Bisnis Maskapai GIAA dan CMPP: Menghadapi Tekanan Lebih Besar
Bisnis maskapai penerbangan di Indonesia menghadapi tantangan semakin berat dengan kehadiran BBN Airlines yang memperketat persaingan melalui tiket terjangkau dan ekspansi armada. PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) dan PT AirAsia Indonesia Tbk. (CMPP), dua pemain utama, masih mencatatkan kerugian besar di tengah meningkatnya pendapatan akibat beban operasional yang terus melonjak. Analis Vicky Rosalinda dari Kiwoom Sekuritas mencatat bahwa kendati pendapatan tumbuh, beban operasional tinggi seperti avtur dan pelemahan rupiah terhadap dolar AS memperburuk kinerja keuangan GIAA dan CMPP, serta persaingan baru dari BBN Airlines menambah tantangan. Chairman BBN Airlines Indonesia, Marynas Grigas, menyatakan target perusahaan untuk menambah armada hingga 40 pesawat pada 2027 guna memenuhi permintaan yang terus meningkat, memperkuat posisinya dalam industri.
Tags :
#PenerbanganPostingan Terkait
Prospek Perbaikan Ekonomi di Paruh Kedua Tahun
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023