;

Lonjakan Harga Minyak Akibat Krisis di Timteng

Lingkungan Hidup Yoga 10 Oct 2024 Kompas
Lonjakan Harga Minyak Akibat Krisis di Timteng

Eskalasi konflik di Timur Tengah membuat dunia kembali dihadapkan pada prospek lonjakan harga minyak mentah, yang bisa kembali menekan perekonomian global. Tak kunjung adanya tanda-tanda konflik akan meredabahkan kini kian meluas menuju konflik terbuka regional, yang disebut bisa memicu Perang Dunia III—membuat dunia kini mengantisipasi babak baru disrupsi pasar minyak global. Harga minyak patokan Brent menembus level 80 dollar AS per barel awal pekan ini. Itu menyusul gempuran balistik Iran terhadap Israel, 1 Oktober 2024, ini balasan terhadap serangan Israel yang menewaskan tokoh penting Hizbullah dan Iran serta pernyataan Presiden AS Joe Biden, soal kemungkinan Israel menyasar fasilitas minyak Iran, sebagai balasan. Pasar tak melihat adanya peluang solusi diplomatik, dan berspekulasi harga minyak mentah di pasar dunia bisa kembali menembus level 100 dollar AS per barel dalam waktu dekat, jika siklus aksi saling berbalas serangan tak bisa dihentikan. 

Dengan status Indonesia sebagai importir neto minyak serta konsumsi BBM bersubsidi di dalam negeri yang terus meningkat dan lifting yang terus menyusut, kita rentan terdampak. Kenaikan harga minyak dunia bisa memaksa pemerintah menaikkan harga atau mempercepat pembatasan BBM bersubsidi. Bagi perekonomian dunia, lonjakan harga minyak yang tajam dan berkepanjangan bisa menyeret kembali ke resesi. Sejauh ini, efek situasi geopolitik di Timteng terhadap harga minyak dunia memang masih terbatas. Kondisi di Timteng yang memanas dan menyeret semakin banyak negara terjadi sejak serangan Hamas ke Israel, 7 Oktober 2023. Namun, selama itu kita tak melihat adanya dampak ke harga minyak yang signifikan. Harga masih di bawah level 1-2 tahun terakhir. Bahkan, tren penurunan justru terjadi pada akhir Agustus. Penyebabnya, suplai produsen OPEC+, di manaRusia ada di dalamnya, tetap aman. Sementara permintaan minyak dunia melemah akibat lesunya perekonomian global. Ketergantungan global terhadap minyak mentah Timteng tidak sebesar sebelumnya, terutama dengan terus meningkatnya produksi minyak di AS, Brasil, dan bagian dunia lain.

Itu, antara lain, yangmenyebabkanapa punsituasi yang terjadi di Timteng sepuluh tahun lebih terakhir nyaris tak berpengaruh terhadap harga minyak mentah dunia. Namun, situasi mungkin berubah denganbabak baru konflikIran-Israel, yang cepat atau lambat bisa berdampak pada suplai dan produksi minyak Timteng yang selama ini menyumbang sepertiga pasokan global. Meski masih di bawah embargo Barat, Iran adalah produsen minyak kesembilan terbesar dunia dan menyumbang 4 persen produksi global tahun lalu. Bukan tak mungkin Iran akan melancarkan serangan ketarget-target lain, termasuk ladang minyak Arab Saudi atau menutup Selat Hormuz yang sangat vital bagi pengirimansepertiga dari 100 juta barel suplai minyak ke pasar global, jika Israel yang didukung AS sampai menyerang Iran. Perkembangan harga minyak juga akan dipengaruhi respons produsen minyak besar, khususnya OPEC+, terhadap situasi yang ada. (Yoga)

Tags :
#BBM
Download Aplikasi Labirin :