;

Diversifikasi Batubara oleh ADRO

Diversifikasi Batubara oleh ADRO
PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang tetap positif meskipun perusahaan berencana melepas anak usaha di lini bisnis batubara termal, PT Adaro Andalan Indonesia (AAI). Arinda Izzaty, analis Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai pelepasan ini akan signifikan mempengaruhi pendapatan dan laba bersih ADRO, dengan proyeksi penurunan masing-masing sebesar 65% dan 64%. Namun, langkah ini dianggap strategis karena memungkinkan ADRO fokus pada diversifikasi ke energi terbarukan (EBT) dan mengurangi risiko dari fluktuasi pasar batubara global.

Sukarno Alatas, Head of Kiwoom Sekuritas Indonesia, menyebut bahwa meskipun ada penurunan prospek jangka menengah, langkah ini sudah dipertimbangkan dengan baik oleh manajemen ADRO. Fokus pada bisnis EBT sejalan dengan meningkatnya target bauran energi terbarukan di masa depan.

Di sisi lain, Arinda juga mencatat bahwa segmen batubara metalurgi melalui PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) masih akan menjadi kontributor utama pendapatan ADRO dalam jangka pendek, mengingat tingginya permintaan dari industri baja di Asia. Axel Leonardo dari Sinarmas Sekuritas menyoroti potensi pertumbuhan produksi batubara ADMR, yang diproyeksikan mencapai 6 juta ton tahun ini, didukung oleh pengembangan infrastruktur.

Para analis, termasuk Aurelie Amanda dari BNI Sekuritas, merekomendasikan "hold" untuk saham ADRO, dengan target harga di kisaran Rp 3.900 hingga Rp 4.050, mencerminkan optimisme terhadap prospek jangka panjang meskipun ada tantangan jangka pendek. 
Download Aplikasi Labirin :