Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Emiten Sawit Bukukan Laba di Triwulan I-2022
Emiten pengelola perkebunan kelapa sawit, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk, membukukan kenaikan laba bersih 261 persen pada triwulan I-2022. Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan pada Senin (9/5), manajemen Austindo menjelaskan, kenaikan laba ditopang oleh kenaikan harga jual rata-rata CPO dan kernel. Pada triwulan I-2022, pendapatan Austindo tercatat naik 28,79 % menjadi 73,55 juta USD.
ARUS BALIK MULAI SEPI
Kapal Motor (KM) Umsini saat bersandar di pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (8/5). Arus balik penumpang kapal kaut dari Makassar tidak menunjukkan penumpukan penumpang, tercatat penumpang yang turun di Makassar menumpangi KM Umsini sebanyak 503 orang dan yang naik 668 orang.
Mengubah Nasib Seusai Terpuruk Dihantam Pandemi
Ketika pandemi Covid-19 datang tahun 2020, Fitri Rachman (46) sedang menata hidup seusai bangkrut akibat tertipu. Belum sempat mendapat pemasukan lagi, peluang kerja lebih dahulu terpangkas karena pembatasan aktivitas. Demi menghemat pengeluaran, ia beserta keluarga di Bandung, Jabar, pindah ke indekos ukuran 3x4meter. Ia juga mencari bekal keahlian lewat pelatihan program Kartu Prakerja. Kegigihannya berbuah manis. Fitri diterima menjadi dosen Ilmu Kepolisian di salah satu universitas swasta di Bandung. Perlahan, kehidupannya membaik. Indekos mungil ditinggalkan dan ia pindah ke rumah kontrakan. Pengalaman pulih Fitri adalah satu dari 76 #CeritaPulihmu yang diterima harian Kompas pada 27 April-4 Mei 2022. Program itu bagian dari perayaan kembalinya kemeriahan Lebaran pada tahun ini setelah dua Lebaran sebelumnya diiringi oleh banyak pembatasan mobilitas untuk menekan laju penularan Covid-19.
Kesulitan ekonomi sewaktu wabah juga diderita pengirim cerita lain, Stevanny Yosicha Putri (28), saat berkuliah di Yogyakarta pada 2020-2021. Pembatasan kegiatan memicu turunnya pendapatan ibunya, yang juga orangtua tunggal, yang menjalankan usaha di bidang kuliner. Stevanny turut kehilangan pekerjaan paruh waktu sebagai kasir di rumah makan. Namun, tekadnya bulat untuk menyelesaikan kuliah di tengah ketidakpastian sumber dana. Saat kuota internet bantuan pemerintah untuk kuliah daring habis, misalnya, ia menumpang jaringan Wi-Fi di perkantoran dekat rumahnya. Meretas keterbatasan, Stevanny lulus menjadi sarjana dari Jurusan Sastra Indonesia, Januari 2022. Ia bahkan menuntaskan pendidikan dalam waktu 3,5 tahun. (Yoga)
Pekerja Masih Menanti Bantuan Subsidi Upah Cair
Program bantuan subsidi upah yang awalnya dijanjikan cair bulan April untuk menjaga daya beli pekerja di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tak kunjung disalurkan. Pemerintah diharapkan segera mengeksekusi program tersebut untuk menjaga laju konsumsi masyarakat selepas momen hari raya. Menurut rencana awal, bantuan subsidi upah (BSU) akan ditujukan bagi 8,8 juta pekerja dengan gaji di bawah Rp 3,5 juta. Besaran yang diterima Rp 500.000 per orang per bulan, yang akan diberikan sekaligus untuk dua bulan. Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 8,8 triliun untuk menjalankan program tersebut. Namun, hingga sekarang, bantuan tak kunjung turun.
Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia Mirah Sumirat mengatakan, untuk memastikan geliat roda perekonomian tetap berjalan, konsumsi masyarakat seharusnya dijaga. Salah satunya, melalui instrument BSU bagi pekerja. Namun, bantuan itu belum juga cair meskipun awalnya pemerintah menjanjikan akan cair pada April 2022 bertepatan dengan momen Lebaran. Mirah pun meragukan kesiapan dana pemerintah untuk menjalankan program tersebut.
Komisioner Ombudsman RI, Robert Endy Jaweng, pun meminta pemerintah menjelaskan secara terbuka kepada publik yang masih menanti turunnya BSU mengenai alasan di balik keterlambatan pencairan dana itu. Selain faktor regulasi yang belum selesai disusun, ia juga menduga ada masalah keterbatasan anggaran untuk membiayai program tersebut. Menurut dia, dana BSU yang terlambat cair dapat mengganggu daya beli pekerja di tengah kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Ia berharap, pemerintah dapat segera mengeksekusi program BSU untuk menjaga konsumsi masyarakat pasca-Lebaran. (Yoga)
Deindustrialisasi Dini Masih Mengancam
Realisasi investasi di sektor manufaktur pada triwulan I tahun 2022 meningkat cukup signifikan seiring upaya hilirisasi industri dan membaiknya kondisi penanganan pandemi Covid-19. Namun, kekhawatiran akan ancaman deindustrialisasi dini masih membayangi struktur perekonomian nasional. Terlebih, jika investasi yang masuk tidak diarahkan dengan tepat. Sepanjang Januari-Maret 2022, realisasi investasi sektor industri pengolahan mencapai Rp 103,5 triliun. Ini berkontribusi 36,7 % total nilai investasi sepanjang triwulan I-2022 sebesar Rp 282,4 triliun. Secara tahunan, investasi sektor manufaktur meningkat 17 %. Industri pengolahan mengalami pertumbuhan sejak dua tahun lalu meski di tengah pandemi. Berdasarkan data Kementerian Investasi, realisasi PMDN di industri manufaktur senilai Rp 25,6 triliun, berkontribusi 18,9 % total capaian PMDN yang menembus Rp 135,2 triliun.
Investasi terbesar pada industri makanan dan minuman senilai Rp 9,7 triliun melalui 2.181 proyek. Sementara realisasi PMA di sektor manufaktur senilai 5,4 miliar USD atau Rp 78,2 juta triliun (kurs Rp 14.498 per USD). Investasi itu menyumbang 52,9 % total capaian PMA pada triwulan I-2022 yang nilainya 10,3 miliar USD atau Rp 149,3 triliun. Penyumbang terbesar adalah investasi di industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya sebesar 2,5 miliar USD atau Rp 36,2 triliun dengan total 443 proyek. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance Andry Satrio Nugroho menilai, kenaikan investasi di sektor manufaktur itu tidak serta-merta menunjukkan Indonesia sudah lepas dari bayang-bayang ancaman deindustrialisasi dini. Pasalnya, penurunan kontribusi industry manufaktur terhadap PDB masih terjadi. Pada 2021, industri pengolahan berkontribusi 19,25 % PDB, dengan kontribusi industri pengolahan nonmigas sebanyak 17,3 % PDB. Hal itu tetap menurun jika dibandingkan capaian tahun 2011, ketika kontribusi industri pengolahan terhadap PDB sebesar 21,76 % dan kontribusi industri pengolahan nonmigas 18,3 % ”Artinya, deindustrialisasi dini di Indonesia sebenarnya sudah terjadi. Kita belum mencapai peak atau puncak dari kinerja industri manufaktur, tetapi kontribusinya terus menurun,” kata Andry, Sabtu (7/5). (Yoga)
Ekonomi Triwulan I-2022 Bisa Tumbuh 4,95 Persen
Meski terjadi ketegangan geopolitik yang dipicu konflik Rusia dan Ukraina, ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2022 bakal berada di kisaran 4,75-4,95 % secara tahunan. Walau perang itu memicu krisis ekonomi global dan disrupsi rantai pasok global, Indonesia mendapatkan kompensasi berupa kenaikan kinerja ekspor seiring lonjakan harga komoditas. Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Teuku Riefky (8/5) mengatakan, di tengah tantangan domestik dan global, perekonomian Indonesia pada triwulan pertama tahun ini diperkirakan masih bisa tumbuh 4,75-4,95 % dari periode yang sama tahun lalu. Ia menjelaskan, dari dalam negeri, konsumsi rumah tangga makin membaik setelah merosot karena tekanan ekonomi yang dipicu pandemi. Meningkatnya permintaan dan daya beli masyarakat telah mendorong aktivitas produksi dan mobilitas. Pada triwulan pertama tahun ini, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan 9,3 miliar USD, meningkat 20 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kombinasi surplus perdagangan dan arus modal asing membuat nilai tukar rupiah relative stabil. Sepanjang triwulan I-2022, nilai tukar rupiah terjaga di kisaran Rp 14.200-Rp 14.400 per USD.
Hal senada dikemukakan Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro. Peningkatan harga CPO, batubara, dan nikel akan meningkatkan transaksi belanja dan berujung pada perbaikan ekonomi di daerah. Selain itu, menurut Asmoro, pengendalian jumlah kasus Covid-19 telah menggairahkan lagi aktivitas ekonomi sehingga mengeskalasi pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan asumsi itu, tim ekonomi Bank Mandiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi di triwulan pertama tahun ini mencapai 4,95 % secara tahunan. (Yoga)
Mudik Lebaran Terbukti Memicu Lonjakan Belanja
Pelonggaran mobilitas masyarakat selama perayaan Ramadan 2022 mulai mengungkit belanja masyarakat. Hasil survei Bank Mandiri menunjukkan, tingkat belanja masyarakat menjelang Idul Fitri tahun 2022 lebih tinggi bila dibandingkan dengan 2021. Berdarkan laporan Mandiri Spending Index (MsI) yang diterima Kontan, Indeks Frekuensi Belanja pada periode puncak Ramadan 2022 tercatat 156,4, atau meningkat ketimbang 137,5 di puncak Ramadan 2021.
Bulog Siap Tampung dan Distribusikan
Perum Bulog yang mendapat penugasan untuk mendistribusikan minyak goreng curah bersubsidi ke daerah-daerah telah menyiapkan 504 kompleks gudang di seluruh Indonesia. Namun, pengadaan dan distribusi hingga kini belum dilakukan karena masih menunggu rapat koordinasi terbatas Kemenko Bidang Perekonomian. Direktur Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Mokhamad Suyamto (6/5) mengatakan, pihaknya memang akan mendapat penugasan penyaluran minyak goreng curah bersubsidi. Akan tetapi, mekanisme pelaksanaannya baru akan ditentukan dalam rakortas di Kemenko Bidang Perekonomian. Apabila sudah ada penugasan, produsen akan mengirim barang ke gudang-gudang Bulog. ”Dari gudang provinsi akan kami gerakkan ke gudang-gudang kami di kabupaten/kota. Itu untuk mempercepat distribusi (minyak goreng curah) sampai ke masyarakat,” ujar Suyamto.
Sebelumnya, pemerintah melarang sementara ekspor CPO dan sejumlah produk turunannya refined, bleached, deodorized (RBD) palm oil, RBD palm olein, dan minyak jelantah mulai Kamis (28/4). Ketentuan itu termaktub dalam Permendag No 22 Tahun 2022. Pemerintah menyebut kebijakan tersebut guna memastikan pasokan minyak goreng curah bersubsidi merata di seluruh Indonesia, dengan harga Rp 14.000 per liter atau sesuai HET. Bulog pun ditugaskan untuk mendistribusikan minyak goreng curah dari produsen yang biasa mengekspor dan tak memiliki jaringan distribusi. Sementara itu, ID Food atau induk BUMN Pangan, yang sejak beberapa bulan lalu mendistribusikan minyak goreng curah ke berbagai wilayah, siap untuk terus bersinergi memastikan ketersediaan pangan masyarakat, termasuk saat diberlakukan pelarangan sementara ekspor CPO dan produk turunannya. ”Kami berkoordinasi aktif dengan regulator ataupun kementerian terkait dan produsen minyak goreng. ID Food akan tetap berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan pangan dengan membantu pemerintah dalam pendistribusian minyak goreng ke masyarakat. (Juga) Bersinergi dengan para produsen minyak goreng,” tutur Dirut Holding Pangan ID Food Frans Marganda Tambunan. (Yoga)
Merekayasa Arus Balik
Penanganan arus balik Lebaran yang puncaknya diperkirakan terjadi pada hari ini, Sabtu, (7/5) dan Minggu, (8/5), bakal lebih menantang. Akan tetapi, respons kebijakan yang cepat dan dinamis di lapangan diyakini efektif menekan kemacetan.Berbeda dengan arus mudik sebelumnya yang tercatat sebanyak 14 juta orang meninggalkan Jakarta, jumlah arus balik menuju ke Ibu Kota diprediksi jauh lebih tinggi. Sejumlah kebijakan diambil pemerintah untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan mulai dari imbauan Presiden Joko Widodo agar pemudik dapat kembali ke Jakarta lebih awal, memperpanjang hari libur anak sekolah hingga 12 Mei, hingga kemudahan bagi Aparatur Sipil Negara untuk bekerja dari rumah. Kebijakan baru ini diharapkan dapat mengendalikan volume pemudik menuju Jakarta. Kebijakan baru ini menyempurnakan aturan sebelumnya seperti rekayasa ganjil genap, opsi satu arah atau one way untuk mengurai kemacetan.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri Irjen Pol. Firman Shantyabudi menyatakan, pihaknya merekayasa penerapan waktu sistem one way berdasarkan kondisi di lapangan
Harga Tak Kunjung Murah
Kendati larangan ekspor CPO dan turunannya sudah dilarang selama satu pekan terakhir, harga minyak goreng curah di pasaran belum juga menyentuh HET. Kebijakan larangan ekspor dinilai tidak efektif serta berpotensi menjadi bumerang yang justru membuat harga minyak goreng semakin tidak stabil. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag, harga minyak goreng curah pada Rabu (4/5) mencapai Rp 17.200 per liter, masih di atas HET yang seharusnya, yaitu Rp 14.000 per liter. Harga tersebut hanya menurun tipis 1,15 persen dibandingkan sepekan lalu ketika kebijakan larangan ekspor CPO dan berbagai bentuk turunannya mulai berlaku. Saat itu, per 28 April 2022, harga minyak goreng curah tercatat Rp 17.400 per liter.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Abdullah Mansuri mengatakan, sampai sejauh ini kebijakan larangan ekspor CPO tidak membawa dampak sesuai ekspektasi. Pedagang pasar masih mendapatkan pasokan minyak goreng curah dari distributor dengan harga tinggi di atas ketentuan sehingga harga jual ke konsumen pun masih melampaui HET. Sekjen IKAPPI Reynaldi Sarijowan menambahkan, persoalan tidak hanya pada proses produksi, tetapi juga pada alur distribusi. Meskipun Perum Bulog sudah ditugaskan untuk menyalurkan minyak goreng curah, pasokan dan harga di pasaran belum terkendali. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









