Harga Pangan Dunia Melonjak Tajam
Food and Agriculture (FAO) menyampaikan bahwa komoditas pangan global naik tajam 105 poin ke level tertinggi pada November, dalam hampir enam tahun karena kondisi cuaca buruk. Laporan indeks Harga Pangan FAO selama satu bulan menunjukkan angka di kisaran 105 poin, naik 3,9% dari Oktober dan 6,5% dari tahun sebelumnya.
Kenaikan terbesar terjadi pada indeks harga minyak nabati yang mengalami lonjakan 14,5% karena rendahnya stok minyak sawit. Indeks harga sereal juga naik 2,5% dari Oktober sehingga membuat berada di level hampir 20% lebih tinggi dari tahun lalu. Harga ekspor gandum pun dilaporkan meningkat karena berkurangnya prospek panen di Argentina. Begitu halnya dengan harga jagung, dengan ekspektasi produksi yang lebih rendah di AS dan Ukraina dan pembelian besar-besaran di Tiongkok. FAO Menambahkan harga susu juga naik 0,9% mendekati level tertinggi 18 bulan karena adanya ledakan penjualan di Eropa. Harga daging dilaporan meningkat 0,9% dari Oktober, tetapi kemudian turun secara signifikan pada tahun lalu.
Pandemi Covid-19 memperburuk, dan mengintensifkan kondisi yang sudah rapuh yang disebabkan oleh konflik, hama dan gangguan cuaca, termasuk badai yang melanda Amerika Tengah dan banjir di Afrika. Risiko curah hujan di atas rata-rata di Afrika Selatan dan Asia Timur, sementara sebagian kawasan Asia Timur Dekat dan Afrika timur diperkirakan mengalami curah hujan berkurang.
Tags :
#PanganPostingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023