;

Kembali Loyo di Pembatasan Kedua

Kembali Loyo di Pembatasan Kedua

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta akan berdampak terhadap kinerja ekonomi. Hal ini, kata dia, juga akan mempengaruhi purchasing managers’ index (PMI) manufaktur Indonesia.

Masyarakat masih menahan konsumsi beli meski pemerintah memberikan bantuan sosial. Kegiatan industri tertolong oleh permintaan ekspor dari beberapa negara yang perekonomiannya mulai pulih.

Pemerintah DKI Jakarta memperpanjang PSBB selama 14 hari ke depan hingga 11 Oktober 2020. Sebelum PSBB diberlakukan, PMI manufaktur Indonesia mulai membaik. IHS Markit bahkan mencatat PMI manufaktur Indonesia mencapai level 50,8.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi), Adhil Lukman, mengatakan permintaan industri makanan dan minuman kembali menurun setelah PSBB diperketat. Adhi berharap bantuan sosial kepada masyarakat bisa dibelanjakan untuk mengerem penurunan permintaan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Rizal Rakhman Tanzil, mengatakan pertumbuhan tekstil masih tertekan karena permintaan masyarakat belum pulih.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan PSBB tidak terlalu besar dampaknya terhadap perekonomian nasional. Sebab, tidak semua sektor ekonomi ditutup dan hanya dibatasi.

Tags :
#Bisnis #Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :