;
Kategori

Ekonomi

( 40430 )

Kebijakan Stimulus Diskon Tarif Angkutan Laut Telah Diterapkan Pemerintah

21 Jun 2025
Kebijakan diskon tarif yang diterapkan pemerintah menunjukkan animo yang besar bagi masyarakat pengguna angkutan transportaso. Dua moda yang paling diminati di antaranya PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani mengatakan kebijakan diskon tarif yang berjalan selama 15 hari pelaksanaan dengan potongan 50%, jumlah penumpang PT Pelni yang terserao sudah mencapai 38%. "Ini sejak kami mulai per 5 Juni hingga pelaksanaan perjalanannya selama 15 hari sudah menyerap 48%. Dari sini memperlihatkan tingginya animo masyarakat memanfaatkan diskon tarif PT Pelni melalui perjalanan laut," kata Anda, sapaan akrabya saat melapas keberangkatan KM Kelud di Terminal Pneumpang Pelabuha Tanjung Priok. Besarnya animo masyarakat memanfaatkan diskon tarif lewat angkutan laut menggunakan kapal Pelni, juga dipersiapkan dengan sejumlah antisipasi. Misalnya dari sisi keamanan, keselamatan maupun kenyamanan tetap menjadi aspek utama yang diperhatikan. "Ramainya jumlah penumpang ini seperti liburan sekolah rasa liburan Lebaran hingga natisipasi jua kami lakukan dari sisi pelayanan," ujarnya. (Yetede)

Transaksi Digital Melaju Kencang

21 Jun 2025
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Mei 2025 terus melaju kencang. Ini menandakan gaya hidup nontunai masyarakat yang semakin mengakar. Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan kinerja keuangan digital utamanya didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal. "Digital sisi transaksi, pembayaran digital pada Mei 2025 mencapai 3,93 miliar transaksi atau tumbuh 27,88% (yoy) didukung peningkatan seluruh komponen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo. Volume transaksi aplikasi mobile dan internet banking terus tumbuh masing-masing sebesar 29,32% (yoy) dan 7,54% (yoy). "Demikian pula, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh tinggi sebesar 151,70% (yoy) didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," jelas Perry. Diantara seluruh kanal pembayaran digital, QRIS tampil sebagai bintang dengan pertumbuhan spektakuler. Volume  transaksi QRIS naik 151,70% (yoy) per Mei 2025. Peningkatan pesat ini didorong oleh semakin luasnya adopsi QRIS, jumlah merchat yang menggunakan QRIS terus meningkat, termasuk di daerah-daerah pelosok yang sebelumnya hanya mengandalkan uang tunai. Kini, dari pedagang UMKM di kota kecil, semua mulai terhubung  ke dalam ekosistem digital nasional. (Yetede)

Tekanan Diperkirakan Masih Akan dialami Rupiah

20 Jun 2025

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan mengalami tekanan dalam jangka pendek akibat konflik geopolitik. Jika risiko geopolitik terus memburuk, beberapa pihak memperkirakan rupiah akan menembus level Rp 16.600 per USD. Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah Kamis (19/6) ditutup di level Rp 16.378 per USD atau terdepresiasi 0,47 % dibanding akhir Mei 2025. Rupiah bahkan sempat menembus level Rp 16.400, terlemah sejak 21 Mei 2025. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual mengatakan, tensi geopolitik yang dipicu serangan Israel terhadap Iran memberi sentimen negatif terhadap pasar keuangan global. Akibatnya, nilai tukar rupiah ikut terdampak. ”Sementara ini ada sedikit tekanan (terhadap rupiah) dalam jangka pendek. Semoga kondisi geopolitik mereda tensinya sehingga investor, sentimennya bisa kembali positif,” katanya.

Dalam jangka pendek, nilai tukar rupiah cenderung akan bergerak dalam rentang Rp 16.300-Rp 16.600 per USD. Artinya, terdapat risiko depresiasi rupiah hingga 1,35 % dibanding level saat ini. Depresiasi nilai tukar tidak hanya dialami rupiah, tapi juga beberapa mata uang negara berkembang (emerging market) lainnya. Mata uang yang mengalami pelemahan cukup dalam adalah peso Filipina yang terdepresiasi 2,72 % secara bulanan, terutama akibat kenaikan harga minyak dunia seiring serangan Israel ke Iran. Alhasil, investor cenderung berhati-hati menempatkan investasinya ke pasar keuangan negara berkembang, terutama negara dengan tingkat impor minyak tinggi (net importir). Harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) kini menyentuh level 74,05 USD per barel, meningkat 11,11 % dibanding sebelum Israel menyerang Iran pada Jumat (13/6). (Yoga)


Industri Manufaktur Terancam Konflik Iran-Israel

20 Jun 2025

Eskalasi konflik Iran dan Israel berpotensi melonjakkan biaya produksi dan mengganggu logistik global serta kelancaran rantai pasokan bahan baku. Menurut Menperin, Agus Gumiwang Kartasasmita, dampak konflik Iran-Israel paling terlihat di pasar energi karena Timur Tengah memasok 30 % produksi minyak global. ”Energi bagi industri sangat vital karena tidak hanya sebagai sumber energi produksi, tapi juga sebagai bahan baku dalam proses produksi,” ujar Agus, Kamis (19/6). Pascaperang Iran-Israel harga minyak Brent berfluktuasi antara 73 USD dan 92 USD per barel. Volatilitas harga energi dunia semakin tinggi seiring munculnya ancaman penutupan Selat Hormuz yang menjadi urat nadi pasokan energi dunia, yang menangani 30 % pengiriman minyak global. Konflik geopolitik di Timur Tengah juga bisa mengganggu rute perdagangan maritim lainnya di Terusan Suez, yang menangani 10 % perdagangan dunia.

Kondisi ini, bisa berdampak pada berbagai industri manufaktur di Indonesia. Margin laba industri tekstil dan alas kaki, bisa mengalami penyusutan 5-7 % akibat kenaikan biaya logistik. Sektor otomotif dan elektronika yang sebagian besar komponennya bergantung pada impor berpotensi mengalami kerugian ekspor hingga 500 juta USD. Industri nikel dan baja Indonesia juga menghadapi kenaikan biaya transportasi batubara sebesar 15-20 % dan penundaan pengiriman tiga hingga empat minggu. Potensi kerugian ekspornya 1,2 miliar USD. Disektor pangan, Indonesia mengimpor pupuk dan bahan baku pupuk berbasis NPK, seperti fosfat. Sekitar 64 % diantaranya berasal dari Mesir yang terletak di kawasan Timur Tengah. ”Industri nasional harus mulai mengandalkan sumber energi domestik, termasuk energi baru dan terbarukan seperti bioenergi, panas bumi, serta memanfaatkan limbah industri sebagai bahan bakar alternatif,” ujar Agus. (Yoga)


Tantangan Besar Industri Film Indonesia dengan Potensi yang Besar

20 Jun 2025


Film animasi, Jumbo, tak hanya menjadi film Indonesia terlaris tahun ini yang mampu meraup pendapatan ”jumbo”. Seiring keberhasilan film itu, ada momentum untuk mengembangkan ekosistem industri film animasi dalam negeri. Sejak Jumbo tayang perdana pada 31 Maret hingga 9 Juni 2025, film animasi karya sutradara Ryan Adriandhy itu telah ditonton 10,15 juta penonton dan meraup pendapatan domestik 23,7 juta USD (Rp 252,8miliar). Jumbo menggeser film genre horor, KKN di Desa Penari, yang sebelumnya menjadi pemegang rekor jumlah penonton terbanyak, yakni 10,06 juta orang. Penghasilan Jumbo akan semakin jumbo karena akan ditayangkan di 17 negara Asia Tengah dan Eropa, seperti Rusia, Belarus, Ukraina, Moldova, Tajikistan, Turkmenistan, Estonia dan Latvia. Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Animasi dan Konten Indonesia (Ainaki) Daryl Wilson, Jumbo berhasil mencetak jumlah penonton dan pendapatan tinggi karena menawarkan narasi dan visualisasi tiga dimensi yang apik.

Kesuksesan Jumbo tak lepas dari keterlibatan komunitas, artis, penyanyi dan investor. Secara umum industri film animasi dalam negeri masih memiliki banyak tantangan mulai soal investasi biaya produksi, kreativitas cerita, hingga penciptaan karakter penokohan yang kuat, tapi belum banyak investor yang melirik industri film animasi. Padahal, animator Indonesia memiliki kualitas yang tidak kalah dari negara lain. Ainaki mencatat, Indonesia memiliki 250 studio animasi dari skala besar, menengah dan kecil.  ”Industri animasi Indonesia belum maksimal dan terangkat, karena secara bisnis berisiko sebab produksinya butuh waktu lama yang membuat cost production (biaya produksi) tinggi. Hal ini yang menjadi pertimbangan investor, apakah setelah selesai dan tayang, filmnya akan sukses,” ujarnya.

Dalam cuitan di akun X resminya, Ryan Adriandhy menyampaikan, Jumbo dibuat dengan anggaran di bawah 2 juta USD atau Rp 30 miliar. Bandingkan dengan film Inside Out 2 karya Disney Pixar yang memakan biaya Rp 3 triliun. Industri animasi Tanah Air sebenarnya menyimpan potensi besar. Menurut catatan ”Indonesia Animation Report 2020”, dalam periode 2015-2019, industri animasi dalam negeri tumbuh 153 % dengan kenaikan rata-rata 26 % per tahun. Pada 2015, industri animasi Indonesia mencetak pendapatan kotor Rp 238 miliar dan terus tumbuh dari tahun ke tahun dan mencapai Rp 602,75 miliar pada 2019. Secara global, pasar animasi diperkirakan bakal tumbuh dari 379,83 miliar USD (2024) menjadi 407,03 miliar USD (2025) dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 7,2 %. (Yoga)


Seribu Alasan untuk Kembali ke Jakarta Fair

20 Jun 2025

Ada ribuan alasan untuk kembali ke Jakarta Fair Kemayoran. Rasanya belum lengkap jika tak menyempatkan diri untuk menikmati kuliner hingga berbururagam diskon di pameran multi produk yang berlangsung 19 Juni hingga 13 Juli 2025. Arena pameran Jakarta Fair Kemayoran di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakpus ramai sejak Kamis (19/6) sore. Yeni Fitria (41) dan keluarga naik taksi dari Jakbar ke JIExpo. Mereka menyempatkan membeli jajanan sebelum menuju panggung utama, lokasi pembukaan pameran sekaligus pesta kembang api. ”Banyak promo makanya datang terus setiap tahun,” tutur Yeni. Keluarganya selalu mencari american donat. Donat khas berbentuk panjang yang hanya dijual saat Jakarta Fair Kemayoran. ”Ini kesempatan berburu diskon. Jakarta Fair dari tahun ke tahun selalu ramai, semarak,” kata Yeni. Endang (60) juga datang bersama keluarga dari Jakpus, menemani anak dan cucunya berbelanja produk dengan harga spesial.

Pelaksanaan Jakarta Fair Kemayoran 2025 lebih singkat dari tahun lalu. Namun, penyelenggara menyiasatinya dengan tambahan jam operasional agar pengunjung dan nilai transaksi tidak turun signifikan. Senin sampai Kamis pameran dimulai pukul 15.00 hingga 22.30. Pada Jumat hingga pukul 23.00 dan Sabtu-Minggu mulai pukul 10.00 hingga 23.00. Jakarta diikuti 2.550 perusahaan dengan 55 % sektor swasta dan 45 % sektor UMKM, menampilkan produk dalam 1.550 stan. Dirut JIExpo, Siti Hartati Murdaya menyebut, Jakarta Fair Kemayoran sejak masih bernama Pekan Raya Jakarta, bukan hanya pameran niaga, tapi, juga kebangkitan industri kreatif nasional. ”Jakarta Fair mendorong daya saing produk lokal dan roda perekonomian,” ujar Siti. Jakarta Fair Kemayoran 2024, mencatat nilai transaksi hingga Rp 7,5 triliun dengan 6,3 juta pengunjung selama 33 hari. Menurut Siti, hal ini baik di tengah ketidak pastian ekonomi, terutama bagi sektor pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran atau MICE. (Yoga)


Tuntaskan PR Penggangu Terciptanya Kepastiaan Berusaha

20 Jun 2025
Pemerintah perlu segera menuntaskan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang masih mengganggu terciptanya kepastian berusaha bagi investor melalui upaya yang strategis, sistematis, dan kosisten. Tanpa itu, alih-alih daya saing internasional naik, yang terjadi justru kemerosotan seperti yang didalam Indonesia belakangan ini. Berdasarkan hasil riset World Competitiveness Ranking (WCR) 2025 yang dirilis IMD World Competivenes Center (WWC), peringkay daya saing Indonesia pada tahun ini merosot tajam hingga 13 peringkat ke peringkat 40 dari total 69 negara dunia. Penurunan ini bahkan menjadi yang terburuk dibandingkan negara-negara lain. Padahal, dalam tiga tahun terakhir, Indonesia berhasil terus memperbaiki poisis daya saingnya dari peringkat 44 di 2022, naik ke peringkat 34 di 2023, dan berada di posisi 27 pada 2024. Pada 2022, pascapandemi Covid-19, Indonesia adalah salah satu negara dengan performa daya saing terbaik dalam peringkat WCR, karena naik hingga 11 peringkat. Kenaikan peringkat daya saing Indonesia kala itu lebih banyak didongkrak oleh faktor nilai ekspor minyak dan gas serta komoditas. Sementara kemerosotan daya saing Indonesia dan sejumlah negara Asia Tenggara lain pada tahun ini, merupakan imbas dari perang tarif yang ditujukan ke kawasan tersebut. (Yetede)

Generasi Muda Target Pasar Rumah Subsidi Mini

20 Jun 2025
Rumah subsidi dengan luas tanah 25 meter persegi (m2) dan bangunan 18 m2 hanya dibangun di kawasan perkotaan. Alasannya, harga tanah di kota besar mahal, sehingga susah membuat rumah subsidi dengan harga terjangkau. Seiring dengan itu, pemerintah terus menyosialisasikan rumah mini, terutama ke generasi muda selaku target pasar utama. Pada Kamis (19/6/2025), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengajak beberapa komunitas pemuda untuk melihat mock up rumah subsidi mini milik Lippo Group di Jakarta. Sejauh ini, anggota komunitas antusias dengan rumah minimalis yang menyasar perkotaan tersebut. "Bagi mereka, memiliki rumah lebih baik dibandingkan dengan kos, karena rumah adalah aset," ujar Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati. Lewat acara itu, Kementerian PKP, kata dia, juga ingin mendapat tanggapan dan masukan dari generasi muda sambil menyosialisasikan program 3 juta rumah yang sudah berjalan. Dia menyebut langkah itu disambut baik oleh para komunitass. Bahkan, sebagian anggota langsung menanyakan ini dimana tempatnya. (Yetede)

Kemenlu Siapkan Evakuasi WNI di Iran

20 Jun 2025
Menteri Sugiono menyampaikan bahwa kementeriannya menyiapkan rencana  evakuasi terhadap warga negara Indonesia di Iran melalui jaur darat, menyusun konflik antara Iran dan Israel yang semakin meningkat dalam dua hari terakhir. Saat ini, terdapat sekitar 380 orang WNI yang berada di wilayah Iran, terutama di Taheran. "Pemerintah Indonesia menilai situasi semakin tidak kondusif seiring meningkatnya intensitas serangan, yang tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga sasaran sipil. Pesawat tidak bisa kesana. Satu-satunya jalur darat," kata Sugiono di Dt, Petersburg. Sebagai langkah antisipasi Kementerian Luar Negeri telah memerintahkan Keduataan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran untuk melakukan asesment terhadap rencana evakuasi  dan menjalankan langkah-langkah kongtingensi. Status kesiagaan di Kedutaan Besar RI di Teheran juga telah ditingkatkan dari siaga 2 menjadi siaga 1. Sugiono mengatakan bahwa komunikasi dengan negara-negara tetangga Iran sudah dilakukan untuk  memastikan kemudahan akses lintas perbatasan apabila evakuasi WNI harus dilakukan. "Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan negara tetangga Iran memohon supaya warga ngara kita diberi kemudahan melewati perbatasannya karena situasinya juga yang semakin tidak menguntungkan," katanya. (Yetede)

Berburu Saham Murah CDIA

20 Jun 2025

Aksi penawaran umum perdana (public initial offering/IPO) saham PT Chandra Daya Investasi atau CDIA menjadi salah satu IPO calon  emiten raksasa (lighthouse) yang akan banyak diburu tahun ini. Membandroli harga IPO sebesar Rp170-190 per saham, valuasi CDIA dinilai murah. Valuasi murah CDIA ini terefleksi setelah membandingkan dengan emiten sejenis industri seperti saham HGII, PGEO, bahkan saham emiten sesama Grup Barito seperti BREN yang rata-rata valuasinya premium. Sebut misalnya, price-to-earning ratio (PER) rata-rata industri di 14,5x. Belum lagi, price-to-sale value  (PBV) CDIA yang berada di 1,5x-1,6x, lebih rendah ketimbang rata-rata industri di 18,3x.

Sementara dilihat dari net profit margin (NPM), CDIA berada di 30% atau lebih tinggi daripada industri yang rata-rata di 21%. Kemudian, return on equity (RoE) sebesar 3% alias di bawah industri yang 9%, dan debt-to-equity ratio CDIA berada di 0,37x, jauh dibawah rata-rata industri yang berada 1,6x, sebagaimana Indonesia (KSI) yang disusun Analis Senior KSI Sukarno Alatas, Kamis (19/6/2026). Sebaliknya, jika dikomparasikan dengan PER saham lain yang tercatat di IHSG, PER Chandra Daya Investasi terbilang premium. Karena umumnya PER perubahaan lain yang sudah tercatat di BEI berada di 10-20x. Merujuk pada riset Agloresearch, valuasi IPO CDIA yang PER-nya dihargai tinggi oleh pasar. Ini tidak lepas  dari prospek CDIA yang dipandang menjanjikan. (Yetede)