Penurunan Daya Beli Masyarakat Menjadi Urusan Pemerintah
Persoalan daya beli masyarakat kelas menengah akhir-akhir ini perlu menjadi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto untuk mendapatkan penanganan. Sebab, kelas menengah selama ini dianggap sebagai pilar utama pereokonomian nasional. Berdasarkan data yang dihimpun oleh BPS, jumlah kelas menengah dan menuju kelas menengah mencakup 66,35% dari total penduduk Indonesia, dengan proporsi konsumsi pengeluaran mencapai 81,49% dari total konsumsi masyarakat. Namun porsi kelas menengah mulai mengalami penurunan sejak pandemi covid-19, dari 57,33 juta (21,45%) pada 2019 menjadi 47,85 juta (17,13%) pada Maret 2024. Sementara itu, jumlah menuju kelas menengah meningkat dari 128,85 juta (48,20%) menjadi 137,50 juta (49,22%). Kelompok kelas menengah mencakup masyarakat dengan pengeluaran berkisar Rp2.040.262 mencapai Rp9.909.844 per kapita per bulan pada 2024. Jumlah itu ditentukan oleh standar Bank Dunia soal kelas menengah dengan perhitungan 3,5-17 kali garis kemiskinan suatu negara. (Yetede)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
09 Feb 2026
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
24 Jun 2025
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
24 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023