Bank Swasta Dongkrak Pertumbuhan Laba Industri
Menjelang akhir 2024, industri perbankan nasional mengantongi laba bersih sebesar Rp237,15 triliun, tumbuh 7% dibandingkan posisi November 2023 senilai Rp221,63 triliun. Laba bersih tersebut didukung dari pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang naik 3% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp499,48 triliun. Apabila dirinci berdasarkan kepemilikannya, data OJK menunjukkan bahwa bank persero membukukan laba bersih Rp 119,39 triliun, tumbuh 3,6$ (yoy) per November 2024 dalam setahun. Berikutnya, bank umum swasta nasional (BUSN) meraup laba bersih RP 92,66 triliun. Artinya, pertumbuhan laba industri perbankan didorong dari peningkatan laba BUSN. Meskipun, kantor cabang bank luar negeri (KCBLN) mencatatkan pertumbuhan laba 15,8% (yoy) menjadi Rp12,75 triliun. Sedangkan, Bank Pembangunan Daerah (PDB) mengalami kontraksi 6,8% (yoy) menjadi Rp12,34 triliun per November 2024. Menanggapai data tersebut, Pengamat Perbankan dan Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan, laba Himbara yang tumbuh mini karena sejumlah faktor. Mulai dari kenaikan biaya dana akibat suku bunga tinggi, peningkatan biaya pencadangan untuk mengantisipasi potensi pemburukan kualitas kredit. (Yetede)
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
28 Jun 2025
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
23 Jun 2025
Transaksi Digital Melaju Kencang
21 Jun 2025
Transformasi Digital Dorong Perluasan Retail
20 Jun 2025
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
20 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023