;

Dugaan Manipulasi Data BKPM, Daya Saing RI Berisiko Tergerus

Ekonomi R Hayuningtyas Putinda 28 Jun 2021 Bisnis Indonesia
Dugaan Manipulasi Data BKPM, Daya Saing RI Berisiko Tergerus

JAKARTA — Daya saing investasi nasional dinilai makin tergerus menyusul temuan Badan Pemeriksa Keuangan terkait dengan dugaan manipulasi data realisasi penanaman modal oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal dalam pemeriksaan 2019—2020.Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II Tahun 2020, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya indikasi investasi fiktif senilai Rp15,22 triliun. (Bisnis, 25/6).Lembaga auditor eksternal itu menyebut dugaan manipulasi data berisiko mengganggu iklim dan daya saing investasi di Tanah Air.Terlebih, pemerintah menar­get­kan perbaikan daya saing, salah sa­tunya target untuk mengerek peringkat kemudahan usaha atau Ease of Doing Business (EODB) berada pada level 60 pada tahun ini dan 40 pada 3 tahun ke depan.Adapun mengacu pada laporan World Bank pada tahun lalu, kemudahan berbisnis di Indonesia berada pada peringkat 73.

Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengatakan, ada tiga dampak yang bakal dihadapi oleh pemerintah terkait dengan temuan BPK ini.Pertama risiko anggaran, di mana dana yang dialokasikan untuk Ba­dan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terbuang percuma jika data realisasi investasi yang dicatatkan tidak sesuai dengan kondisi riil.Kedua pandangan investor. Menurutnya, adanya investasi fiktif melunturkan kepercayaan investor terutama asing terhadap kondisi penanaman modal di dalam negeri.“Banyak investor asing yang mengacu pada data BKPM. Lem­baga internasional juga meng­gunakan data BKPM untuk meng­hitung prospek pertumbuhan eko­nomi Indonesia,” kata dia.Ketiga adalah risiko fiskal. Ku­cur­an insentif yang digelon­torkan oleh pemerintah berisiko terbuang percuma karena adanya manipulasi data tersebut.

(Oleh - HR1)

Tags :
#Modal
Download Aplikasi Labirin :