Dari Gratisan Hingga Ngendorse Via Selebgram
Kiagus Muhammad Yuriansyah, salah satunya. Meskipun masih berstatus mahasiswa semester enam Fakultas Ilmu Sosial dan IImu Politik di Universitas Sriwijaya, Palembang. Yuri sudah memiliki usaha bisnisnya sendiri. Lelaki yang berusia 21 tahun tersebut memiliki usaha di bidang makanan dengan nama brand Snack Society yang menjual berbagai snack kecil mulai dari sate Taichan, sate kulit, cireng, nacos, churos, hingga dimsum dan burger. Berbagai snack ini dibuat sendiri bersama timnya. "Terinspirasi nama Snack Society dari Produk yang kita jual sendiri yaitu snack atau makanan kecil sedangkan society itu ciri khas dari produk yang kita jual karena produk yang kita jual adalah makan makanan kecil masyarakat perkotaan, terang Yuri saat dibincangi Tribun akhir pekan lalu.
Yuri bercerita merintis bisnis ini sejak 18 Desember 2020 lalu dan makin eksis dengan membuka gerai di Ruang Dua kambang Iwak pada awal 1 Juni 2021. la membuka bisnis tersebut untuk mengisi waktunya di sela pembelajaran kuliah melalui daring, dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat kota Palembang yang tidak mendapat pekerjaan khususnya di masa pandemi. "Di saat pandemi seperti ini kan banyak orang membutuhkan lapangan pekerjaan. oleh karena itu saya terpikir untuk membuka bisnis dengan menjual produk makanan, "beber dia.
Dikatakan remaja tersebut, awal dirinya berbisnis, dimulai dari hanya iseng mencoba memberikan produknya ke orang terdekat dengan gratis. "Pertama itu coba menjual makanan ini ke orang terdekat terlebih dahulu dengan memberikan porsi gratis, serta meminta kritikan dari orang tersebut, kemudian respon mereka terhadap produk tersebut sangat baik dan juga ada beberapa dari mereka yang memberikan saran agar mempersiapkan produk tersebut dengan matang," lanjutnya. Yuri mengatakan berkat peran dari teman-teman dan orang terdekatnyalah dirinya berhasil membuka bisnis usaha makanan tersebut. “Tanpa teman teman kita tidak akan bisa sampai sejauh ini, berkat teman teman produk yang kita jual sejauh ini sudah di kenal oleh banyak orang sehingga usaha kita bisa berkembang hingga saat ini dan juga memiliki tambahan karyawan," katanya.
Bukan mudah membangun usaha. Yuri mengungkapkan, di balik semua itu dirinya tentu mengalami masa sulit. "Kami sempat tutup karena omzet turun drastis, akibat pandemi," katanya. "Kami mencari solusi agar usaha ini tetap berjalan dengan cara membatasi kapasitas konsumen untuk makan di tempat dengan mematuhi protokol kesehatan dan berbagai promosi juga telah dilakukan untuk menarik pelanggan yang pertama yaitu promosi melalui Gofood dan Grabfood karena minat konsumen sangat tinggi melalui ojek online. Promosi lainnya yaitu menggunakan social media baik instagram, facebook maupun whatsapp serta menggunakann jasa paidpromote ataupun endorse dari selebgram," ujarnya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023