Komoditas Daging Sapi, Harga Naik, Pemotongan Berkurang
Pemotongan daging di Rumah Potong Hewan – Meat Business Center (RPH-MBC) berkurang sebagai dampak kenaikan harga daging sapi di pasaran saat ini yang menembus Rp134.000 per kg. Misalnya RPH Kecamatan Baleendah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, dalam kondisi normal rata-rata dilakukan pemot ongan sebanyak 22 hingga 25 ekor sapi per harinya. Namun sejak awal tahun ini, berkurang menjadi rata-rata 19 ekor per hari. “Kalau di RPH kegiatan motong masih berjalan seperti biasa. Memang ada pengurangan, sejak tanggal 1 Januari hingga sekarang itu hanya 19 ekor sapi per harinya. Hal ini karena dampak kondisi harga sapi meningkat tajam di ting kat global,” ungkap Kepala UPTD RPH Dinas Pertanian Kabupaten Bandung Cecep Hendrayadi, Senin (25/1).
Harga jenis sapi Bx atau Australia saat ini, urai Cecep, berat hidup berkisar antara Rp48.000 hingga Rp51.000 per kg. Naik dari harga dari semula berkisar antara Rp43,500 hingga Rp44.500 per kg. “Sementara harga karkas [tulang daging] saat ini berkisar antara Rp93.000 hingga Rp95.000 per kilonya. Adanya kenaikan ini, membuat sebagian bandar beralih ke sapi lokal atau Jawa,” terang Cecep. Untuk harga sapi lokal saat ini, lanjut Cecep, berat hidup sekitar Rp45.500, harga karkas Rp91.000, dan harga daging has di pasaran berkisar antara Rp115.000 hingga Rp125.000 per kg.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan pihaknya terus berko ordinasi dengan Pemerintah Pusat terkait kelangkaan daging sapi akibat harganya yang naik. Menurutnya, berkurangnya pemotongan daging sapi bukan dise babkan karena kelangkaan hewan, tetapi dengan kondisi harga yang tinggi. Para pengusaha khawatir akan berkurangnya pembeli sehingga daging segar yang sudah dipotong akan menumpuk dan tidak terjual.
Kenaikan harga daging sapi di Jawa Barat ternyata sudah terjadi sejak Juli 2020 lalu karena seretnya pasokan sapi dari Australia. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jabar Jafar Ismail mengatakan kenaikan harga daging sapi sudah menjadi konsen Kementerian Perdagangan. Saat ini upaya mengembalikan pasokan tengah dilakukan walau harga masih tinggi. Jabar menurutnya terdampak karena 90% kebutuhan daging sapi masih dipenuhi oleh pasokan luar daerah bahkan luar negeri terutama Austalia. Sapi dari Australia sendiri pada tahun lalu sudah mengalami kenaikan hingga US$3,6 per kg. Sementara bakalan sapi pada Januari-Februari juga terkerek sebesar US$3,9 per kg. Kenaikan harga daging sapi di Jabar sendiri menurutnya tidak akan terlalu berpengaruh besar mengingat saat ini ini permintaan tidak banyak akibat tutupnya sejumlah hotel, restoran dan kafe karena pembatasan kegiatan. “Jumlah pemotongan juga berkurang,” ujarnya.
(Oleh - HR1)
Tags :
#Kenaikan HargaPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023