Belanja Pemerintah Motor Ekonomi 2021
Pemerintah memutuskan untuk mempelebar defisit anggaran 2021 sebesar 5,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih besar dari kesepakatan dengan DPR yakni 4,7% dari PDB, ada pelebar deficit sebesar 0,5% atau setara Rp 179 triliun yang akan di alokasikan untuk cadangan belanja tahun 2021. Menkeu Sri Mulyani mengatakan usai rapat terbatas di istana Selasa (28/7) ketahanan pangan merupakan prioritas paling tinggi. Kedua mendukung sektor industri melalui pusat – pusat kawasan industri untuk menarik PMA. Ketiga ICT dan keempat pendidikan dan kesehatan.
Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro BKF Kemenkeu, Hidayat Amir mengatakan, pemerintah belum menentukan, besaran tambahan alokasi anggaran per Kementerian dan Lembaga (K/L) dan masih dibahas oleh empat kementrian koordinator. Yang jelas, untuk mempercepat pemuliah sosial-ekonomi, pemerintah menyiapkan tujuh strategi di 2021. Strategi ini meliputi reformasi kesehatan, program perlindungan sosial, pendidikan, dukungan industry, reformasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD), reformasi perpajakan, dan reformasi penganggaran.
Kepala Ekonom Universitas Kebangsaan Eric Sugandi optimis pertumbuhan ekonomi tahun depan bakal lebih baik. Dengan catatan, tahun ini pandemi sudah berakhir atau bisa di tangani dengan baik oleh pemerintah. Proyeksi Eric pertumbuhan 2021 sekitar 4,8%.
Postingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023