Sempat Terpuruk, Kini Bisa Bantu Perekonomian Keluarga
Keyakinannya pada usaha budidaya jamur tak terpatahkan. Meski banyak cobaan Rahmawati berkeyakinan jamur tiram bisa memberikan manfaat besar pada kehidupan ekonomi keluarga. Usaha Rahmawati ini diawali saat dirinya menjadi mitra binaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). "Usai mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram di 2013, saya mensurvei kebutuhan jamur di pasar dan menyiapkan kebutuhan yang diperlukan," bebernya. Lalu, dirinya memberanikan diri mengajak teman-temannya di Bedeng Kresek Tanjung enim Lawang Kidul membudidayakan jamur tiram. "Siapa sangka, berbekal pelatihan dan modal patungan kita bisa memanen jamur 500 baglog (media tanam) hingga 3.000 baglog," terangnya. Dari penanaman hingga penjualan memakan waktu sekitar 3-4 bulan. Perhasilan bersih Rp6 juta per 10 hari panen. "Hingga akhirnya, adanya relokasi warga dari Bedeng Kresek membuat usaha ini terhenti," ujarnya.
Sempat berhenti dari dunia jamur tiram selama 6 bulan, di 2017, dia membuka lagi usaha jamur tiram dengan modal sendiri. Kini Rahmawati bisa menerima omzet Rp 8 juta per bulan. Namun hasil ini tak bisa dibilang cukup, karena diputar kembali untuk memenuhi kebutuhan usaha jamur. "Di 2019 mendapat bantuan modal dari Corporate Social Responsibility (CSR) PTBA Rp 35 juta dan bisa membuat 15 ribu baglog," ujarnya. Namun garis hidup berkata lain, di 2019, Rahmawati kehilangan sang putri yang perlu perawatan serius di rumah sakit Palembang. Baglog tak diawasi penuh. "Bisa dikatakan saat itu, saya berhenti total di usaha jamur. Kerja serabutan pun mulai dilakukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ditambah suami tidak bekerja dan mulai masuk masa pandemik Covid-19," bebernya. Hingga akhirnya babak baru untuk kembali ke cinta pertama yaitu jamur tiram segera bertemu. Kedatangan Tim CSR membuat cerita berbeda. "Melalui petunjuk dan bimbingan CSR PTBA, saya membuat proposal bantuan usaha jamur. Awal Januari 2021 diajukan proposal dan akhir Februari 2021 pencairan dana bantuan ke-2," tuturnya.
PTBA memberikan bantuan untuk usaha jamur tiram melalui dana hibah Rp 15 juta. Tetap menjadi binaan Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Jamur bernama Kelompok Jamur Tiram "Bukit Mandiri" di Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul. Rahmawati dan suaminya membuka lembaran usaha jamur tiram kembali. "Bantuan ini membuatnya bangkit dari keterpurukan, Juni kemarin panen perdana sebanyak 5 ribu baglog,” ucapnya. Dikatakan, atas kepercayaan dari perusahaan melalui pola mitra binaan PTBA, Rahmawati akan tetap mempertahankan dan terus meningkatkan kreasi produk olahan jamur. "Kita akan menambah banyak lagi varian-varian menarik dari jamur, sehingga tetap eksis dan memperluas pangsa pasar.
Postingan Terkait
Lubang di Balik Angka Manis Surplus Perdagangan
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023