Surabaya Bongkar Beras Impor asal Myanmar
Ribuan ton beras impor asal Myanmar dibongkar di Pelabuhan
Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, pada awal 2025. Hal ini memicu keresahan
petani padi di lumbung pangan terbesar nasional ini karena kini mereka sedang
bersiap memasuki musim panen raya. Masuknya beras impor diketahui dari bongkar
muatan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di Jalan Perak Barat, Perak
Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, pada 18 Januari 2025. Video tentang
aktivitas pembongkaran beras asal Myanmar itu diunggah oleh pemilik akun
@barokah.www di media sosial Tik-tok. ”Assalamualaikum warah matullah
wabarakatuh. Selamat pagi menjelang siang. Laporan buat mas gondrong lagi. Ini
di dek kedua sudah seperti ini di tanggal 18 Januari 2025. Ini proses
pembongkaran,” ujar seseorang di video tersebut. Beras impor yang tiba di
Pelabuhan Tanjung Perak itu sudah dikemas dalam zak warna putih bertuliskan
beras Bulog dengan berat 50 kilogram (kg).
Pada kemasan itu juga tertera tulisan beras putih asal
Myanmar dengan tingkat kepecahan 5 persen. Adapun perusahaan yang mengekspor ke
Indonesia ialah SWY PTE LTD yang berkantor di Singapura. Masuknya beras impor
itu memicu keresahan petani di Jatim, salah satunya Jumantoro. Ketua
Perkumpulan Petani Pangan Indonesia itu mengatakan, masuknya beras impor
bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang menyatakan tidak ada impor beras
pada tahun 2025. Produksi beras di Jatim mengalami surplus setiap tahun sehingga
sebagian dikirim ke luar daerah. Di sisi lain, sebagian petani di sejumlah
daerah di Jatim sudah memasuki masa panen dan akan mencapai panen raya serentak
pada Maret 2025. ”Petani khawatir gabahnya tidak terserap pasar dan Bulog
sehingga harganya jatuh ke titik paling rendah. Sementara biaya produksi yang
dikeluarkan petani saat ini cukup tinggi,” kata Jumantoro, Senin (3/2/2025). Menurut
dia, untuk panen Saat ini, pembelian gabah petani masih dilakukan para
pedagang. Di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, misalnya, gabah petani hanya
dihargai Rp 5.000-Rp 5.800 per kg sesuai kualitasnya.
Harga itu jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP)
untuk gabah kering panen (GKP) Rp 6.500 per kg. Kekhawatiran terkait kehadiran
beras impor juga disampaikan Muhammad Suud (50), petani di Kecamatan Balongbendo,
Sidoarjo. Alasannya, petani saat ini bersiap menghadapi masa panen di musim
hujan sehingga kualitas gabah kurang bagus karena kadar airnya tinggi.
Pengadaan tahun 2024 Direktur Pengadaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengatakan,
beras impor yang dibongkar di PelabuhanTanjung Perak merupakan pengadaan tahun
2024. Beras itu tiba di Indonesia pada Desember 2024, tetapi baru bisa
dibongkar dari kapal pada Januari 2025. ”Semua kapal datang pada 2024. Namun,
saat kapal dating di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, tidak bisa langsung
membongkar muatannya,” ujar Awaludin saat dikonfirmasi, Minggu (2/2/2025)
malam. Ia menyebutkan, salah satu kendala dalam pembongkaran beras impor adalah
kondisi cuaca ekstrem di perairan Surabaya. Selain itu, antrean bongkar muat
kapal di pelabuhan juga banyak sehingga memerlukan waktu untuk membongkar beras
impor. (Yoga)
Postingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023