;

Merugi Rp 10,34 Triliun, Garuda: Ini Titik Terendah

03 Aug 2020 Kompas
Merugi Rp 10,34 Triliun, Garuda: Ini Titik Terendah

Pukulan terhadap industri penerbangan internasional di tengah pandemi Covid-19 turut dirasakan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pada semester 1-2020, maskapai pelat merah itu rugi bersih 712,72 juta dollar AS atau Rp. 10,34 triliun. Kondisi keuangan Garuda Indonesia itu turun tajam daripada semester 1-2019. Waktu itu, perseroan membukukan laba bersih 24,11 juta dollar AS atau Rp. 349,5 miliar.

Pada semester 1- 2020, Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan 917,28 juta dollar AS, turun hingga 58,18 persen dari periode sama 2019 yang sebesar 2,19 miliar dollar AS. Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Minggu (2/8/2020), Garuda memiliki kewajiban melunasi pinjaman Rp. 8,5 triliun berbentuk obligasi wajib konversi (MCB) dari pemerintah dalam tiga tahun dan harus memenuhi pembayaran Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset yang jatuh tempo pada 27 Juli 2020. CEO Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) Alexandre De Juniac merekomendasikan skema bantuan dan dukungan pemerintah untuk mencegah maskapi bangkrut.


Tags :
#Penerbangan
Download Aplikasi Labirin :