;

Skor Demokrasi Indonesia 2023 Adalah 6,53 Mengalami penurunan dibanding Tahun Lalu Sebesar 6,71.

Skor Demokrasi Indonesia 2023 Adalah 6,53 Mengalami penurunan dibanding Tahun Lalu  Sebesar 6,71.
INDEKS demokrasi Indonesia terus menurun selama pemerintahan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Data indeks demokrasi yang dirilis The Economist Intelligence Unit (EIU), lembaga riset dan analisis yang berpusat di London, Inggris, menunjukkan skor demokrasi Indonesia pada 2023 adalah 6,53. Skor ini mengalami penurunan dibanding pada tahun sebelumnya yang sebesar 6,71. Dengan skor itu, demokrasi Indonesia berada pada status demokrasi cacat (flawed democracy). Ketua Pusat Kajian Demokrasi Konstitusi dan HAM (Pandekha) Universitas Gadjah Mada Yance Arizona mengatakan tren indeks demokrasi yang menurun menunjukkan tidak adanya niat pemerintah memperbaiki kualitas demokrasi. Menurut dia, hal yang terjadi justru memperlihatkan ada upaya sebaliknya untuk merusak demokrasi. “Terutama terjadi pada sekitar Pemilu 2024,” ujar Yance saat dihubungi pada Senin, 21 Oktober 2024.

Sebelum Pemilu 2024, hakim Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan Nomor 90/PUU-XXI/2023 pada Oktober 2023. Putusan MK ini memberikan izin bagi kepala daerah untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakil presiden meski tidak memenuhi syarat usia minimum yang ditentukan dalam Undang-Undang Pemilihan Umum, yakni 40 tahun. Hakim konstitusi Anwar Usman, paman Gibran Rakabuming Raka, adalah salah satu hakim yang menangani perkara tersebut.  Putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 ini disebut memberikan karpet merah bagi Gibran, yang berusia 36 tahun dan masih menjabat Wali Kota Solo, melenggang maju menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada pemilihan presiden 2024. Belakangan, Anwar Usman terbukti melakukan lima pelanggaran kode etik berat dalam menguji perkara Nomor 90/PUU-XXI/2023. Salah satu kode etik yang dilanggar, Anwar Usman terbukti memiliki konflik kepentingan. (Yetede)
Tags :
#Dalam Negeri
Download Aplikasi Labirin :