Kuota Rumah Subsidi Perlu Transparan karena stoknya berlebih
Setidaknya 46.000 stok rumah bersubsidi yang dibangun pengembang hingga menjelang akhir tahun 2024 belum terserap. Pemerintah dinilai perlu lebih transparan terhadap alokasi kuota rumah bersubsidi agar tidak terjadi suplai rumah berlebih. Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019-2024, pembiayaan KPR subsidi terdiri dari tiga jenis, yaitu subsidi selisih bunga, subsidi pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT), serta subsidi bantuan uang muka (SBUM) dan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Skema subsidi selisih bunga dihentikan pada 2021, sementara BP2BT dihentikan pada 2023. Penghentian dua skema subsidi KPR itu dinilai memicu kelangkaan kuota subsidi rumah. Kuota FLPP menjadi cepat habis dan banyak rumah yang sudah dibangun pengembang akhirnya tidak terserap. Pada 2024, kuota FLPP yang semula 166.000 unit sudah habis terserap pada September 2024, lalu pemerintah kembali menambah alokasi kuota 34.000 unit sehingga menjadi total 200.000 unit. Jumlah alokasi kuota rumah bersubsidi itu masih akan dibagi lagi untuk dilaksanakan oleh 20 asosiasi pengembang perumahan di Indonesia. Per awal Desember 2024, stok rumah bersubsidi yang telah dibangun pengembang-pengembang anggota Apersi dan menunggu (waiting list) akad kredit sejumlah 18.000 unit.
”Kami berharap dengan terbentuknya Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, penyusunan kuota rumah bersubsidi dalam RPJMN mempunyai analisis dan proyeksi kebutuhan kuota yang lebih transparan sehingga kelangkaan kuota tidak terjadi lagi,” ujar Junaidi, Minggu (8/12). Dari data asosiasi pengembang Real Estat Indonesia (REI), stok rumah bersubsidi yang sudah disetujui bank tetapi belum akad kredit sebanyak 22.228 unit. Data dari Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra), stok rumah bersubsidi yang telah terbangun sebanyak 15.000 unit dan sebagian masuk daftar tunggu akad pada 2025. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Benahi Masalah Fundamental
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023