Ekonomi
( 40460 )Risiko Nilai Tukar Menghantui KLBF
Kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diproyeksi bakal tetap tumbuh tahun ini. Rencana ekspansi bisnis seperti mengeluarkan produk baru serta strategi meminimalisir efek pelemahan rupiah akan mendorong pertumbuhan kinerja KLBF. Equity Research Analyst Ciptadana Sekuritas, Alif Ihsanario, mengatakan, jika mengulas performa KLBF pada kuartal I-2024 saja, run rate sudah mencapai 27,7% dari estimasi. Bahkan, sepanjang tahun lalu, segmen obat resep sudah mencapai 26,5%, consumer health mencapai 32%, produk nutrisi mencapai 25,5% dan distribusi dan logistik mencapai 23,3%. Selain itu, beberapa sentimen yang akan membuat kinerja KLBF tumbuh positif di tahun ini yaitu, adanya strategi pertumbuhan pada segmen high-growth specialty products yang meliputi oncology, biologics dan obat generik unbranded.
Saat ini, KLBF sebagai pangsa pasar teratas di Indonesia pada segmen tersebut. Kemudian, perubahan sistem tender pada BPJS Kesehatan, yang tidak lagi berlaku pemenangan tender oleh pemasang harga terendah, namun diberlakukan juga parameter screening lain seperti Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). KLBF salah satu perusahaan dengan portfolio produk TKDN tinggi. Itu tecermin pada kuartal I-2024 ketika ada peningkatan harga rata-rata (ASP) 3%-5% pada segmen farmasi, consumer health dan nutrisi yang tetap diiringi performa penjualan kuat. "Mampu melampaui performa pasar keseluruhan pada masing-masing segmen," kata Alif.
Sementara Analis Bahana Sekuritas, Robert Sebastian menyebut, depresiasi mata uang rupiah akan mempengaruhi kinerja KLBF di semester II-2024.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, mencermati, secara prospek kinerja KLBF masih berpotensi mengalami pertumbuhan positif seiring rencana ekspansi bisnis seperti mengeluarkan produk baru. Di antaranya produk biologis serplulimab untuk kanker, produk kesehatan dalam kategori olahraga, dan produk susu kemasan, serta obat resep lainya.
Dengan begitu, Azis memproyeksikan Kalbe Farma bisa mencapai target pendapatan sebesar 6%-7% dibandingkan tahun lalu, dengan laba bersih yang diharapkan juga tumbuh 13%-15% di 2024.
Restrukturisasi Berakhir, Biaya Kredit Bank Susut
Kalangan bankir optimistis, biaya kredit atau cost of credit (CoC) perbankan akan melanjutkan tren penurunan di tahun ini. Salah satu penopangnya adalah sentimen kredit restrukturisasi Covid-19 yang terus melandai. Selain itu, semakin berkurangnya jumlah kredit berisiko atau loan at risk (LAR). Penurunan nilai kredit restrukturisasi Covid-19 tercermin dari melandainya biaya kredit sejumlah bank di kuartal I-2024. Contohnya PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Di kuartal I-2024, rasio biaya kredit BCA turun ke level 0,4% dari 0,8% di kuartal I-2023. Setali tiga uang, CoC PT Bank Mandiri Tbk turun menjadi 1,05% di kuartal I-2024 dari 1,18% di periode yang sama tahun 2023.
Pada periode yang sama, penurunan biaya kredit juga terjadi di PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), dari 1,4% jadi 1,0% di kuartal I-2024. Sementara itu, rasio CoC PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menjadi 0,8% dari 1,1% di kuartal I-2023 dan PT Bank CIMB Niaga Tbk turun dari level 1,48% ke level 0,82% di kuartal I-2024. Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan bilang, faktor biaya kredit, ditopang habisnya sisa kredit restrukturisasi Covid-19 CIMB Niaga.
Senada, Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo menyebut penurunan biaya kredit terjadi karena kualitas kredit baru terus membaik. Jumlah kredit yang direstrukturisasi juga melandai.
Senior Vice President
Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai, melandainya biaya kredit lebih disebabkan adanya penurunan LAR dan efisiensi operasional bank.
Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto berpendapat, biaya kredit di tahun ini kemungkinan akan meningkat. Hal ini seiring risiko geopolitik.
BMRI Pacu Transaksi Cross Border di Livin
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus melebarkan pasar Livin'. Lewat layanan cross border dalam aplikasi Livin’ by Mandiri, bank pelat merah ini menawarkan kemudahan transaksi finansial. Salah satunya pembukaan rekening lewat Livin’ by Mandiri. Kini, Warga Negara Indonesia (WNI) di dalam dan luar negeri dapat membuka rekening langsung melalui Livin’. Layanan ini bisa diakses nasabah di lebih dari 119 negara. Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri Rohan Hafas bilang, seluruh layanan Livin' bisa dimanfaatkan WNI di luar negeri.
Rohan menyebut, sebagai superapp, Livin’ melayani berbagai kebutuhan nasabah. Mulai dari investasi dari fitur tabungan rencana, deposito, pembelian reksadana maupun surat berharga ritel (SBR) di Livin’. Di kuartal I-2024, Livin’ by Mandiri mengelola 846.000 transaksi, naik 41,7% secara tahunan. Jumlah pengguna Livin' juga tumbuh 40% secara tahunan di periode yang sama menjadi 24,4 juta pengguna.
Alhasil, nilai transaksi Livin’ by Mandiri pada kuartal I-2024 tembus Rp 921 triliun, tumbuh 27,4% secara tahunan.
Bank Mandiri juga punya fitur Tabungan Multicurrency. Lewat tabungan ini, nasabah dapat membuka tabungan untuk 10 mata uang asing.
Untuk melengkapi ekosistem Tabungan Multicurrency, BMRI juga menghadirkan fitur terbaru, yakni Mandiri Debit Multicurrency. Fitur ini untuk melengkapi fitur Transfer Valas di Livin.
Saat ini jumlah transaksi Transfer Valas di Livin untuk pengiriman uang ke luar negeri sejak diluncurkan Februari 2023 mencapai lebih dari 100.000 transaksi, senilai lebih dari US$ 100 juta atau setara Rp 1,6 triliun.
VICI Memacu Penjualan Kosmetik
Emiten manufaktur skincare atau perawatan kulit, PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) menyiapkan berbagai strategi untuk memaksimalkan bisnis di tengah berbagai tantangan yang dihadapi tahun ini. Direktur Utama Victoria Care Indonesia Billy Hartono Salim mengungkapkan, bisnis perawatan kulit di Indonesia tumbuh sangat pesat. Tak cuma merek-merek lokal baru yang bermunculan dengan berbagai karakteristiknya masing-masing, tetapi kosmetik dan skincare dari luar negeri pun mengalir masuk ke Indonesia.
Ini cerminan ketatnya persaingan kosmetik di pasar Indonesia. Untuk menghadapi tantangan bisnis ke depan, manajemen VICI menyiapkan beberapa langkah. Pertama, fokus pada perluasan jalur distribusi, terutama di pasar ritel modern dan platform digital. Kedua, menambah titik distribusi dan mengaktifkan titik-titik distribusi dengan membuka jalur distribusi baru. Ketiga, memaksimalkan distribusi terhadap produk unggulan di portofolio Perseroan, mulai dari Herborist, Miranda, CBD Professional, hingga Nuface. Pada saat yang sama, kinerja bisnis VICI di awal tahun ini juga diderai oleh beberapa tantangan.
Salah satunya kondisi penguatan dolar Amerika serikat (AS) atas rupiah yang berpengaruh ke banyak hal, seperti meningkatnya harga bahan baku dan kemasan.
Sebagai tambahan informasi, VICI mengincar pertumbuhan pendapatan sebesar dua digit di sepanjang tahun 2024 ini. Adapun, hingga kuartal I-2024, VICI berhasil mencatatkan pertumbuhan dua digit dengan perolehan pendapatan sebesar Rp 338,5 miliar atau meningkat 14,6%
year on year
(yoy) dibandingkan raihan pada periode yang sama tahun sebelumnya Rp 295,4 miliar.
Billy menerangkan, keberhasilan VICI dalam menjaga performa positif di sepanjang kuartal I-2024 ini tidak terlepas dari kejelian perusahan itu dalam menjalankan strategi pemasaran yang tepat dan berkelanjutan. Dus, cara ini diharapkan efektif hingga tutup tahun.
EFEK COVID-19 SUDAH BERAKHIR?
Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin, Senin (6/5), telah melansir pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2024 mencapai 5,11% (year-on-year/YoY), tertinggi dalam tiga kuartal terakhir. Sekilas, angka itu cukup menggembirakan lantaran produk domestik bruto (PDB) mampu melaju sesuai proyeksi di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global. Apalagi, beberapa mesin utama pendorong ekonomi berkinerja cukup ciamik sepanjang kuartal I/2024. Konsumsi pemerintah misalnya yang melesat hingga 19,9% (YoY), tertinggi sejak 2006. Pun dengan konsumsi rumah tangga maupun konsumsi lembaga non profi t yang melayani rumah tangga atau LNPRT. Akan tetapi, jika ditelusuri lebih dalam, data ekonomi tersebut banyak dipengaruhi oleh faktor yang tidak berulang secara tahunan, salah satunya belanja untuk mendukung pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) meski ada kontribusi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA), juga terdorong dengan optimalisasi investasi pemerintah. Di sisi lain, jumlah pengangguran pada periode tersebut tercatat masih cukup tinggi. Per Februari 2024 jumlah pengangguran tercatat mencapai 7,2 juta orang, lebih tinggi dibandingkan dengan 2020 atau tahun pertama pandemi Covid-19 yang hanya 6,93 juta orang. Efek dari pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya hilang, membuat pemangku kebijakan masih mempertahankan belanja guna penebalan daya beli meski Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) berakhir.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azzam, mengatakan data ketenagakerjaan dan pertumbuhan mesin PDB yang tidak sejalan mencerminkan adanya kendala dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Senada, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta W. Kamdani, menambahkan Indonesia membutuhkan kebijakan ekonomi yang responsif, adaptif, dan prudent terhadap penciptaan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Menanggapi dinamika ekonomi Indonesia terkini, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti, memandang Indonesia belum berhasil lepas dari efek pandemi Covid-19 terutama dalam komponen konsumsi.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo, saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbang) 2024 kemarin, tak menampik bahwa dampak pandemi Covid-19 masih belum sepenuhnya berhasil diberangus. Menurutnya, dampak runtutan akibat pandemi Covid-19 masih terasa sampai sekarang. Hal ini menyebabkan beberapa negara masuk ke tahap resesi. Misalnya, seperti Jepang, Inggris, dan beberapa negara Eropa lainnya.
Oleh sebab itu, Kepala Negara mengingatkan agar pemerintah harus hati-hati dalam mengelola belanja yang teralokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.
Wanti-wanti Presiden bukannya tanpa alasan. Fakta bahwa gejolak geopolitik yang melahirkan ketidakpastian cukup terasa ditandai dengan volatilitas harga minyak, kenaikan infl asi, suku bunga tinggi, gangguan perdagangan global, hingga pelemahan mata uang.
Terus Melaju, Kredit Bank Mandiri Naik 19,14% YoY di Kuartal I 2024
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Bank Mandiri) berhasil menyalurkan kredit senilai Rp1.435 triliun pada Kuartal I/2024 atau tumbuh 19,1% secara tahunan (year-on-year/YoY). Apabila dibandingkan dengan pertumbuhan kredit industri, capaian ini berhasil melampaui pertumbuhan industri secara tahunan yang mencapai 12,4% pada akhir Maret 2024. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan bahwa pertumbuhan kredit ini mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang solid dan tangguh. “Melalui pencapaian fungsi intermediasi ini, Bank Mandiri memperkuat peranannya sebagai agen pembangunan yang berupaya berkontribusi maksimal terhadap perekonomian Indonesia,” katanya.
Pertumbuhan kredit yang mampu tumbuh double digit tersebar merata di semua segmen, kredit segmen wholesale tumbuh 25,2% YoY menjadi Rp751 triliun, dan kredit ritel naik 10,9% YoY menjadi Rp363 triliun. Kualitas aset Bank Mandiri juga unggul dibandingkan lima bank besar lainnya, dengan rasio non performing loan (NPL) Gross yang berhasil dipertahankan pada level 1,02% per Maret 2024, turun 68 basis poin dari tahun sebelumnya. Selain itu, Bank Mandiri juga sangat prudent dalam pencadangan kredit dengan coverage ratio bank only mencapai 368%. Sejalan dengan strategi bisnis yang konsisten dan optimalisasi kanal digital, Bank Mandiri juga berhasil mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp12,7 triliun di kuartal I 2024, naik 1,13% YoY.
Aplikasi Super App Livin’ by Mandiri tercatat telah mengelola 846 juta transaksi pada kuartal I/2024, meningkat 41,7% YoY, dengan pengguna mencapai 24,4 juta, naik 40% YoY. Nilai transaksi Livin’ by Mandiri pada kuartal I 2024 mencapai Rp921 triliun, tumbuh 27,4% YoY. Livin’ dan Kopra by Mandiri juga berkontribusi pada pertumbuhan dana pihak ketiga, khususnya dana murah.
Selain kinerja keuangan yang positif, Bank Mandiri juga berkomitmen pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Portofolio hijau Bank Mandiri telah tumbuh 19,3% YoY menjadi Rp130 triliun, dan total portofolio sosial mencapai Rp134 triliun, meningkat 9% YoY. Bank Mandiri berkomitmen pada keberlanjutan melalui tiga pilar, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking. Bank ini menargetkan Net Zero Emissions in Operations by 2030 dan memimpin transisi Indonesia ke ekonomi karbon rendah untuk mencapai SDG’s.
Sinyal Pelemahan Konsumsi Usai Pilpres
Setelah melampaui ekspektasi dengan me nyabet pertumbuhan ekonomi 5,11% pada kuartal I/2024, ekonomi Indonesia terindikasi akan berjalan gontai dan berada di persimpangan. Penurunan konsumsi seusai gelaran Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 diproyeksi menjadi tan tangan yang harus segera diantisipasi. Jika penurunan konsumsi menjadi nyata, hal tersebut bisa menjadi realitas pahit yang bakal dihadapi bangsa ini. Soliditas laju produk domestik bruto (PDB) yang selama ini terjaga bisa terjerembap ke titik nadir jika tak ada resep mujarab untuk mengatasinya pada sisa tahun 2024.
Kita bisa melihat bahwa peran konsumsi selama Pilpres 2024 tak dapat disepelekan dalam mengangkat pertumbuhan ekonomi nasional. Terlepas dari unsur politis, faktor pemilu secara nyata menjadi arena terbuka dalam penggelontoran bantuan sosial (bansos) besar-besaran. Total anggaran yang dialokasikan bahkan mencapai sekitar Rp496 triliun. Angka ini naik signifikan dari tahun sebelumnya Rp439,1 triliun. Anggaran itu mencakup berbagai jenis bantuan, termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino, untuk meningkatkan daya beli masyarakat dengan memberikan Rp400.000 kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengendalikan inflasi, khususnya inflasi pangan, dengan target menjaga inflasi di bawah 5% . Kita dapat melihat efek dari gelontoran masif bantalan sosial ini dengan kado realisasi pertumbuhan ekonomi di atas ekspektasi pemerintah pada kuartal I/2024. Dari sisi domestik, negeri ini terlilit oleh tingginya suku bunga acuan, stagnasi perdagangan, dan pelemahan rupiah, yang bisa membuyarkan peningkatan investasi serta menghambat ekspansi usaha. Hal ini sangat kontraproduktif terhadap pertumbuhan berkelanjutan. Sudah pasti bahwa konsumsi, investasi, dan ekspor akan menghadapi ujian berat akibat inflasi barang impor lantaran depresiasi rupiah, suku bunga tinggi, bahkan risiko penurunan harga komoditas.
Jika sektor usaha melemah, naiknya pengangguran menjadi faktor pemberat ekonomi yang tak terhindarkan.
Dalam situasi penting ini, kebijakan moneter harus ditata ulang, seperti mempertimbangkan penurunan suku bunga acuan untuk memudahkan pembiayaan dan memacu investasi. Pada saat yang sama, otoritas harus kreatif mencari cara agar hal tersebut tetap tak membahayakan inflasi. Oleh karena itu, dalam jangka pendek ini, bantalan sosial seperti bansos perlu kembali dikucurkan agar konsumsi yang mendorong pergerakan sektor riil tetap terlihat nyata.
Dari sisi fiskal, stimulus yang ditargetkan untuk mendukung sektor-sektor kritikal serta memperkuat infrastruktur dan kemampuan produksi domestik menjadi kunci.
STRATEGI PERBANKAN : BANK DIGITAL MENGHALAU ARAL
Kinerja sejumlah bank digital pada kuartal I/2024 menjadi modal bagi bank penantang itu untuk menyiapkan strategi menghalau aral sepanjang tahun ini. Berdasarkan data yang diolah Bisnis, pertumbuhan laba bersih pada kuartal I/2024 dipimpin oleh PT Bank Digital BCA yang tumbuh signifi kan dari nominal jutaan ke miliaran. Kemudian, terdapat PT Bank Jago Tbk. (ARTO) yang membukukan pertumbuhan 24,01% secara tahunan (year-on-year/YoY). Kemudian, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) dengan pertumbuhan 23,19% YoY.
Kontras terlihat pada Superbank, bank digital besutan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang membukukan pertumbuhan rugi bersih pada periode yang sama. Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo menuturkan realisasi kinerja pada tiga bulan pertama tahun ini sejalan dengan momen perbaikan kinerja bank digital. Perbaikan kinerja ini berasal dari kesadaran masyarakat terhadap layanan bank digital.
Sebagai contoh, dia menyebut kolaborasi ARTO dengan GoTo Group dan PT Bank Raya Indonesia Tbk. (AGRO) yang bersinergi dengan BRI Grup. Begitu juga dengan BBHI dengan gurita bisnis milik Chairul Tanjung dan BCA Digital dengan Grup BCA. Dihubungi terpisah, Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan kinerja moncerbank digital terdorong oleh suku bunga tinggi. “Lalu kalau ditanya mengapa masih ada bank digital yang membukukan bank kerugian, ya itu biasanya beban operasional masih tinggi, karena ada peningkatan transformasi digital,” katanya.
Dari kalangan perbankan, Direktur Utama Bank Jago Arief Harris Tandjung optimistis bahwa strategi kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lainnya bisa menghalau aral pada sisa tahun. Dia mengakui bisnis perbankan pada tahun ini harus menghadapi tantangan dari ketidakpastian. Tak mau kalah, Direktur Utama Allo Bank Indonesia Indra Utoyo mengtakan perusahaan mengoptimalkan fungsi intermediasi di tengah iklim suku bunga tinggi melalui produk dan jasa berbasis digital, dalam menghasilkan dan menumbuhkan laba.
Kendati belum menyampaikan laporan kinerja kuartal I/2024, Presiden Direktur SeaBank Indonesia Sasmaya Tuhuleley memupuk pencadangan yang besar untuk mengantisipasi sederet risiko pada tahun ini.
Oleh karena itu, perusahaan merilis fitur pinjaman langsung bagi seluruh nasabah pada pengujung tahun ini. Fitur tersebut nantinya bisa dimanfaatkan oleh semua nasabah Seabank di aplikasi. Terdapat pilihan untuk mengajukan pinjaman di aplikasi tanpa melalui pihak ketiga. Dalam menyediakan layanan tersebut, Seabank pun menawarkan bunga cicilan rendah.
Sebagai gambaran, selama ini, Seabank menyalurkan 90% kredit melalui ekosistem Shopee. Terdapat sejumlah layanan kredit di Shopee yang mana Seabank menjadi lender, seperti SPayLater, SPinjam, atau cashloan untuk merchant.
DAYA SAING INDUSTRI : Sinyal Perpanjangan Harga Gas Khusus
Pemerintah memastikan bakal terus berupaya menjaga daya saing industri dalam negeri dengan memberikan harga gas khusus, meski pasokan komoditas tersebut kerap tersendat akibat penurunan produksi alamiah di sejumlah lapangan minyak dan gas bumi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah bakal melanjutkan program harga gas bumi tertentu atau HGBT pada tahun depan, sembari membangun dan memperkuat infrastruktur gas bumi di Tanah Air. Menurutnya, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap daya saing industri nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Hal itu menjadi alasan bagi pemerintah untuk kembali memberikan insentif harga gas khusus untuk beberapa sektor industri seperti tahun ini.
Program HGBT belakangan memanas karena PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) harus mengatur pasokan gas untuk industri, karena penurunan produksi di sejumlah lapangan minyak dan gas bumi atau migas. Perusahaan kemudian meminta tambahan alokasi gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) untuk menambal kekurangan pasokan tersebut. Hanya saja, gas yang berasal dari LNG memiliki nilai jual yang lebih mahal, karena harganya mengikuti harga di pasar global dan membutuhkan proses regasifikasi untuk bisa dialirkan melalui pipa.
Persoalan mengenai pasokan gas bumi tersebut kemudian mendapatkan keluhan dari sejumlah pelaku industri, termasuk Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) yang mengaku produksi anggotanya mulai terancam akibat gangguan tersebut. Ketua Umum Asaki Edy Suyanto mengkhawatirkan gangguan pasokan gas bumi bakal berdampak kepada gangguan iklim investasi di Indonesia. Musababnya, Asaki telah menerima keluhan dari salah satu produsen sanitary ware terbesar di dunia yang telah membangun fasilitas produksinya di Indonesia.
Sekretaris Perusahaan PGAS Rachmat Hutama menerangkan, keputusan itu diambil untuk menjaga reliabilitas dan keselamatan jaringan gas yang berisiko tinggi. Di sisi lain, SKK Migas telah menyepakati penambahan dua kargo LNG untuk PGAS untuk tahun ini. Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro mengatakan, tambahan dua kargo LNG tersebut rencananya berasal dari Tangguh Train 3.
IZIN USAHA PERTAMBANGAN : ANGIN SEGAR UNTUK FREEPORT
Pemerintah terus memberikan kabar menggembirakan terkait dengan operasional PT Freeport Indonesia di Tanah Air. Setelah memberikan sinyal bakal mendorong perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga, kini pemerintah kembali memastikan akan mengabulkan perpanjangan izin perusahaan hingga 2061. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport Indonesia hingga 2061, meski revisi Peraturan Pemerintah No. 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara belum rampung. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengamini bahwa pemerintah kemungkinan besar bakal mengakomodasi percepatan permohonan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia. Dalam kesempatan itu, Arifin juga membeberkan bahwa revisi Peraturan Pemerintah No. 96/2021 sudah sampai pembahasan di Sekretariat Negara.
Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mendorong dikeluarkannya perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga yang saat ini hanya berlaku hingga 31 Mei 2024. “Yang penting kami akan commit dengan target commercial operation date [COD] dulu, setelah COD nanti kami akan minta assesment dari Kementerian ESDM untuk berikan license kapan boleh mulai ekspor,” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sempat mengatakan bahwa perpanjangan izin Freeport Indonesia bakal disertai dengan penambahan porsi kepemilikan pemerintah di perusahaan tersebut menjadi 61%. Sejak menjadi bagian dari MIND ID, kata Bahlil, Freeport Indonesia telah memberikan kontribusi signifi kan. Misalnya saja kontribusinya terhadap laba konsolidasi tahun berjalan MIND ID sepanjang 2023 yang mencapai Rp27,52 triliun. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian MIND ID 2023, laba tersebut naik 22,36% dibandingkan dengan capaian 2022 yang hanya mencapai Rp22,49 triliun.
Naiknya laba MIND ID tersebut ditopang oleh kontribusi bagian laba neto dari Freeport Indonesia yang mencapai Rp24,69 triliun. Bagian laba dari Freeport Indonesia pada 2023 itu melesat 172,52% dibandingkan dengan realisasi pada 2022 yang sebesar Rp9,06 triliun.
Pendapatan terbesar perseroan dikontribusikan dari komoditas batu bara yang mencapai Rp41,52 triliun atau turun 14,13% dibandingkan dengan realisasi pada 2022 yang mencapai Rp48,35 triliun. Kontribusi pendapatan terbesar kedua berasal dari komoditas emas yang mencapai Rp26,12 triliun atau turun 17,39% dibandingkan dengan Rp31,62 triliun pada 2022. Selanjutnya, kontribusi terbesar berasal ketiga berasal dari aluminium yang senilai Rp9,29 triliun, turun dari sebelumnya Rp13,15 triliun pada 2022.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









