Harga Pisang Rp 400 per Kilogram
MUARADUA, TRIBUN - Rozi Petani pisang di wilayah Desa Pelangki Kecamatan Muaradua Kabupaten OKU Selatan Sumatera Selatan tak bisa berbuat banyak dengan merosotnya harga pisang yang hanya Rp 400-500 perkilogramnya. Rozi mengatakan, untuk menghasilkan hasil panen yang maksimal dalam setahun seharusnya melakukan pemupukan. “Agar hasilnya yang maksimal dalam setahun seharusnya 3 kali pemupukan, tapi dengan harga Rp 400 - 500 kita tidak sanggup dan pasrah dengan hasil yang didapat,” terangnya. la menuturkan lebih kurang setahun terakhir hasil panen buah pisang di lahan seluas 1,5 hektare kebun miliknya merosot drastis mencapai 70 persen pasca harga pisang tak kunjung naik dan tak dilakukan pemupukan. “Biasanya sekali panen mencapai 3 ton, namun sekarang tiap kali panen menghasilkan kurang dari 1 ton, dampak tidak dilakukan pemupukan dan perawatan pembersihan rumput,” tambahnya.
Terpisah salah seorang pengepul di wilayah setempat, Eko mengungkapkan harga murah pisang terjadi sejak adanya pandemi Covid-19, yang disebabkan menurunnya permintaan pasar sehingga pengiriman pisang ke Pulau Jawa terbatas. "Kita biasanya kirim ke Bandung, Jakarta wilayah Pulau Jawa, harga turun karena permintaan sedikit dan barangnya banyak,” terangnya. Pengepul sekaligus petani berharap harga buah pisang dengan berat pertandan berkisar 10 -15 kilogram tersebut kembali naik seperti sebelumnya mencapai Rp 1.500 - Rp 2.000 perkilogram. Hal itu dikarenakan meningkatnya kebutuhan ekonomi yang bergantung pada hasil panen yang didapat para petani.
Postingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023