Berkah Ekonomi Aminah dengan Pempek ”Jelata”
Bermula ingin membantu pendapatan rumah tangga pada 2003 silam, usaha pempek seribuan atau pempek ”jelata” milik Aminah (55) berkembang pesat. Saat ini produksinya mencapai 30.000-35.000 butir pempek sehari dan memberdayakan warga sekitarnya. Usaha itu pun membuka lapangan kerja untuk kerabat dan warga di sekitarnya serta turut mengangkat nama tempat tinggalnya hingga ditetapkan sebagai Kampung Kreatif Pempek Tanggo Rajo Cindo pada 2021. Semerbak aroma pempek yang baru digoreng dan cuko segar berpacu dengan antrean puluhan pelanggan yang silih berganti berdatangan, merupakan pemandangan sehari-hari di Warung Pempek Minah yang berada di kawasan Tanggo Rajo, Kelurahan Tujuh Ulu, Seberang Ulu Satu, Palembang, Sumsel. Warung itu nyaris tak pernah sepi.
Selain dianggap nikmat dan ukurannya relatif besar, Pempek Minah sangat populer karena dijual dengan harga merakyat, yakni pempek kecil berbahan ikan kakap Rp 1.000 per butir. Adapun harga pempek besar ikan kakap Rp 7.000 per butir, pempek kecil ikan gabusRp 2.500 per butir, dan pempek besar ikan gabus Rp 9.000 per butir. Di kalangan orang Palembang, Pempek Minah sering disebut pempek ”jelata” karena harganya yang sangat bersahabat. Saat musim liburan, seperti Selasa (13/5) Pempek Minah jadi destinasi wisata kuliner favorit warga lokal ataupun pelancong. Di balik popularitas Pempek Minah, ada kisah jatuh-bangun dari pemiliknya, Aminah atau Cek Minah. Usaha pempek dimulai Aminah pada 2003 setelah usaha produk fashion-nya di Pasar 16 Ilir Palembang gulung tikar dihantam krismon tahun 1998. Dengan modal Rp 100.000, ia memulai usaha dengan bahan baku 1 kg ikan kakap yang menghasilkan 80-90 butir pempek.
Karena permintaan terus meningkat, dalam setahun, usaha pempek Aminah berkembang dengan 30 kg bahan baku ikan atau 2.700 butir pempek per hari. Mulai akhir 2023, penjualan Pempek Minah berangsur pulih seperti masa jayanya setelah dihantam pandemi Covid-19. Kini, produksinya kembali menjadi 400 kg atau 36.000 butir pempek per hari. Berkat dukungan promosi di media sosial, Aminah juga menerima pesanan dari banyak daerah di Indonesia. Keberadaan Pempek Minah menjadi berkah ekonomi untuk warga di sekitarnya. Mulai 2024, usaha itu telah membuka lapangan kerja untuk 15 karyawannya, baik sanak keluarga atau kerabat dekat, juga tetangga yang berstatus janda, dengan upah relative tinggi, mulai dari Rp 250.000 per orang per hari hingga Rp 350.000 per orang per hari, menyesuaikan tingkat kesulitan pekerjaannya. Upah tertinggi diberikan kepada para pembuat adonan dan penggoreng pempek. (Yoga)
Postingan Terkait
Mengendalikan Daya Tarik Eksplorasi Migas
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Langkah Ekspansi dan Divestasi Perusahaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023