Banyak Startup RI Bakal Merger dan Akuisisi untuk Raih Untung di 2022
EY memperkirakan banyak startup di Indonesia merger dan akuisisi tahun ini untuk mengejar untung pada 2022. Ini juga didorong oleh banyaknya perusahaan yang beralih ke digital saat pandemi corona. Perusahaan jasa profesional asal Inggris, Ernst & Young (EY) memperkirakan bahwa startup Indonesia masif merger dan akuisisi tahun ini. Ini bertujuan mendapatkan untung pada 2022. Dalam laporan berjudul EY Global Capital Confidence Barometer, 98% perusahaan meninjau strategi dan portofolio secara komprehensif selama pandemi corona. Mereka bakal berfokus pada investasi.
EY mencatat, upaya konsolidasi pada awalnya banyak dilakukan oleh perusahaan sektor mineral dan gas (migas). Namun, korporasi beralih ke digital selama pandemi corona. Oleh karena itu, tren merger dan akuisisi bergeser ke perusahaan teknologi termasuk startup. "Industri 4.0 akan menjadi sasaran selanjutnya," ujar David. Alasan perusahaan mempertimbangkan merger dan akuisisi saat pandemi yakni meningkatkan profit. Langkah konsolidasi dinilai membantu mereka untuk pulih. "Menarik melihat perusahaan melakukan transformasi selama pandemi Covid-19," ujar Strategy and Transaction Leader EY Asean Vikram Chakravarty.
Laporan EY tersebut sejalan dengan riset PwC bertajuk Global M&A Industry Trends yang dirilis Maret lalu. PwC mencatat, volume merger dan akuisisi perusahaan teknologi global meningkat 34% secara tahunan (year on year/yoy) pada semester II tahun lalu. Dari sisi nilai, meningkat 118%.
(Oleh - HR1)
Tags :
#StartupPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023