Stok Vaksin Kian Tipis, Menkes Budi Deg-degan
JAKARTA. Indonesia menghadapi kabar buruk dalam upaya menggenjot proses vaksinasi Covid--19. Pasalnya, ketersediaan vaksin Covid-19 di Indonesia makin minim. Salah satu penyebabnya, India mengembargo ekspor vaksin Astra Zeneca lantaran terjadi kenaikan kasus di negara itu. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, saat ini vaksin yang di produksi di India dalam jumlah besar selain Astra Zeneca adalah Novavax.
"Ini berita buruk, India termasuk yang naik kasusnya. Karena dia naik, dia embargo vaksinnya enggak boleh keluar," kata Budi, Minggu (28/3). Sementara kapasitas produksi PT Bio Farma, produsen vaksin di dalam negeri, baru bisa digenjot pada Mei 2021. "Saya deg-degan. Karena Bio Frma sedang pembersihan mesin untuk upgrade supaya mulai Mei kapasitasnya lebih besar. Jadi saya cuma punya 7 Juta stok dari Sinovac, tadinya saya pikir bisa dapat 7,5 juta dari Astra Zeneca jadi bisa 15 juta," ungkap Budi.
Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang meminta pemerintah segera melobi negara produsen vaksin agar tak ada penundaan yang berdampak pada jadwal vaksinasi. "Penundaan pengiriman vaksin bisa mengganggu jadwal vaksinasi dan menyebabkan proses pemulihan ekonomi menjadi tertunda," ujar Sarman Simanjorang.
(Oleh - HR1)
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023