Harga BBM Subsidi Perlu Kajian Ulang
Meskipun harga minyak mentah dunia saat ini berada di bawah asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, pemerintah belum menurunkan harga BBM bersubsidi jenis Pertalite. Padahal, penurunan harga ini dinilai memungkinkan oleh beberapa pengamat, meski juga ada alasan teknis dan fiskal yang menjadi pertimbangan pemerintah.
Saleh Abdurrahman, anggota Komite BPH Migas, menegaskan bahwa Pertalite adalah BBM penugasan sehingga penetapan harganya merupakan wewenang pemerintah. Ia menyebut harga jual saat ini masih di bawah keekonomian RON90. Hadi Ismoyo, praktisi migas, menjelaskan bahwa penentuan harga Pertalite sangat kompleks karena mempertimbangkan banyak variabel, seperti rendemen produksi, harga minyak mentah, kurs rupiah, dan biaya logistik. Berdasarkan hitungan kasarnya, bahkan dengan harga minyak saat ini, keekonomian Pertalite masih sekitar Rp 11.000 per liter, sedangkan harga jualnya Rp 10.000, sehingga pemerintah masih menanggung selisih.
Namun, Bhima Yudhistira dari Celios menilai seharusnya harga Pertalite bisa mulai diturunkan karena harga minyak global sudah jatuh ke kisaran US$ 60–64 per barel, jauh lebih rendah dari asumsi APBN sebesar US$ 82 per barel. Ia mengkritik ketimpangan, karena BBM nonsubsidi seperti Pertamax sudah turun harganya, sementara Pertalite tetap, yang dirasa tidak adil bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Fahmy Radhi, pengamat energi dari UGM, menyatakan bahwa harga Pertalite tidak hanya bergantung pada harga minyak global, tetapi juga kurs rupiah dan volume konsumsi yang diperkirakan meningkat. Pelemahan nilai tukar juga bisa menjadi alasan pemerintah menahan harga Pertalite.
Sementara itu, Yayan Satyakti dari Universitas Padjadjaran mengaitkan keputusan ini dengan rencana Presiden Prabowo yang akan meluncurkan berbagai program insentif, termasuk subsidi BBM yang bersifat universal. Program ini membutuhkan dana besar, sekitar Rp 20–30 triliun, sehingga penurunan harga BBM saat ini bisa mengganggu kebijakan fiskal tersebut.
Meski ada ruang dari sisi harga minyak global untuk menurunkan harga Pertalite, sejumlah faktor teknis dan pertimbangan fiskal-politik membuat pemerintah memilih menahan harga. Tokoh-tokoh seperti Bhima Yudhistira, Fahmy Radhi, dan Yayan Satyakti menyoroti pentingnya transparansi dan keadilan dalam kebijakan harga BBM bagi masyarakat.
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
03 Feb 2026
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
30 Jun 2025
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
26 Jun 2025
Amankan Pasokan BBM Dalam Negeri
25 Jun 2025
Perang Global Picu Lonjakan Utang
25 Jun 2025
Lonjakan Harga Komoditas Panaskan Pasar
24 Jun 2025
Kenaikan Harga Minyak Dongkrak Saham Energi
23 Jun 2025
Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat
21 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023