;

Surabaya Bongkar Beras Impor asal Myanmar

Lingkungan Hidup Yoga 04 Feb 2025 Kompas
Surabaya Bongkar Beras Impor asal Myanmar

Ribuan ton beras impor asal Myanmar dibongkar di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, pada awal 2025. Hal ini memicu keresahan petani padi di lumbung pangan terbesar nasional ini karena kini mereka sedang bersiap memasuki musim panen raya. Masuknya beras impor diketahui dari bongkar muatan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak, tepatnya di Jalan Perak Barat, Perak Utara, Kecamatan Pabean Cantikan, Surabaya, pada 18 Januari 2025. Video tentang aktivitas pembongkaran beras asal Myanmar itu diunggah oleh pemilik akun @barokah.www di media sosial Tik-tok. ”Assalamualaikum warah matullah wabarakatuh. Selamat pagi menjelang siang. Laporan buat mas gondrong lagi. Ini di dek kedua sudah seperti ini di tanggal 18 Januari 2025. Ini proses pembongkaran,” ujar seseorang di video tersebut. Beras impor yang tiba di Pelabuhan Tanjung Perak itu sudah dikemas dalam zak warna putih bertuliskan beras Bulog dengan berat 50 kilogram (kg).

Pada kemasan itu juga tertera tulisan beras putih asal Myanmar dengan tingkat kepecahan 5 persen. Adapun perusahaan yang mengekspor ke Indonesia ialah SWY PTE LTD yang berkantor di Singapura. Masuknya beras impor itu memicu keresahan petani di Jatim, salah satunya Jumantoro. Ketua Perkumpulan Petani Pangan Indonesia itu mengatakan, masuknya beras impor bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang menyatakan tidak ada impor beras pada tahun 2025. Produksi beras di Jatim mengalami surplus setiap tahun sehingga sebagian dikirim ke luar daerah. Di sisi lain, sebagian petani di sejumlah daerah di Jatim sudah memasuki masa panen dan akan mencapai panen raya serentak pada Maret 2025. ”Petani khawatir gabahnya tidak terserap pasar dan Bulog sehingga harganya jatuh ke titik paling rendah. Sementara biaya produksi yang dikeluarkan petani saat ini cukup tinggi,” kata Jumantoro, Senin (3/2/2025). Menurut dia, untuk panen Saat ini, pembelian gabah petani masih dilakukan para pedagang. Di Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, misalnya, gabah petani hanya dihargai Rp 5.000-Rp 5.800 per kg sesuai kualitasnya.

Harga itu jauh di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah kering panen (GKP) Rp 6.500 per kg. Kekhawatiran terkait kehadiran beras impor juga disampaikan Muhammad Suud (50), petani di Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Alasannya, petani saat ini bersiap menghadapi masa panen di musim hujan sehingga kualitas gabah kurang bagus karena kadar airnya tinggi. Pengadaan tahun 2024 Direktur Pengadaan Perum Bulog Awaludin Iqbal mengatakan, beras impor yang dibongkar di PelabuhanTanjung Perak merupakan pengadaan tahun 2024. Beras itu tiba di Indonesia pada Desember 2024, tetapi baru bisa dibongkar dari kapal pada Januari 2025. ”Semua kapal datang pada 2024. Namun, saat kapal dating di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, tidak bisa langsung membongkar muatannya,” ujar Awaludin saat dikonfirmasi, Minggu (2/2/2025) malam. Ia menyebutkan, salah satu kendala dalam pembongkaran beras impor adalah kondisi cuaca ekstrem di perairan Surabaya. Selain itu, antrean bongkar muat kapal di pelabuhan juga banyak sehingga memerlukan waktu untuk membongkar beras impor. (Yoga)

 

Download Aplikasi Labirin :