;

IZIN USAHA PERTAMBANGAN : ANGIN SEGAR UNTUK FREEPORT

Ekonomi Hairul Rizal 07 May 2024 Bisnis Indonesia
IZIN USAHA PERTAMBANGAN : ANGIN SEGAR UNTUK FREEPORT

Pemerintah terus memberikan kabar menggembirakan terkait dengan operasional PT Freeport Indonesia di Tanah Air. Setelah memberikan sinyal bakal mendorong perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga, kini pemerintah kembali memastikan akan mengabulkan perpanjangan izin perusahaan hingga 2061. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) Freeport Indonesia hingga 2061, meski revisi Peraturan Pemerintah No. 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara belum rampung. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengamini bahwa pemerintah kemungkinan besar bakal mengakomodasi percepatan permohonan perpanjangan kontrak Freeport Indonesia. Dalam kesempatan itu, Arifin juga membeberkan bahwa revisi Peraturan Pemerintah No. 96/2021 sudah sampai pembahasan di Sekretariat Negara. 

Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga mendorong dikeluarkannya perpanjangan izin ekspor konsentrat tembaga yang saat ini hanya berlaku hingga 31 Mei 2024. “Yang penting kami akan commit dengan target commercial operation date [COD] dulu, setelah COD nanti kami akan minta assesment dari Kementerian ESDM untuk berikan license kapan boleh mulai ekspor,” kata Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo beberapa waktu lalu. 

Di sisi lain, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia sempat mengatakan bahwa perpanjangan izin Freeport Indonesia bakal disertai dengan penambahan porsi kepemilikan pemerintah di perusahaan tersebut menjadi 61%. Sejak menjadi bagian dari MIND ID, kata Bahlil, Freeport Indonesia telah memberikan kontribusi signifi kan. Misalnya saja kontribusinya terhadap laba konsolidasi tahun berjalan MIND ID sepanjang 2023 yang mencapai Rp27,52 triliun. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian MIND ID 2023, laba tersebut naik 22,36% dibandingkan dengan capaian 2022 yang hanya mencapai Rp22,49 triliun.

Naiknya laba MIND ID tersebut ditopang oleh kontribusi bagian laba neto dari Freeport Indonesia yang mencapai Rp24,69 triliun. Bagian laba dari Freeport Indonesia pada 2023 itu melesat 172,52% dibandingkan dengan realisasi pada 2022 yang sebesar Rp9,06 triliun. Pendapatan terbesar perseroan dikontribusikan dari komoditas batu bara yang mencapai Rp41,52 triliun atau turun 14,13% dibandingkan dengan realisasi pada 2022 yang mencapai Rp48,35 triliun. Kontribusi pendapatan terbesar kedua berasal dari komoditas emas yang mencapai Rp26,12 triliun atau turun 17,39% dibandingkan dengan Rp31,62 triliun pada 2022. Selanjutnya, kontribusi terbesar berasal ketiga berasal dari aluminium yang senilai Rp9,29 triliun, turun dari sebelumnya Rp13,15 triliun pada 2022.

Tags :
#Pertambangan
Download Aplikasi Labirin :