Peran Perguruan Tinggi dalam Urusan Pangan
Peran perguruan tinggi diperkuat untuk mendukung pembangunan, yaitu dengan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat, industri, dan bangsa. Salah satu fokus kontribusi perguruan tinggi adalah mendukung terwujudnya ketahanan pangan Indonesia. Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan Adziman, di Jakarta, Kamis (9/1/2025), mengatakan, pemenuhan suplai beberapa komoditas pangan penting Indonesia masih tergantung impor. Untuk itu, perwujudan ketahanan pangan memerlukan langkah strategis, di antaranya dengan pengembangan benih unggul. ”Pengembangan benih unggul di Indonesia masih sangat terbatas dan masih banyak tergantung dari benih impor. Untuk itu, perlu digalakkan riset dan inovasi untuk menghasilkan benih-benih unggul untuk berbagai komoditas pangan yang penting,” tutur Fauzan. Pihaknya sudah bertemu dengan lebih dari 25 pakar dari perguruan tinggi untuk membahas strategi-strategi yang dapat dikembangkan. Sejauh ini, strategi penting nomor satu adalah benih unggul.
Strategi berikutnya adalah intensifikasi. Ini diperlukan karena dapat diterapkan tanpa memperluas lahan arealtanam. Strategi ini lebih mengutamakan penggunaan teknologi dalam budidaya pertanian. Fauzan mencontohkan, di Bondowoso, Jawa Timur, jika tanpa intensifikasi, produksi padi di sawah hanya menghasilkan gabah 5 ton per hektar. Dengan implementasi intensifikasi pertanian berbasis riset organik, produksi bisa meningkat menjadi 8 ton per hektar. DIa mengatakan, peran riset untuk mencapai ketahanan pangan, yaitu meningkatkan nilai tambah baik dalam hal produktivitas benih melaluiteknologi genomik. Selainitu, riset juga berperan dalam optimalisasi penggunaan lahan melalui implementasi berbagai teknologi, baik berbasis internet of things (IoT) maupun kecerdasan buatan (AI). Agen pembangunan ekonomi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro di acara Taklimat Media Kemendiktisaintek 2025: Arah dan Kebijakan Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, beberapa waktu lalu, menekankan, pendidikan tinggi harus berdampak pada pembangunan nasional dengan memaksimalkan pengembangan serta pemanfaatan sains dan teknologi. (Yoga)
Postingan Terkait
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
26 Jun 2025
Politik Pangan Indonesia Picu Optimisme
25 Jun 2025
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
24 Jun 2025
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
21 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023