Grup Lion Klaim 90% Lessor Telah Sepakati Restrukturisasi
Corporate Communications Strategic Grup Lion Air Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, dalam situasi pandemi Covid-19 di luar kemampuan yang belum pernah terjadi sebelumnya, Grup Lion melakukan adaptasi yang berdampak pada bisnis, salah satunya restrukturisasi dengan pihak atau mitra mereka. Kebijakan ini ditempuh untuk melakukan perbaikan yang tujuan akhirnya adalah memperbaiki serta memaksimalkan kinerja yang dijalankan perusahaan.
“Grup Lion sangat perlu melakukan evaluasi kinerja dan perbaikan agar tetap tumbuh dan dapat bersaing. Grup Lion sudah melakukan negosiasi dengan semua mitra, 90% ada kesepakatan serta solusi terbaik di tengah masa waspada pandemi Covid-19,” kata Danang Mandala dalam pernyataan resmi dikutip Minggu (8/8). Danang mengungkapkan, salah satu keputusan yang disepakati dengan lessor atau penyedia sewa pesawat adalah mengirimkan enam armada ke Alice Spring. “Dari 299 armada yang dioperasikan baik skema finance lease maupun operating lease, terdapat enam armada yang dikirim ke Alice Spring, Australia yang jadi lokasi yang disepakati bersama lessor,” ujar Danang. Grup Lion Air, kata Danang, menilai restrukturisasi merupakan kebijakan tepat dan menjadi salah satu solusi terbaik mengingat kondisi pasar yang ada saat ini mengalami penurunan sehingga perlu mengurangi jumlah pesawat udara. Selain itu, pengurangan jumlah pesawat memberikan dampak lebih efisien serta mampu menyesuaikan kapasitas angkut penumpang dan kargo.
Sementara itu, Garuda Indonesia bersama lessor Aercap Ireland Limited meneken kesepakatan global side letter agreement pada 28 Juli 2021. Dalam keterbukaan informasi publik Garuda Indonesia, yang diakses pada Minggu (8/8), diungkapkan bahwa melalui penandatanganan global side letter tersebut, Garuda sepakat untuk menerbangkan dan merelokasi sembilan pesawat B737-800NG yang disewanya pada lokasi yang telah disetujui. Dari pantauan aplikasi radar online tertangkap belum lama ini pesawat-pesawat itu dikirim ke Alice Spring. Di sisi lain, dengan kesepakatan global side letter itu, Aercap setuju antara lain untuk menghentikan gugatan berupa gugatan pailit yang telah diajukan Aercap terhadap Garuda di mahkamah agung di New South Wales pada 21 Juni 2021. Sebelumnya, Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia Doni Oskaria menjelaskan, dengan ukuran pasar yang ada sekarang akibat terdampak pandemi Covid-19, Garuda cukup mengoperasikan 41 pesawat dari sebelumnya 142 armada. “Tapi kapasitas penumpang saat ini untuk size market hari ini, 41 pesawat cukup,” ungkap Doni Oskaria saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR beberapa waktu lalu. Dengan demikian, lanjut dia, Garuda menanggung beban 101 pesawat yang tidak diperlukan. Secara total, untuk biaya leasing, perawatan, dan lain-lain terkait pesawat, Garuda menanggung biaya sekitar US$ 80 juta setiap bulan. “Jadi ada US$ 80 juta yang wajib kami bayar secara buku, walau faktanya tak kita bayar,” ujar Doni. total Garuda bekerja sama dengan 31 lessor untuk 142 armada. Akan tetapi, untuk 41 pesawat yang digunakan saat ini tercatat dinaungi total 15 lessors. Adapun 16 lessors lainnya disebutkan sudah tak lagi dilakukan pembayaran sewa pesawat. “Sudah lama kami tidak bayar lessor. Kami punya 31 lessor. Dari 41 pesawat yang kami tangani ada 15 lessors. Sisanya, kami diamkan,” terang Irfan Setiaputra.
Tags :
#PenerbanganPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023