;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Harga Aneka Jenis Ikan Asin di Kota Pematangsiantar Semakin Melonjak

29 Jan 2021

Harga aneka jenis ikan asin yang diperdagangkan di pasar -pasar tradisional Pematang-siantar, Kamis (28/1), semakin melonjak harganya.

Adapun jenis-jenis ikan asin yang mengalami lonjakan harga diantara, ikan teri Medan ( nasi) Rp 150.000 per kg -Rp 200.000 per kg, pekto Rp 140.000, ikan teri belah Rp 100.000 per kg, ikan teri belah putih Rp 120.000, ikan sampah Rp 80.000 per kg, ikan kerupuk Rp 100.000 per kg dan lainnya.


Danny Bidik Kasus Bansos Covid Makassar

27 Jan 2021

Kasus Bantuan Sosial (Bansos) Covid 19 Makassar, rupanya menjadi perhatian Wali Kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Danny Pomanto. Menurut dia, jika hal ini terbukti, adalah sebuah kejahatan terstruktur. Ia mengakui kasus Bansos yang ditangani oleh Dinas Sosial Makassar saat ini masih belum menemui titik terang.

Polda Sulsel melalui Tim penyidik bidang tindak pidana korupsi (Tipikor) Direktorat Kriminal Khusus Ditkrimsus), terus melakukan penyidikan. Direskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni membeberkan bahwa penyidik telah mengantongi nama tersangka. Tetapi, sebelum tersangka diumumkan ke publik, penyidik masih harus menanti hasil audit kerugian negara, yang sedang dirampungkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Adapun kasus ini pertama kali mencuat usai adanya aduan warga pada bulan Mei 2020 lalu. Paket 60.000 sembako yang diberikan kepada masyarakat ini disalurkan melalui Dinas (Dinsos) Makassar selama pandemi Covid-19.

Harga Jagung di Tigabinaga Merangkak Naik

27 Jan 2021

Dalam sepekan ini harga jagung pipil di tingkat petani Kecamatan Tigabinanga, Kabupaten Karo, merangkak naik menjadi Rp 3.500 - Rp 3.700 per kilogram, yang sebelumnya Rp 2.800 - Rp 3.200.

Informasi dihimpun hariansib.com di sejumlah gudang pemipil di Kecamatan Tigabinanga, Selasa (26/1/2021) dalam sepekan terakhir harga jagung di tingkat petani secara bertahap merangkak naik yang sebelumnya Rp 2.800 - Rp 3.200 per kilogram menjadi Rp Rp 3.500 - Rp 3.700 per kilogram.


Terduga Penyuap Pengadaan PCR Ditangkap

26 Jan 2021

Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara dibantu tim Intelijen Kejaksaan Agung dan tim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Barat, Senin (25/1/2021), menangkap dua orang di Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kedua orang itu, yakni Imel Anitya dan Teddy Gunawan Joedistira, dari PT Genecraft Labs.

Diduga merupakan pemberi suap pengadaan alat pemeriksaan Covid-19 (RT-PCR) senilai Rp 1,36 miliar serta pengadaan bahan medis habis pakai dan reagen pemeriksaan Covid-19 (RT-PCR) dengan nilai kontrak Rp 1,7 miliar pada program percepatan penanganan Covid-19 Pemprov Sulawesi Tenggara tahun anggaran 2020.

Suap diduga diberikan kepada oknum pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 13 persen dari nilai kontrak.


Tantangan Mengelola Wakaf

26 Jan 2021

Pengembangan lembaga keuangan berbasis sistem wakaf berpotensi besar di Indonesia. Potensi aset wakaf per tahun bisa mencapai Rp 2.000 triliun, sedangkan potensi wakaf uang Rp 188 triliun.

Presiden berharap gerakan ini tidak hanya meningkatkan literasi dan edukasi mengenai ekonomi dan keuangan syariah, tetap juga menjadi upaya memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial untuk mengatasi kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia.

Direktur Utama PT Bank Syariah Mandiri Tbk sekaligus Ketua Project Management Office Integrasi dan Peningkatan Nilai Bank Syariah BUMN, Hery Gunardi, menyatakan Bank Syariah Mandiri yang ditunjuk pemerintah menjadi penerima wakaf uang akan mengelola wakaf tersebut melalui produk yang sudah disiapkan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Badan Wakaf Indonesia dan para nazir wakaf uang pada 2020 telah memobilisasi wakaf uang dan menginvestasikannya pada wakaf tunai berbasis sukuk (CWLS) ritel. Saat ini sudah terkumpul Rp 54 miliar dalam bentuk CWLS. Imbal hasil CWLS digunakan untuk membiayai beragam program sosial.

Hingga 20 Desember 2020, total wakaf tunai yang terkumpul dan dititipkan di bank sebesar Rp 328 miliar. Adapun proyek-proyek yang dilakukan berbasis wakaf sudah mencapai Rp 597 miliar.


Alat Tes Covid-19 Genose Disambut Positif Pengguna Angkutan Umum

26 Jan 2021

Masyarakat pengguna angkutan publik jarak jauh menyambut baik rencana pemerintah untuk memanfaatkan alat tes Covid-19 buatan dalam negeri, GeNose.

Dari keterangan tertulis yang dikutip Kompas, Senin (25/1/2021), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, alat deteksi Covid-19 Gadjah Mada Electric Nose (GeNose) akan digunakan secara acak pada moda transportasi bus dan kereta mulai 5 Februari 2021.

Alat ini berbeda dengan alat tes lain yang ada sekarang. GeNose menggunakan embusan napas untuk menentukan apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. Hasil pemeriksaan tes menggunakan sistem kecerdasan buatan dan bisa selesai hanya dalam waktu beberapa menit dengan tingkat akurasi di atas 90 persen.

Selain cepat, pemeriksaan dengan GeNose juga berbiaya sangat murah, yakni Rp 15.000-Rp 25.000. Budi menjelaskan, pengecekan Covid-19 dengan GeNose dilakukan pertama kali di moda transportasi kereta api dan bus karena harga tiket pada rute tertentu lebih murah daripada biaya pengecekan Covid-19 dengan tes cepat (rapid) antigen atau PCR.


Komoditas Daging Sapi, Harga Naik, Pemotongan Berkurang

26 Jan 2021

Pemotongan daging di Rumah Potong Hewan – Meat Business Center (RPH-MBC) berkurang sebagai dampak kenaikan harga daging sapi di pasaran saat ini yang menembus Rp134.000 per kg. Misalnya RPH Kecamatan Baleendah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, dalam kondisi normal rata-rata dilakukan pemot ongan sebanyak 22 hingga 25 ekor sapi per harinya. Namun sejak awal tahun ini, berkurang menjadi rata-rata 19 ekor per hari. “Kalau di RPH kegiatan motong masih berjalan seperti biasa. Memang ada pengurangan, sejak tanggal 1 Januari hingga sekarang itu hanya 19 ekor sapi per harinya. Hal ini karena dampak kondisi harga sapi meningkat tajam di ting kat global,” ungkap Kepala UPTD RPH Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Cecep Hendrayadi, Senin (25/1).

Harga jenis sapi Bx atau Australia saat ini, urai Cecep, berat hidup berkisar antara Rp48.000 hingga Rp51.000 per kg. Naik dari harga dari semula berkisar antara Rp43,500 hingga Rp44.500 per kg. “Sementara harga karkas [tulang daging] saat ini berkisar antara Rp93.000 hingga Rp95.000 per kilonya. Adanya kenaikan ini, membuat sebagian bandar beralih ke sapi lokal atau Jawa,” terang Cecep. Untuk harga sapi lokal saat ini, lanjut Cecep, berat hidup sekitar Rp45.500, harga karkas Rp91.000, dan harga daging has di pasaran berkisar antara Rp115.000 hingga Rp125.000 per kg.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan pihaknya terus berko ordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait kelangkaan daging sapi akibat harganya yang naik. Menurutnya, berkurangnya pemotongan daging sapi bukan dise babkan karena kelangkaan hewan, tetapi dengan kondisi harga yang tinggi. Para pengusaha khawatir akan berkurangnya pembeli sehingga daging segar yang sudah dipotong akan menumpuk dan tidak terjual. 

Kenaikan harga daging sapi di Jawa Barat ternyata sudah terjadi sejak Juli 2020 lalu karena seretnya pasokan sapi dari Australia. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Jafar Ismail mengatakan kenaikan harga daging sapi sudah menjadi konsen Kementerian Perdagangan. Saat ini upaya mengembalikan pasokan tengah dilakukan walau harga masih tinggi. Jabar menurutnya terdampak karena 90% kebutuhan daging sapi masih dipenuhi oleh pasokan luar daerah bahkan luar negeri terutama Austalia. Sapi dari Australia sendiri pada tahun lalu sudah mengalami kenaikan hingga US$3,6 per kg. Sementara bakalan sapi pada Januari-Februari juga terkerek sebesar US$3,9 per kg. Kenaikan harga daging sapi di Jabar sendiri menurutnya tidak akan terlalu berpengaruh besar mengingat saat ini ini permintaan tidak banyak akibat tutupnya sejumlah hotel, restoran dan kafe karena pembatasan kegiatan. “Jumlah pemotongan juga berkurang,” ujarnya.

(Oleh - HR1)

Presiden Jokowi : Potensi Wakaf Uang Bisa Tembus Rp 188 Triliun

26 Jan 2021

Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Menteri Keuangan Sri Mulyani meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) serta Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021.

“Potensi wakaf sangat sangat besar di negara kita potensi wakaf per tahun mencapai Rp 2.000 triliun dan potensi wakaf uang bisa menembus angka Rp 188 triliun,” kata Jokowi dalam konferensi pers di Istana Negara yang disiarkan secara virtual, Senin (25/1).

Pada kesempatan yang sama Ma'ruf Amin mengatakan GNWU merupakan salah satu program pengembangan ekonomi syariah untuk mendukung percepatan pembangunan nasional. Dia juga menekankan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menyukseskan program wakaf tunai nasional.

Sri Mulyani menuturkan total wakaf tunai yang terkumpul dan dititipkan di bank sebesar Rp 328 miliar hingga 20 Desember 2020. Sedangkan project base wakaf sebesar Rp 597 miliar.

 


Realisasi Pupuk Bersubsidi di Sumut 336.459, 4 Ton

26 Jan 2021

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara mengatakan,realisasi penyaluran pupuk bersubsidi Sumatera Utara kepada para petani sejak Januari hingga Nopember 2020 sebanyak 336.459,49 ton. Hal itu diungkapkan Kadis melalui Kasi Pupuk Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut Heru Suwondo,Senin petang (25/1).

Dikatakan, total kebutuhan pupuk tahun 2020 sebanyak 356.663 ton dengan rincian jenis pupuk urea sebanyak 148.426, ton dengan realisasi 144.093,15 ton atau 97,08 %.

Kemudian jenis SP-36 sebesar 36.932 ton dengan realisasi 34.344,25 ton atau 92,99 %, jenis ZA sebanyak 37.555 ton, realisasi 35.830,01 ton atau 95, 41 %, jenis NPK 114.112 ton,realisasinya 105.900,98 ton atau 92,80 % dan pupuk organik 19.638 ton,realisasinya 16.292,10 ton atau 82,96 % Dari semua jenis pupuk tersebut terbanyak jenis urea sebanyak 144.093,15 ton.

Adapun daftar harga masing-masing jenis pupuk bersubsidi, yakni pupuk urea Rp 1.800 per Kg , pupuk SP-36 Rp 2.000 per Kg, pupuk ZA Rp 1.400 per Kg, pupuk NPK Rp 2.300 per Kg dan pupuk organik Rp 500 per Kg.


Vaksinasi Covid-19, BIo Farma Produksi 4 Juta Vaksin Sinovac

25 Jan 2021

Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir mengatakan perusahaan telah memproduksi sekitar 4 juta vaksin Sinovac dari 15 juta bulk vaksin yang diterima pada 12 Januari lalu. Dia menjelaskan hasil dari proses produk si bahan baku tersebut akan melengkapi pasokan vaksin Covid-19, dalam kemasan Finish product sebanyak 3 juta dosis yang sudah dite rima sebelumnya pada Desember 2020. 

Untuk pendistribusian vaksin, kata Honesti, Bio Farma bersama dengan anak perusahaan, yakni PT Kimia Farma Tbk. dan PT Indofarma Tbk. sudah memiliki 48 cabang atau warehouse yang ada di seluruh Indonesia. “Hal ini bisa kita optimalkan. Dalam sisi teknologi, Bio Farma sudah menyiapkan digital solution yang bersifat end-to-end mulai dari pabrik produksi, proses distribusi dan sampai di tujuan akhir [fasilitas kesehatan]. Proses pendistribusian ini dapat dimonitor real time di Command Center Holding BUMN Farmasi,” kata dia.

(Oleh - HR1)