Dorong Kolaborasi demi Keberlanjutan Layanan Transportasi Umum
Satu lagi stasiun MRT Jakarta mengantongi hak penamaan, yakni Stasiun Bundaran HI Bank DKI. Hak penamaan atau naming rights ini untuk menambah pendapatan nontiket sehingga perusahaan diharapkan bisa
lebih mandiri. Kolaborasi antarbadan usaha ini dinilai penting untuk mendorong keberlanjutan layanan transportasi. Stasiun Bundaran HI Bank DKI menjadi stasiun MRT kedelapan yang mengantongi hak penamaan. Sebelumnya ada Stasiun Lebak Bulus Grab, Stasiun Fatmawati Indomaret, Stasiun Blok M BCA, Stasiun Senayan Mastercard, Stasiun Istora Mandiri, Stasiun Setiabudi Astra, dan Stasiun Dukuh Atas BNI.
Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, tersisa lima stasiun yang belum mengantongi hak penamaan dari MRT fase 1 yang sudah beroperasi dari Lebak Bulus ke Bundaran HI. Kerja sama terkini dengan Bank DKI semakin mengokohkan upaya perusahaan dalam menambah pendapatan nontiket. ”Pendapatan nontiket itu macam-macam. Ada iklan dan sebagainya, dari hak penamaan stasiun berkisar 30-40 persen,” kata Tuhiyat seusai peresmian hak penamaan Stasiun Bundaran HI Bank DKI, Selasa (8/10/2024). Stasiun Bundaran HI Bank DKI merupakan stasiun yang paling ramai dari 13 stasiun MRT Jakarta yang telah beroperasi. Stasiun ini rata-rata bisa melayani 400.000 penumpang setiap bulan. Sementara itu, secara keseluruhan MRT Jakarta telah mengangkut 106 juta penumpang sejak beroperasi secara komersial pada 24 Maret 2019.
Direktur Utama Bank DKI Agus Haryoto Widodo menyampaikan, kerja sama hak penamaan merupakan
kelanjutan dari kerja sama sistem pembayaran dengan Jackcard dan MartiPay secara nontunai. Dengan demikian, bisa meningkatkan kesadaran merek dan paparan terhadap warga. ”Kami belajar dari kerja sama dengan Transjakarta di Halte Senayan Bank DKI. Dampaknya, transaksi dengan Jackcard meningkat hingga 4 juta. Kami harapkan sebanyak-banyaknya dari MRT Jakarta,” kata Agus. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengapresiasi kerja sama antarbadan usaha milik daerah ini. Diharapkan kerja sama ini bisa menambah pendapatan masing-masing pihak sekaligus meningkatkan kuantitas atau kualitas layanan dan fasilitasnya. ”Sebanyak 106 juta penumpang terlayani itu bukan angka yang sedikit. Artinya, banyak warga memanfaatkan layanan, baik (warga) Jakarta maupun Bodetabek (Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Mereka bisa mendapatkan mobilitas yang efektif, efisien, dan ekonomis,” kata Syafrin. (Yoga)
Tags :
#TransportasiPostingan Terkait
Kopdes Merahputih mendapat dukungan Bank Mandiri
26 Jun 2025
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
24 Jun 2025
Perjuangan Jakarta untuk Tumbuh 6% di 2026
23 Jun 2025
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023