Merugi Rp 10,34 Triliun, Garuda: Ini Titik Terendah
Pukulan terhadap industri penerbangan internasional di tengah pandemi Covid-19 turut dirasakan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Pada semester 1-2020, maskapai pelat merah itu rugi bersih 712,72 juta dollar AS atau Rp. 10,34 triliun. Kondisi keuangan Garuda Indonesia itu turun tajam daripada semester 1-2019. Waktu itu, perseroan membukukan laba bersih 24,11 juta dollar AS atau Rp. 349,5 miliar.
Pada semester 1- 2020, Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan 917,28 juta dollar AS, turun hingga 58,18 persen dari periode sama 2019 yang sebesar 2,19 miliar dollar AS. Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Minggu (2/8/2020), Garuda memiliki kewajiban melunasi pinjaman Rp. 8,5 triliun berbentuk obligasi wajib konversi (MCB) dari pemerintah dalam tiga tahun dan harus memenuhi pembayaran Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset yang jatuh tempo pada 27 Juli 2020. CEO Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) Alexandre De Juniac merekomendasikan skema bantuan dan dukungan pemerintah untuk mencegah maskapi bangkrut.
Tags :
#PenerbanganPostingan Terkait
Anggaran 2025 Terancam Membengkak
Regulasi Perumahan perlu direformasi
Peluang Bisnis PT Garuda Indonesia
Aturan Baru Jadi Tantangan Industri
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023