertama 2023 yang dirilis Selasa (2/5), TOWR mengantongi pendapatan Rp 2,86 triliun, naik 9,36% secara tahunan dari Rp 2,61 triliun di kuartal I-2022.
Pendapatan dari pihak ketiga berkontribusi sebesar Rp 2,8 triliun atau meningkat 9,33% secara tahunan dari Rp 2,58 triliun di periode sama tahun 2022. Lalu, pendapatan pihak berelasi menyumbang Rp 37,69 miliar.
Meski pendapatan tumbuh, laba tahun berjalan TOWR yang dapat diatribusikan kepada entitas induk justru menyusut 11,84% secara tahunan menjadi Rp 752,43 miliar per 31 Maret 2023.
Sejumlah faktor jadi pemicu penurunan laba TOWR di kuartal I-2023. Salah satunya, beban keuangan TOWR naik 21,5% secara tahunan jadi Rp 739 miliar di kuartal I.
Sejumlah analis menilai, kinerja TOWR di sisa tahun ini masih menghadapi banyak tantangan.
Equity Research Analyst
Leonardo Lijuwardi, sentimen atau risiko yang dihadapi TOWR berasal dari beban bunga tinggi.
Head of Investment
Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe mencermati, secara teknikal, indikator stoch saham TOWR ada di level 96. Pola
death cross
terpantau akan berjalan turun. "MACD masih naik.
Candle
di antara garis atas dan garis tengah
bollinger band
," papar dia kepada Kontan, Selasa (2/5).
Realisasi Investasi di IKN Terganjal Regulasi Lahan
Jauh panggang dari api. Begitulah realisasi investasi para calon investor di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dari ratusan calon investor yang disebut oleh pemerintah tertarik mengembangkan proyek ibu kota baru tersebut, sejauh ini belum satu pun investor yang merealisasikan minat investasinya di calon ibu kota tersebut.
Sebagai catatan, pemerintah mengklaim sudah ada 182 calon investor lokal dan asing yang menyatakan minatnya berinvestasi di IKN. Namun minat tersebut masih sebatas dalam bentuk komitmen
letter of intent.
Lantaran belum ada realisasi investasi swasta, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan bahwa pembiayaan pembangunan IKN masih bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Basuki, kendala lahan menjadi faktor utama yang membuat investor belum kunjung merealisasikan investasi di IKN Nusantara.
Menteri Basuki menyatakan, sebagian Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) kawasan IKN sudah siap. Namun kesiapan RDTR tersebut belum cukup memberi kepastian investasi jika regulasi skema lahannya belum ada.
Oleh karena itu, Basuki berharap Otorita IKN segera memperjelas mekanisme pembelian tanah oleh investor. "Walaupun RTDR sudah siap, tapi misalnya kalau ada yang bangun rumah sakit seluas 5 hektare, itu beli lahannya bagaimana?" ungkapnya, Selasa (2/5).
Barang milik negara yang berbentuk tanah di IKN dikelola langsung oleh Otorita IKN. Sementara aset ADP diserahkan kepada Otorita IKN dalam bentuk Hak Pengelolaan Lahan ( HPL ). Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, APBN tak mungkin dipaksakan untuk membiayai IKN, sehingga pendanaan lain harus segera direalisasikan. "Kalau sekarang belum ada realisasi investasi swasta maka pembangunannya bisa berubah total, bisa lebih mundur," ujar Bhima.
JALUR MENDAKI EMITEN ENERGI
Komoditas energi kehilangan tenaga sepanjang tahun berjalan 2023. Kontraksi harga batu bara dan minyak mentah di pasar global dan domestik berimbas negatif terhadap kinerja keuangan emiten terkait. Kondisi itu membuat korporasi di sektor energi harus mengencangkan ikat pinggang dan meracik strategi guna menjaga pundi-pundi profitabilitas. Mengacu pada data termutakhir, batu bara Newcastle parkir di level US$187,55 per ton pada perdagangan Rabu (3/5). Artinya, batu bara sudah melemah 53,59% sepanjang tahun berjalan 2023. Minyak mentah jenis Brent juga mendingin di bursa komoditas global dengan penurunan 9,88% year-to-date (YtD) ke level US$73,58 per barel. Secara tahunan, batu bara Newcastle turun 31,56% dari level US$259 per ton ke level US$177,25 per ton per Maret 2023. Adapun, minyak mentah Brent turun 26,07% year-on-year (YoY) dari US$107,91 per barel ke level US$79,77 per barel. Harga batu bara dan minyak mentah acuan domestik juga bergerak melandai. Harga acuan Indonesia Crude Price (ICP) April 2023 dipatok sebesar US$79,34 per barel, turun 22,6% YoY. Senasib, Harga Batubara Acuan (HBA) pada April 2023 turun 8,2% YoY ke level US$265,26 per ton. Meredupnya harga dua komoditas utama ekspor Indonesia itu berimpak terhadap cuan yang dikantongi emiten batu bara, serta minyak dan gas pada kuartal I/2023.
Meski mayoritas penjualan naik, tantangan berat dihadapi emiten energi untuk mempertahankan pertumbuhan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih. Tak ayal, 7 dari 14 emiten energi mengalami kontraksi profitabilitas.Dua di antaranya ialah PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) yang laba bersihnya anjlok 48,89% YoY menjadi Rp1,16 triliun dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) yang laba bersihnya turun 27,43% YoY menjadi US$86,03 juta. Presiden Direktur dan CEO ADRO Garibaldi 'Boy' Thohir mengatakan volume produksi maupun penjualan ADRO meningkat dan menopang laba inti yang naik 11% menjadi US$538 juta. Sementara itu, Director & Corporate Secretary PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) Dileep Srivastava memaparkan tahun ini menghadirkan sejumlah tantangan. Salah satunya, dampak hujan lebat yang terus menerus sejak akhir 2021. Selain itu, kinerja perseroan dipengaruhi oleh krisis energi dunia yang diperburuk oleh perkembangan geopolitik global, kekhawatiran risiko resesi di negara-negara maju, dan ketidakstabilan industri finansial global.
ASET INVESTASI : POTENSI CUAN DARI PAMAN SAM
Keputusan bank sentral Amerika Serikat menaikkan suku bunga acuan sejalan dengan ekspektasi pelaku pasar sehingga berburu aset keuangan di Tanah Air. Kebijakan yang ramah pasar, mendorong masuknya dana asing ke instrumen keuangan. Langkah yang ditempuh bank sentral Amerika Serikat (AS) memberi sentimen positif untuk pasar saham dan surat utang sehingga berimbas pada kinerja reksa dana. Jelang keputusan Federal Reserve, kinerja rupiah di hadapan dolar AS menguat 0,15% di pasar spot ke Rp14.692. Kenaikan tersebut sejalan dengan tren penguatan sepanjang 2023 yakni 5,66%. Senada, kinerja imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) acuan tenor 10 tahun melandai 7 basis poin (bps) ke 6,46% secara harian.Kendati demikian, pasar saham ditutup terkoreksi 0,74% sehingga tren secara tahun berjalan mencapai turun 0,55%. Menariknya, bila dilihat dari tren aliran dana asing, pasar saham membukukan dana masuk yang kian dekat dengan pasar surat utang. Chief Investment Officer STAR Asset Management Susanto Chandra mengatakan bahwa dorongan dana asing di pasar keuangan bisa dinikmati investor reksa dana khususnya reksa dana beraset dasar saham dan obligasi. Masuknya dana asing turut diperkuat oleh inflasi RI yang masih dalam tren melandai dengan 4,33% secara tahunan. “Dengan tren peningkatan suku bunga global yang sudah mencapai puncak maka kami melihat reksa dana obligasi akan cenderung lebih outperform dalam waktu dekat ini sedangkan untuk jangka panjang reksa dana saham masih dapat dilakukan akumulasi secara bertahap,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (3/5). Senada, Direktur Pinnacle Persada Investama Indra Muharam Firmansyah menyatakan reksa dana pendapatan tetap mendapatkan suntikan dari masuknya dana asing ke pasar surat utang. Pasalnya, tren tersebut berlanjut pada sisa tahun ini. Di sisi lain, Indonesia menawarkan imbal hasil menarik dengan inflasi dalam tren melandai yakni 4,33% secara tahunan dan kinerja mata uang Garuda yang menguat di hadapan greenback.
PROYEK JALAN TOL : Waskita Diminta Berbenah
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyarankan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. melakukan pembenahan internal menyusul perlambatan yang terjadi pada beberapa proyek infrastruktur jalan tol akibat dugaan kasus korupsi Destiawan Soewardjono. Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan permasalahan Waskita terlihat dari Supply Chain Financing (SCF), dengan fasilitas yang diberikan dari bank kepada vendor kontraktor dan supplier material terhambat pembayarannya. “Ini harus ada formula baru untuk kita bisa menyelesaikan ruas-ruas yang tadi memang sudah ditangani oleh Waskita itu. Formula barunya ya kalau ini kan bisa lewat PMN atau lewat dialihkan ke Jasa Marga dan sebagainya,” katanya Selasa (2/5). Dia tidak membantah masalah finansial yang menerpa Waskita membuat sejumlah proyek tol tidak berjalan sesuai dengan yang ditargetkan. “Jadi yang kita targetkan misalkan Tol Bocimi yang harusnya awal Januari kemarin selesai untuk seksi 2 sampai Cibadak, nah yang Cibadak ini kan sekarang itu belum selesai masih 95%,” kata Endra.
EKSPANSI PASAR : ISSP Tambah Mesin Baru
Produsen pipa baja las PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (Spindo) menambah mesin stainless steel baru berdiameter besar guna mendukung rencana ekspansi ke depan.Pasalnya, emiten berkode saham ISSP ini berencana meningkatkan kapasitas produksi mencapai 500.000 ton per tahun dalam 2 atau 3 tahun ke depan.Langkah ini dilakukan menyusul potensi permintaan pasar yang akan datang.Corporate Secretary & Investor Relations Chief Strategy & Business Development Officer Spindo, Johanes W. Edward mengungkapkan mesin baru itu dinilai menunjukkan hasil yang sangat baik.
Dia menjelaskan hingga saat ini pihaknya telah memiliki 25.000 ton pesanan backlog, dengan projek lainnya yang masih dalam proses negosiasi.Adapun sejumlah proyek yang saat ini tengah ditangani Spindo yakni duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentak Pendek (IKN), MMP Nickel Smelter Project Kaltim (program hilirisasi), Project Noefefan Bridge ke Oenuno Timor Leste, Garbarata Dermaga VIP Bakauheni, Bendungan Way Sekampung dan lainnya.
Lebih dari 50% Dividen BUMN Dikontribusikan oleh Empat Bank
JAKARTA, ID – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada tahun ini siap menyetorkan dividen BUMN kepada negara sebesar Rp 80,2 triliun atau dua kali lebih besar dari penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 38,5 triliun yang diterima selama 2022. Dari total dividen yang disetorkan itu, sekitar Rp 40,74 triliun atau 50,8% dikontribusi oleh empat BUMN perbankan. Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, tidak hanya dalam bentuk dividen, kontribusi empat bank BUMN terhadap perekonomian nasional cukup besar. Kontribusi keempat bank terhadap lapangan kerja tidak kurang dari 34,6juta pada 2022. Dari jumlah itu, sekitar 33 juta dikontribusi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui kehadiran pekerja UMKM penyaluran KUR BRI. “Sedangkan secara keseluruhan, BUMN turut berkontribusi mendorong penciptaan lebih dari 49 juta lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia, 48,47 juta hingga tahun 2022 dan tambahan 973 ribu pada 2023,” ujar Erick dalam bahan paparan yang disam pada acara Ramah Tamah Menteri BUMN dengan para wartawan diJakarta, Rabu (03/05/2023). (Yetede)
Kenaikan FFR Bakal Topang Penguatan IHSG
JAKARTA, ID – Kenaikan suku bunga acuan The Fed (Federal Funds Rate/FFR) sebesar 25 basis poin (bps) diproyeksi akan menahan koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) lebih lanjut. Pasalnya, kenaikan tersebut sudah sesuai ekspektasi pelaku pasar sehingga diharapkan meredam gejolak di pasar modal. “Memang menurut ekspektasi pelaku pasar The fed akan menaikkan suku bunga acuan 25 basis points (bsp) sehingga menjadi 5,25%. Dengan demikian, tekanan profit taking pasar saham global mereda,” kata Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta, Nafan kepada Investor Daily, Rabu (3/5/2023). Kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), anjlok 50,58 poin (0,74%) ke level 6.812,7. Dalam satu hari, IHSG bergerak direntang 6.776,9-6.865,6 dengan nilai transaksi Rp 9,28 triliun. Sejumlah sektor saham seperti energi turun 1,45%, sektor material dasar -1,09%, sektor industri -1,33%, dan transportasi-1,16%. Sedangkan penguatan melanda saham sektor properti 0,46%, sektor konsumer primer 0,27%, dan sektor konsumer non primer 1,17%. (Yetede)
Kebijakan OPEC+ Dorong Kenaikan ICP April 2023
JAKARTA, ID - Harga Indonesia Crude Price (ICP) April tahun 2023 telah ditetapkan sebesar US$ 79,34 perbarel, meningkat dibandingkan dengan Maret 2023 sebesar US$ 74,59 per barel. Analisis Tim Harga Minyak Mentah Indonesia menyatakan kenaikan ICP ini salah satunya dipengaruhi oleh kebijakan dari OPEC+. Harga ICP tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Kepmen ESDM) Nomor 174.K/MG.03/DJM/2023 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan April 2023 pada tanggal 2 Mei 2023. “Pada awal April, OPEC+ mengumumkan tambahan pemangkasan produksi sebesar 1,16 juta Barrel Oil Per Day (BOPD), di luar ekspektasi pasar. Sehingga total pemotongan produksi OPEC+ termasuk perpanjangan pemotongan produksi Rusia menjadi sebesar 3,66 juta bopd, setara dengan 3,7% dari permintaan minyak mentah global,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Selasa (2/5). Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa dari laporan EIA (Energy Information Administration), terjadi penurunan stok April dibandingkan dengan Maret 2023, yang terdiri dari minyak mentah sebesar 9,1 juta barel menjadi 460,9 juta barel; Gasoline sebesar 1,5 juta barel menjadi 221,1 juta barel; dan Distillate sebesar 1,6 juta barel menjadi 111,5 juta barel. (Yetede)









