;

Belum Ada Tanda Pemulihan Daya Beli

Ekonomi Benny 10 Jul 2020 Kontan, 2 Juli 2020
Belum Ada Tanda Pemulihan Daya Beli

Badan Pusat Statisti (BPS) mencatat, Inflasi Juni 2020 sebesar 0,18% inflasi ini lebih tinggi dibandingkan inflasi pada Ramadan dan Idul Fitri pada April dan Mei, yang masing-masing 0,08% dan 0,07%. Kepala BPS menyatakan, pola pergerakan inflasi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.  Tahun-tahun sebelumnya puncak inflasi terjadi pada Ramadan dan Idul Fitri. Hal ini tidak terjadi ditahun ini, karena Ramadan dan Idul Fitri ada pandemi Covid -19 sehingga inflasi flat. Baru naik lagi di bulan Juni 2020. Kenaikan inflasi tersebut lantaran kenaikan harga daging ayam ras dengan andil inflasi 0,14% serta telur ayam ras dengan andil 0,04% . Selain itu, peningkatan tarif angkutan udara yang memberi andil inflasi 0,02% juga tarif angkutan antarkota dan kendaraan roda dua online yang masing-masing memberi andil inflasi sebesar 0,01%. Pada kelompok pengeluaran Kesehatan juga masih mencatatkan inflasi 0,13%, meski mulai menurun dari bulan sebelumnya yang tercatat 0,27% .   Disisi lain, ada juga beberapa komoditas yang menjadi penghambat inflasi, yakni bawang putih dengan andil deflasi 0,04% cabai merah 0,03% serta bumbu-bumbuan seperti cabai rawit, minyak goreng, dan gula pasir dengan andil deflasi 0,01%.  Dengan pergerakan tersebut, inflasi tahun kalender sebesar 1,09% year to date (ytd). Sementara inflasi tahunan bergerak di level 1,96% year on year (yoy).

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual melihat, kenaikan inflasi Juni dipengaruhi oleh relaksasi kebijakan PSBB yang dilakukan sejumlah daerah. Ekonom Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan Eric Sugandi mengatakan, inflasi Juni disebabkan oleh tekanan dari sisi supply terutama terkait dengan transportasi dan distribusi beberapa komoditas yang terganggu karena pembatasan mobilitas orang dan barang antar provinsi.

Tags :
#Ekonomi
Download Aplikasi Labirin :